Tak Hanya THR, Pemdes Berjo Karanganyar juga Bagikan Biaya Kuliah Rp 5 Juta per Mahasiswa
Pemerintah Desa (Pemdes) Berjo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, tidak hanya menyalurkan bantuan pangan yang dikenal sebagai tunjangan hari raya (THR) kepada warga.
Pemdes Berjo juga menjalankan program bantuan pendidikan bagi pelajar hingga mahasiswa.
Kepala Desa Berjo Dwi Haryanto menjelaskan, program pendidikan tersebut merupakan bagian dari visi 3 SBS (Semua Bisa Sejahtera, Semua Bisa Sarjana, dan Semua Bisa Sehat) yang mulai dijalankan sejak 2024.
Menurut Dwi, gagasan “Semua Bisa Sarjana” bertujuan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa.
"Karena saya punya misi, punya harapan. Ini bahwa anak-anak Berjo ini kalau bisa lulus perguruan tinggi semua gitu loh. Jadi, kita tidak mau misalnya ada anak yang putus sekolah itu karena biaya," ujar Dwi saat ditemui Kompas.com di Kantor Desa Berjo, Selasa (3/3/2026).
Besaran Bantuan Pendidikan
Dalam pelaksanaannya, bantuan diberikan bertingkat sesuai jenjang pendidikan.
Mahasiswa menerima Rp 5 juta per tahun yang dicairkan dua kali dalam setahun atau Rp 2,5 juta per semester.
"Kita berikan dua kali, dua semester. Jadi setiap akhir semesteran kita berikan, gitu. Itu sebesar Rp5 juta per tahun untuk satu anak," jelas Dwi.
Sementara itu, pelajar tingkat SMA memperoleh Rp 1 juta per tahun dan siswa SMP menerima Rp 500.000 per tahun.
Untuk memastikan penerima benar-benar aktif kuliah, mahasiswa wajib menunjukkan surat keterangan dari perguruan tinggi.
Pada 2026, bantuan pendidikan untuk mahasiswa telah diberikan kepada 121 orang.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang tercatat sebanyak 101 mahasiswa.
Para penerima tersebar di berbagai perguruan tinggi, termasuk di luar daerah.
"Banyak. Ada yang bahkan ada yang di Jakarta sana ada juga," tambahnya.
Sumber Pendanaan dari Pendapatan Desa
Dwi memastikan, baik program THR maupun bantuan pendidikan tidak menggunakan Dana Desa maupun dana dari Koperasi Desa Merah Putih.
Sumber pembiayaan berasal dari Pendapatan Asli Desa (PAD) yang dikelola secara mandiri melalui unit usaha desa, yakni pariwisata dan simpan pinjam.
Sekretaris Desa Berjo Wahyu Dwi Utomo mejelaskan, pihak Pemdes bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mengelola sektor pariwisata, termasuk Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda.
"Jadi di situ hasil labanya, setelah laba bersih dilakukan pembagian untuk ke desa maupun untuk pengembangan wisatanya, gitu," ujar Wahyu kepada Kompas.com.
Selain pendidikan, pada 2–3 Maret 2026, Pemdes Berjo juga menyalurkan bantuan pangan yang dikenal sebagai THR sebesar Rp 500.000 per rumah kepada 1.446 penerima dengan total anggaran Rp 723 juta.
Program tersebut telah berjalan sejak 2024 dan menjadi bagian dari komitmen desa dalam menjalankan misi 3 SBS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang