Cerita Desa-desa di Jateng yang Bagikan THR untuk Warganya

tunjangan hari raya, Cerita Desa-desa di Jateng yang Bagikan THR untuk Warganya

Sejumlah desa di Jawa Tengah (Jateng) memiliki cara tersendiri untuk membantu warganya menyambut hari raya Idul Fitri.

Melalui pengelolaan potensi desa seperti sektor wisata hingga usaha simpan pinjam, pemerintah desa mampu menyalurkan bantuan tunai yang kerap disebut warga sebagai tunjangan hari raya (THR).

Nilai atau besaran THR-nya pun bervariasi, mulai dari Rp 250.000 per orang hingga Rp 1 juta per kepala keluarga.

Program tersebut tidak hanya berlangsung sekali, tetapi telah berjalan rutin dalam beberapa tahun terakhir dengan nominal yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Desa-desa di Jateng yang bagikan THR ke warganya

Berikut cerita tiga desa di Jawa Tengah yang membagikan THR kepada warganya:

1. Desa Sriwulan, Kendal

Pemerintah Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, memberikan THR sebesar Rp 1 juta kepada setiap kepala keluarga (KK).

THR tersebut berasal dari pengelolaan obyek wisata alam Kalikesek.

Program pembagian THR kepada warga desa ini telah berjalan selama tiga tahun terakhir dan jumlahnya terus bertambah setiap tahun.

"Tahun 2024 sebesar Rp 500.000, 2025 sebesar Rp 750.000, dan tahun ini Rp 1 juta per KK," ucap Sekretaris Desa Sriwulan, Nur Abidin, dikutip , Jumat (6/3/2026).

Desa Sriwulan diketahui dihuni sekitar 255 kepala keluarga yang sebagian besar berprofesi sebagai petani.

Pendapatan dari wisata Kalikesek menjadi salah satu sumber utama pemasukan desa.

Pada 2025, pendapatan obyek wisata tersebut tercatat sekitar Rp 1,4 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp 1 miliar.

Dalam kondisi normal, jumlah pengunjung berkisar 1.000 hingga 1.500 orang per hari dan meningkat pada masa liburan.

2. Desa Wunut, Klaten

tunjangan hari raya, Cerita Desa-desa di Jateng yang Bagikan THR untuk Warganya

Warga menunjukkan THR yang diterima dari Pemerintah Desa (Pemdes) Wunut, Tulung, Klaten, Selasa (18/3/2025).

Kebijakan serupa juga diterapkan Pemerintah Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten.

Pada 2026, desa ini kembali menyalurkan THR kepada seluruh warganya tanpa pengecualian, bahkan termasuk bayi yang baru lahir.

Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 585.250.000 untuk 2.341 penerima.

Setiap warga memperoleh Rp 250.000, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 200.000 per orang.

Program ini diketahui telah berjalan sejak 2023.

Kepala Desa Wunut, Iwan Sulistiya Setiawan, menyebut nominal bantuan tersebut terus meningkat setiap tahun.

"Alhamdulillah tiap tahun naik untuk nominalnya. Kalau (2024) kemarin per KK, sekarang sudah per orang," ujarnya, dikutip Kompas.com, Selasa (18/3/2025).

Menurutnya, dana THR tersebut berasal dari pendapatan desa, salah satunya dari pengelolaan wisata air Umbul Pelem.

"Konsepnya kita memberikan bantuan langsung seperti pemerintah pusat. Hanya saja, kita tidak tebang pilih, semua kita berikan sama," ungkapnya.

"Syaratnya bawa KK saja," imbuh dia.

3. Desa Berjo, Karanganyar

tunjangan hari raya, Cerita Desa-desa di Jateng yang Bagikan THR untuk Warganya

Warga Desa Berjo, Karanganyar, Jawa Tengah menerima THR dari pemerintah desa sebesar Rp 500.00, Selasa (3/3/2026).

Di Kabupaten Karanganyar, ada Pemerintah Desa Berjo yang juga menyalurkan bantuan tunai kepada warganya menjelang Lebaran.

THR tersebut dibagikan pada 2–3 Maret 2026.

Setiap rumah di enam dusun menerima bantuan sebesar Rp 500.000. Program ini telah berjalan sejak 2024.

"Jadi memang kita memberikan bantuan pangan kepada warga masyarakat, biasa ya berhubung ini bulan puasa mendekati hari Lebaran, namun demikian karena diberikan ini (mendekati Lebaran) rata-rata mereka menamainya dengan tunjangan hari raya," ujar Kepala Desa Berjo Dwi Haryanto dikutip , Selasa (3/3/2026).

Tahun ini, pemerintah desa mengalokasikan anggaran sekitar Rp 723 juta untuk 1.446 warga yang tersebar di enam dusun.

Meski demikian, bantuan diberikan per rumah, bukan per kepala keluarga.

"Satu rumah itu kan ada yang satu KK, mungkin dihuni dua KK. Tapi, untuk satu rumah itu diberikan cuma satu hak sebesar Rp 500.000," jelas Dwi.

tunjangan hari raya, Cerita Desa-desa di Jateng yang Bagikan THR untuk Warganya

Wisatawan sedang menikmati suasana Air Terjun Jumog, Karanganyar

Ia menegaskan bahwa dana bantuan tersebut tidak berasal dari Dana Desa maupun Koperasi Desa Merah Putih, melainkan dari pendapatan asli desa.

Sekretaris Desa Berjo, Wahyu Budi Utomo, menjelaskan bahwa pemasukan desa bersumber dari dua sektor utama, yaitu pariwisata dan usaha simpan pinjam.

Desa bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga mengelola destinasi wisata Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda.

"Jadi di situ hasil labanya, setelah laba bersih dilakukan pembagian untuk ke desa maupun untuk pengembangan wisatanya," katanya lagi.

Lantas, bagaimana dengan desamu?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang