Daftar 3 Desa di Jateng yang Bagikan THR ke Warga, Nominalnya hingga Rp 1 Juta

Sejumlah desa di Jawa Tengah (Jateng) diketahui memberikan/membagikan tunjangan hari raya (THR) kepada setiap warganya jelang hari raya Idul Fitri.
Pembagian THR tersebut jumlahnya bervariasi, ada yang Rp 250.000 per jiwa hingga tembus Rp 1.000.000 per kepala keluarga (KK).
Selain rutin diberikan setiap tahun, jumlahnya pun juga mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Adapun sumber pendanaan THR tersebut berasal dari hasil pengelolaan wisata hingga koperasi simpan pinjam yang dikelola oleh pemerintah desa (pemdes) setempat.
Berikut 3 desa di Jateng yang berikan THR kepada warganya:
1. Desa Wunut di Klaten
Pemerintah Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Klaten, Jawa Tengah diketahui kembali menyalurkan THR kepada seluruh warganya pada 2026.
Penyaluran THR tersebut diberikan tanpa pengecualian, termasuk diberikan kepada bayi yang baru lahir.
Pada 2026, alokasi untuk THR warga mencapai Rp 585.250.000 untuk menjangkau 2.341 jiwa penerima.
Jika tahun sebelumnya setiap warga mendapatkan Rp 200.000, kali ini nominalnya bertambah menjadi Rp 250.000 per jiwa.
Umbul Pelem Waterpark di Klaten
Program pemberian THR kepada warga tersebut, menurut Kepala Desa Wunut Iwan Sulistiya Setiawan berlangsung sejak 2023.
"Alhamdulillah tiap tahun naik untuk nominalnya. Kalau (2024) kemarin per KK, sekarang sudah per orang," ujarnya, dikutip , Selasa (18/3/2025).
Dana THR bagi warga Wunut tersebut murni dari pendapatan desa, salah satunya dari wisata air di Umbul Pelem.
"Konsepnya kita memberikan bantuan langsung seperti pemerintah pusat. Hanya saja, kita tidak tebang pilih, semua kita berikan sama," ungkapnya.
"Syaratnya bawa KK saja," imbuh dia.
2. Desa Berjo di Karanganyar
Warga Desa Berjo, Karanganyar, jawa Tengah usai menerima THR senilai Rp 500.000 dari Pemdes Berjo, Selasa (3/3/2026).
Pemerintah Desa (Pemdes) Berjo di Kabupaten Karanganyar, Jateng juga menyalurkan bantuan tunai jelang Idul Fitri kepada warganya.
THR untuk warga tersebut telah dibagikan pada 2-3 Maret 2026 silam.
Setiap rumah di enam dusun memperoleh bantuan sebesar Rp 500.000.
Program tersebut diketahui telah berjalan sejak 2024.
"Jadi memang kita memberikan bantuan pangan kepada warga masyarakat, biasa ya berhubung ini bulan puasa mendekati hari Lebaran, namun demikian karena diberikan ini (mendekati Lebaran) rata-rata mereka menamainya dengan tunjangan hari raya," ujar Kepala Desa Berjo Dwi Haryanto, dikutip , Selasa (3/3/2026).
Anggaran untuk pemberian THR warga tersebut sebesar Rp 723 juta untuk 1.446 orang yang tersebar di enam dusun.
"Satu rumah itu kan ada yang satu KK, mungkin dihuni dua KK. Tapi, untuk satu rumah itu diberikan cuma satu hak sebesar Rp 500.000," jelas Dwi.
Ia menegaskan, dana bantuan tersebut tidak bersumber dari Dana Desa maupun Koperasi Desa Merah Putih. Pembiayaan berasal dari pendapatan asli desa (PAD).
Sekretaris Desa Berjo Wahyu Budi Utomo menjelaskan, pemasukan desa ditopang oleh dua unit usaha, yaitu sektor pariwisata dan simpan pinjam.
Untuk pariwisata, desa bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mengelola Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda.
"Jadi di situ hasil labanya, setelah laba bersih dilakukan pembagian untuk ke desa maupun untuk pengembangan wisatanya, gitu," ujar Wahyu.
3. Desa Sriwulan di Kendal
Pembagian THR di aula desa Sriwulan Limbangan Kendal. KOMPAS.COM/DOK. DESA SRIWULAN
Desa selanjutnya yang memberikan THR kepada warganya yakni Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jateng.
Pemdes Sriwulan memberikan THR sebesar Rp 1 juta kepada setiap KK dari hasil pengelolaan wisata alam Kalikesek.
Seperti desa-desa sebelumnya, pembagian THR kepada warga tersebut telah berjalan selama 3 tahun terakhir, dengan nominal yang juga terus bertambah.
"Tahun 2024 sebesar Rp 500.000, 2025 sebesar Rp 750.000, dan tahun ini Rp 1 juta per KK," ucap Sekretaris Desa Sriwulan, Nur Abidin, dikutip , Jumat (6/3/2026).
Desa Sriwulan imbuhnya, dihuni sekitar 255 kepala keluarga yang mayoritasnya bekerja sebagai petani.
Diketahui, pendapatan wisata Kalikeser pada 2025 tercatat mencapai sekitar Rp 1,4 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sekitar Rp 1 miliar.
Pada hari biasa, jumlah wisatawan yang dating berkisar 1.000-1.500 orang.
Saat hari libur, jumlah pengunjungnya lebih banyak lagi.
Lantas, bagaimana dengan desamu?
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang