Iran Bersumpah Gempur Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jika Diserang

VIVA Militer: Rudal balistik militer Iran
VIVA Militer: Rudal balistik militer Iran

 Iran memperingatkan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah bahwa mereka akan menjadi sasaran jika Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Teheran. Peringatan itu disampaikan kepada Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), hingga Turki, menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump untuk ikut campur di tengah gelombang protes anti-pemerintah yang melanda Iran.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters pada Rabu bahwa Teheran telah menyampaikan secara langsung kepada negara-negara tersebut bahwa pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah mereka akan diserang apabila Washington menargetkan Iran.

"Teheran telah memberi tahu negara-negara di kawasan itu, dari Arab Saudi dan UEA hingga Turki, bahwa pangkalan AS di negara-negara tersebut akan diserang jika AS menargetkan Iran," kata  pejabat tersebut.

Personel militer AS di Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar

AS Perintahkan Personel Militernya Tinggalkan Pangkalan di Timur Tengah

Pejabat itu menambahkan bahwa Iran juga meminta pemerintah negara-negara terkait untuk menggunakan pengaruh mereka guna mencegah kemungkinan serangan Amerika Serikat terhadap Iran.

Beberapa personel disarankan untuk meninggalkan Pangkalan Udara Al Udeid milik militer AS di Qatar pada Rabu malam, kata tiga diplomat kepada Reuters.

Al Udeid adalah pangkalan AS terbesar di Timur Tengah, yang menampung sekitar 10.000 tentara. Menjelang serangan udara AS terhadap Iran pada bulan Juni, beberapa personel dipindahkan dari pangkalan AS di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Selasa, mendesak warga Iran untuk terus berdemonstrasi dengan mengatakan bahwa bantuan sedang dalam perjalanan.

"Para Patriot Iran, TERUS BERDEMONSTRASI - KUASAI LEMBAGA-LEMBAGA ANDA!!!... BANTUAN SEDANG DALAM PERJALANAN," kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, tanpa mengatakan bantuan apa yang dimaksud.

Dia mengatakan telah membatalkan semua pertemuan dengan pejabat Iran sampai "pembunuhan tanpa akal sehat" terhadap para demonstran berhenti.

Trump juga menyerukan kepada warga Iran untuk "menyimpan nama para pembunuh dan penindas ... karena mereka akan membayar harga yang sangat mahal."

Seorang pejabat Iran mengatakan sekitar 2.000 orang telah tewas, pertama kalinya pihak berwenang memberikan jumlah korban tewas secara keseluruhan dari lebih dari dua minggu kerusuhan nasional.