Dubes Iran Sebut Perundingan dengan AS yang Dimediasi Oman Tidak Gagal

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi (kiri)
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi (kiri)

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengatakan bahwa perundingan yang dilakukan oleh Iran dan AS dan dimediasi oleh Oman tidak bisa disebut sebagai kegagalan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Dubes Boroujerdi setelah konferensi pers di Jakarta, Senin, terkait pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI yang menyesalkan kegagalan perundingan AS-Iran sehingga berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya rasa negosiasi tidak mencapai kegagalan, tetapi yang terjadi pada kenyataannya adalah sebuah pihak pada saat sedang bernegosiasi dengan pihak lain, tiba-tiba menyerang negara tersebut, ini adalah kondisinya,” ujar Dubes Boroujerdi.

Meskipun begitu, Dubes Iran itu tetap mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Indonesia yang telah mengeluarkan pernyataan terkait serangan AS dan Israel ke Iran.

“Namun, kami berharap kepada semua negara di dunia secara tegas dapat mengutuk serangan terhadap Iran,” tegasnya.

Pada Sabtu 28 Februari, Indonesia melalui Kemlu RI mengeluarkan pernyataan terkait serangan AS dan Israel terhadap Iran, yang menyatakan bahwa Indonesia menyesalkan kegagalan perundingan AS dan Iran yang berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.

Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi dan menyatakan bersedia untuk memfasilitasi dialog, menurut pernyataan Kemlu RI.

“Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Tehran untuk melakukan mediasi,” menurut pernyataan Kemlu RI tersebut.

Sebelumnya pada Jumat 27 Februari, Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Al-Busaidi menyatakan perundingan nuklir AS-Iran menyepakati kebijakan tanpa penimbunan uranium yang diperkaya, dengan pengurangan stok ke tingkat terendah dan konversi menjadi bahan bakar permanen di bawah verifikasi penuh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

AS dan Iran telah melakukan tiga putaran perundingan program nuklir tidak langsung yang dimediasi oleh Oman.

Putaran pertama dan kedua perundingan telah digelar awal Februari tahun ini di Muscat dan Jenewa, yang berfokus pada pembatasan pengayaan dan persediaan uranium Iran sebagai imbalan atas pencabutan sanksi. Sedangkan putaran ketiga dilaksanakan pada Kamis 26 Februari di Jenewa. (Ant)