Sejarah Hari Perempuan Internasional 8 Maret, Berawal dari Perjuangan Buruh

Hari Perempuan Internasional, Sejarah Hari Perempuan Internasional 8 Maret, Berawal dari Perjuangan Buruh, Berawal dari gerakan buruh perempuan, Usulan dari aktivis perempuan di konferensi internasional, Mengapa diperingati setiap 8 Maret?, Menjadi peringatan global

Setiap tahun pada 8 Maret, dunia memperingati International Women's Day atau Hari Perempuan Internasional.

Peringatan ini menjadi momentum untuk menghargai pencapaian perempuan sekaligus mengingatkan pentingnya kesetaraan gender di berbagai bidang kehidupan.

Namun, tidak banyak yang tahu bahwa hari tersebut berakar dari sejarah panjang perjuangan perempuan, terutama terkait hak kerja dan hak politik pada awal abad ke-20.

Berawal dari gerakan buruh perempuan

Sejarah Hari Perempuan Internasional tidak lepas dari gerakan perempuan yang menuntut kondisi kerja yang lebih adil.

Menurut catatan United Nations, gagasan peringatan hari khusus untuk perempuan muncul dari gerakan buruh di Amerika Utara dan Eropa pada awal 1900-an.

Pada masa itu, banyak perempuan bekerja di pabrik dengan upah rendah dan jam kerja panjang.

Pada 1909, Amerika Serikat memperingati National Woman’s Day, yang diprakarsai oleh Partai Sosialis Amerika.

Perayaan ini dilakukan untuk menyoroti hak-hak pekerja perempuan serta mendorong partisipasi perempuan dalam politik.

Gagasan untuk membuat peringatan yang lebih luas kemudian muncul setahun setelahnya.

Usulan dari aktivis perempuan di konferensi internasional

Pada 1910, aktivis asal Jerman Clara Zetkin mengusulkan adanya hari perempuan internasional dalam Konferensi Perempuan Sosialis di Copenhagen, Denmark.

Usulan tersebut mendapat dukungan dari lebih dari 100 perempuan dari berbagai negara yang hadir dalam konferensi itu.

Mereka sepakat bahwa satu hari khusus diperlukan untuk mendorong kampanye hak-hak perempuan, termasuk hak memilih dalam pemilu.

Setahun kemudian, pada 1911, Hari Perempuan Internasional pertama kali diperingati di beberapa negara Eropa seperti Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss.

Saat itu, lebih dari satu juta orang ikut serta dalam demonstrasi dan kegiatan yang menuntut kesetaraan hak bagi perempuan.

Hari Perempuan Internasional, Sejarah Hari Perempuan Internasional 8 Maret, Berawal dari Perjuangan Buruh, Berawal dari gerakan buruh perempuan, Usulan dari aktivis perempuan di konferensi internasional, Mengapa diperingati setiap 8 Maret?, Menjadi peringatan global

Mengapa Hari Perempuan Internasional diperingati setiap 8 Maret? Ternyata, sejarahnya berawal dari perjuangan buruh perempuan lebih dari seabad lalu.

Mengapa diperingati setiap 8 Maret?

Tanggal 8 Maret kemudian menjadi simbol penting dalam sejarah gerakan perempuan.

Salah satu peristiwa yang sering dikaitkan dengan tanggal tersebut adalah aksi mogok kerja perempuan di Rusia pada tahun 1917.

Pada saat itu, ribuan perempuan turun ke jalan menuntut “roti dan perdamaian” di tengah kondisi perang dan krisis pangan.

Aksi tersebut terjadi pada 8 Maret menurut kalender Gregorian dan memicu gelombang demonstrasi yang kemudian berkontribusi pada peristiwa besar dalam Russian Revolution.

Sejak saat itu, tanggal 8 Maret semakin dikenal sebagai hari simbol perjuangan perempuan.

Menjadi peringatan global

Seiring waktu, peringatan Hari Perempuan Internasional semakin meluas di berbagai negara.

Pada 1975, yang juga merupakan Tahun Perempuan Internasional, United Nations mulai secara resmi memperingati Hari Perempuan Internasional.

Kini, peringatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan isu hak pilih atau kondisi kerja, tetapi juga mencakup berbagai isu yang memengaruhi kehidupan perempuan, seperti pendidikan, kesehatan, kepemimpinan, hingga kesempatan ekonomi.

Di banyak negara, Hari Perempuan Internasional dirayakan melalui seminar, kampanye sosial, diskusi publik, hingga kegiatan komunitas yang menyoroti peran perempuan dalam masyarakat.

Makna Hari Perempuan Internasional saat ini

Lebih dari satu abad sejak pertama kali digagas, Hari Perempuan Internasional tetap menjadi pengingat bahwa perjuangan menuju kesetaraan gender masih berlangsung.

Peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk menghargai kontribusi perempuan di berbagai bidang, mulai dari keluarga, pendidikan, dunia kerja, hingga kepemimpinan global.

Dengan memahami sejarahnya, Hari Perempuan Internasional tidak hanya dimaknai sebagai perayaan simbolis, tetapi juga sebagai momentum refleksi tentang pentingnya menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara bagi semua.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang