AS-Israel Serang Iran, Ribuan Jamaah Umrah Indonesia Tertahan di Arab Saudi

Serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran telah menyebabkan kawasan Timur Tengah dalam situasi darurat.
Bahkan jamaah yang kini tengah melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci Mekkah pun kena dampaknya.
Dilaporkan Free Press Journal pada Senin (2/3/26), serangan tersebut memberikan dampak para jamaah umrah yang melakukan perjalanan ke Mekkah.
Jamaah Muslim yang berada di Mekkah dilaporkan dalam kondisi yang aman.
Berdasarkan angka yang dirilis, sekitar 1.000 jamaah dari distrik Nashik, dan 1.500 dari distrik Dhule dilaporkan berada di Mekkah.
Serangan yang dilakukan AS dan Israel ke Iran menyebabkan ketidakpastian beberapa penerbangan internasional oleh maskapai penerbangan.
Para jemaah haji disebut menghadapi kesulitan terkait tiket pulang dan perpanjangan visa.
Tiket pulang mereka dijadwalkan antara tanggal 2 Maret dan 6 Maret.
Karena ketidakpastian yang terus berlanjut tentang kapan layanan penerbangan akan dilanjutkan, para jemaah haji dan keluarga mereka merasa cemas.
Sementara itu berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), sebanyak 58.873 warga negara Indonesia yang menjalankan ibadah umrah masih berada di Arab Saudi hingga saat ini.
Namun, jumlah tersebut tersebar di sejumlah kota utama, terutama Makkah dan Madinah, dengan jadwal kepulangan yang berlangsung bertahap mengikuti rotasi penerbangan maskapai.
Kemenhaj jamin perlindungan jamaah umrah
Menurut Antara News, pada Senin (2/3/26), Kementerian Haji (Kemenhaj) menegaskan akan memberikan perlindungan ke jamaah umrah yang terkendala pulang ke tanah air.
Hal ini diungkapkan oleh Kemenhaj di Kantor Wilayah (Kanwil) Haji dan Umrah di Sumatera Barat.
"Ya yang jelas negara hadir, Kementerian Haji dan Umrah punya kantor di Arab Saudi namanya Kantor Urusan Haji," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kemenhaj Sumbar M. Rifki dikutip dari Antara News.
Menurut sumber terkait, ada 2.500 hingga 3.000 orang jamaah umrah asal Ranah Minang yang hingga kini masih tertahan di Arab Saudi menyusul konflik di kawasan Timur Tengah beberapa hari terakhir.
Rifki menambahkan, Pemerintah Indonesia juga memiliki perwakilan Konsulat Jenderal (Konjen) di Arab Saudi yang memiliki tugas untuk melindungi setiap jamaah umrah ketika terjadi permasalahan di sana.
"Jadi ketika ada jamaah umrah yang mungkin terkendala pulang, itu nanti ditangani oleh Kementerian Haji dan Umrah di Arab Saudi melalui Kantor Urusan Haji," katanya.
Karena situasi Kawasan Timur Tengah masih memanas, Kemenhaj juga mengimbau untuk menunda perjalanan ibadah umrah terlebih dahulu.
"Untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan, pemerintah melalui Kemenhaj RI dan Kemenhaj Sumbar sudah mengimbau agar pihak travel dan calon jamaah umrah menahan keberangkatan ke Tanah Suci hingga batas waktu yang tidak ditentukan," tulisnya dikutip dari Antara News.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang