AS-Israel Serang Iran, Kemlu Rilis Daftar Nomor Darurat Penting untuk WNI
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) merilis daftar Hotline Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Hotline Perwakilan RI di kawasan Timur Tengah.
Daftar nomor darurat tersebut dirilis untuk saluran komunikasi para WNI yang berada di tengah situasi perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.
"Dalam situasi darurat, WNI dapat segera menghubungi Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri melalui nomor +62 812-9007-0027," tulis Kemlu dalam pernyataan resminya, Senin (2/3/2026).
WNI juga bisa menghubungi Hotline Perwakilan RI di kawasan Timur Tengah agar tetap bisa berkomunikasi. Berikut daftarnya.
- KBRI Riyadh: +966 569173990
- KJRI Jeddah: +966 503609667
- KBRI Abu Dhabi: +971 566156259
- KJRI Dubai: +971 564170333 / +971 563322611
- KBRI Doha: +974 44657945 / 44664981 / 33322875
- KBRI Kuwait City: +965 97206060 / 97809760
- KBRI Manama: +973 38791650
- KBRI Amman: +962 779150407
- KBRI Baghdad: +964 7769842020
- KBRI Tehran: +98 9914668845 / +98 9024668889
- KBRI Beirut: +961 70817310
- KBRI Damaskus: +963 954444810
Kemlu melalui Perwakilan RI di kawasan Timur Tengah mengimbau seluruh WNI di wilayah terdampak untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menjaga komunikasi secara berkala dengan Perwakilan RI terdekat.
Imbauan ini juga ditujukan kepada WNI yang mengalami kendala perjalanan akibat situasi yang berkembang di kawasan Timur Tengah.
"Kemlu melalui Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) dan Perwakilan RI di kawasan Timur Tengah terus menjalin komunikasi secara intensif serta berkoordinasi dengan para WNI di wilayah kerja masing-masing," tambah Kemlu.
Kemlu turut mengimbau masyarakat Indonesia yang berencana melakukan perjalanan melalui atau transit di kawasan Timur Tengah agar mempertimbangkan kembali rencana perjalanan dan menunda perjalanan hingga situasi lebih kondusif.
"Kementerian Luar Negeri bersama seluruh Perwakilan RI di kawasan akan terus memantau dan melakukan asesmen secara menyeluruh terhadap dinamika situasi keamanan, kondisi riil di lapangan, serta langkah-langkah penanganan yang sedang dan akan dilakukan guna menyikapi perkembangan situasi ke depan," tulis Kemlu.
Sebelumnya, Israel menyerang Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi. Setelah serangan itu, negara-negara di kawasan Timur Tengah menutup kawasan udara dalam rangka keamanan.
Sementara itu, kantor berita Agence France-Presse melaporkan adanya dua ledakan yang terdengar di Teheran.
Amerika Serikat (AS) disebut turut terlibat dalam serangan tersebut. Informasi itu disampaikan oleh sejumlah pejabat AS dan sumber lain yang mengetahui operasi tersebut.
Serangan itu terjadi saat AS mengerahkan armada besar jet tempur dan kapal perang ke kawasan tersebut untuk menekan Iran agar mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.
Dalam serangan itu, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia di kediamannya, bersama putri, menantu, dan cucunya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang