Israel Bisiki 4 Tuntutan ke AS Jelang Perundingan dengan Iran, Apa Saja?
Israel disebut aktif memengaruhi arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran dengan menyampaikan sejumlah syarat keras kepada utusan khusus Washington, di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.
Menjelang rencana pembicaraan nuklir AS–Iran yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat akhir pekan ini, Utusan Khusus AS Steve Witkoff bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa, 3 Februari 2026. Pertemuan itu berlangsung tak lama setelah insiden penembakan drone Iran oleh jet tempur AS di Laut Arab.
Kantor Perdana Menteri Israel menegaskan bahwa Netanyahu secara langsung menyampaikan pandangan Tel Aviv kepada utusan Presiden Donald Trump. Dalam pernyataannya, kantor PM Israel menekankan kepada Witkoff bahwa "Iran telah berulang kali membuktikan bahwa mereka tidak dapat dipercaya untuk menepati janjinya," dilansir Times of Israel, Rabu, 4 Februari 2026.
Netanyahu tidak sendirian dalam pertemuan tersebut. Ia didampingi jajaran petinggi keamanan Israel, termasuk Kepala Badan Intelijen Israel David Barnea, Menteri Pertahanan Israel Katz, serta Komandan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Eyal Zamir, sebagaimana dikonfirmasi dua pejabat Israel kepada The Times of Israel.
Menurut seorang pejabat diplomatik senior yang dikutip Channel 12, Israel telah menyampaikan secara rinci tuntutan yang ingin ditegaskan kepada tim negosiator Amerika Serikat. Pejabat tersebut menyebut Israel bersikeras agar Washington tidak mengalah dalam empat syarat utama menjelang perundingan dengan Teheran.
Keempat tuntutan itu meliputi pemindahan material nuklir Iran yang sangat diperkaya ke negara lain, penghentian penuh pengayaan nuklir, penghentian produksi rudal balistik, serta penghentian pendanaan kelompok-kelompok proksi anti-Israel di Timur Tengah.
"Setiap perjanjian yang tidak mencakup syarat-syarat ini adalah perjanjian yang buruk. Pemerintahan ini telah membuktikan komitmennya kepada Israel di setiap bidang, dan khususnya terkait Iran," kata pejabat senior itu kepada Channel 12.
Ia juga menegaskan keyakinan Tel Aviv dapat kembali memengaruhi jalannya negosiasi. "Israel telah memengaruhi di masa lalu, dan akan memengaruhi kali ini juga" dalam perundingan antara Washington dan Teheran.
Di sisi lain, Iran menolak keras tuntutan-tuntutan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan negara. Teheran menegaskan bahwa kemampuan pertahanan nasional bukanlah materi yang bisa dinegosiasikan.
Seorang sumber diplomatik Iran sebelumnya mengatakan bahwa sikap Teheran terhadap pembicaraan dengan AS tidak bersifat optimistis maupun pesimistis. Namun, Iran menyatakan siap menghadapi berbagai kemungkinan.
"Masih harus dilihat apakah Amerika Serikat juga bermaksud untuk melakukan negosiasi yang serius dan berorientasi pada hasil atau tidak," kata sumber tersebut.