Momen Hari Perempuan Internasional Jadi Pengingat untuk Merawat Kesehatan
Di balik banyaknya peran yang dijalani para perempuan, momen Hari Perempuan Internasional juga bisa menjadi pengingat penting untuk berhenti sejenak dan memberi perhatian pada diri sendiri, terutama pada kesehatan.
Di banyak keluarga di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, perempuan kerap menjalani berbagai peran sekaligus: profesional di tempat kerja, pengatur rumah tangga, hingga penopang emosional bagi orang-orang terdekat.
Padatnya tanggung jawab tersebut tidak jarang membuat waktu makan menjadi terburu-buru, jam istirahat berkurang, dan tingkat stres meningkat. Akibatnya, kebutuhan tubuh sendiri justru sering ditempatkan di urutan terakhir.
“Sebagai anggota Herbalife Dietetic Advisory Board yang bekerja di berbagai budaya di kawasan Asia Pasifik, saya berulang kali melihat satu kenyataan: ketika perempuan berinvestasi pada kesehatan mereka sendiri, keluarga, tempat kerja, dan generasi mendatang turut merasakan manfaatnya," kata Nutrition Education and Training Lead – Asia Pacific, Herbalife, Vipida Sae-Lao, dalam siaran pers.
Karena itu, pada peringatan Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap 8 Maret, Herbalife meluncurkan kampanye #GiveToGain. Kampanye ini untuk mengingatkan kembali para perempuan bahwa merawat diri bukanlah bentuk keegoisan.
Sebaliknya, menjaga kesehatan fisik dan mental adalah investasi jangka panjang agar perempuan dapat terus menjalani berbagai peran dengan lebih seimbang dan berkelanjutan.
Menjaga kesehatan fisik dan mental
Perempuan di kawasan Asia Pasifik menghadapi kontras persoalan gizi yang mencolok. Berbagai laporan menunjukkan peningkatan obesitas pada orang dewasa, sementara stunting pada anak dan anemia pada perempuan usia reproduktif masih banyak ditemukan.
"Beban ganda ini memengaruhi kesehatan ibu dan anak, tingkat energi harian, hingga daya tahan tubuh, sehingga semakin menegaskan urgensi bagi perempuan untuk memprioritaskan kesehatan dan kebugaran melalui pilihan yang tepat dan terinformasi setiap hari," kata Sae-Lao.
Para perempuan juga disarankan untuk memperhatikan asupan mikronutrien, khususnya khususnya zat besi, folat, dan vitamin B12, karena tingginya angka anemia.
Asupan yang direkomendasikan antara lain daging tanpa lemak, lentil, kacang-kacangan, sayuran hijau, serta sereal yang difortifikasi. Mengombinasikannya dengan buah dan sayuran kaya vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi.
Suplementasi dapat membantu menutup kesenjangan asupan nutrisi, namun sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan individu dan dipandu oleh tenaga profesional atau pelatih yang terlatih.
Mengelola berat badan
Kualitas tidur yang baik, aktivitas fisik teratur, dan pengelolaan stres saling berkaitan erat serta berperan penting dalam menjaga berat badan sehat dan vitalitas kulit.
Jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan ini mendukung keseimbangan hormon, stabilitas metabolisme, serta proses pemulihan alami tubuh.
Sekitar 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu, dikombinasikan dengan latihan ketahanan, dapat meningkatkan kesehatan jantung, menjaga kepadatan tulang dan massa otot, serta mendorong tidur yang lebih nyenyak dan restoratif, terutama penting setelah menopause.
Ketika perempuan lebih sehat, keluarga berkembang, komunitas menjadi lebih kuat, tempat kerja berkinerja lebih baik, dan perekonomian menjadi lebih tangguh.
"Memberi kepada diri sendiri, melalui nutrisi yang konsisten dan perawatan preventif, bukan tentang melakukan lebih banyak, melainkan melakukan sesuatu dengan lebih sadar dan konsisten,” tutup Vipada Sae-Lao.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang