Beda Kebiasaan Makan Mie Instan Gamer dan Non-Gamer, Ini Fakta di Balik Tren Anak Muda

Ilustrasi pasangan bermain game online
Ilustrasi pasangan bermain game online

 Perkembangan industri gim di Indonesia menunjukkan tren yang kian meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Popularitas gim daring, turnamen esports, hingga aktivitas live streaming membuat ekosistem gaming semakin luas dan beragam. 

Kehadiran berbagai kompetisi nasional maupun internasional turut mendorong minat generasi muda untuk terjun ke dunia gim secara lebih serius.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, pertumbuhan komunitas dan tim profesional seperti EVOS Esports memperlihatkan bahwa gaming bukan lagi sekadar hobi, melainkan juga peluang karier. Dukungan infrastruktur internet yang semakin baik serta masifnya penggunaan perangkat mobile menjadikan aktivitas bermain gim dapat dilakukan kapan saja. 

Kondisi ini membentuk gaya hidup baru, terutama di kalangan anak muda, yang akrab dengan aktivitas bermain hingga larut malam atau melakukan siaran langsung dengan jadwal padat.

Kebiasaan Makan Gamer dan Alasan Memilih Mie Instan

Seiring dengan meningkatnya aktivitas bermain gim, pola konsumsi para gamer pun memiliki karakteristik tersendiri. Kebiasaan tersebut lebih dipengaruhi oleh rutinitas dan waktu bermain yang panjang. 

“Sebenernya lebih ke kebiasaannya. Kalau gamer karena mungkin mainnya sampai larut malam gitu ya. Udah paling praktis,” kata Antonius Pandu selaku Senior Brand Manager Pop Mie, dalam acara Anniversary 8 Tahun Kolaborasi EVOS dan Pop Mie, di Jakarta, Kamis 26 Februari 2026.

Mie instan menjadi pilihan karena dinilai praktis dan cepat disajikan. Ketika melakukan live streaming, waktu yang dimiliki cenderung terbatas. 

“Mereka kalau live streaming, waktunya kan padat gitu ya. Paling cocok, ya makan yang praktis,” katanya. 

Selain kemudahan penyajian, faktor rasa juga menjadi pertimbangan utama. 

“Jadi sebenernya itu memang karena praktis, terus rasanya enak dan udah pasti, orang udah tau rasanya kayak gitu. Makanya orang makan. Jadi sebenernya apa yang membuat gaming ini lebih bagus adalah memang habitnya, waktunya, sama kebiasaannya,” katanya.

Perbedaan Kebiasaan Makan Gamer dan Non-Gamer

Perbedaan kebiasaan makan antara gamer dan non-gamer terlihat dari manajemen waktu dan prioritas aktivitas. Gamer cenderung membutuhkan makanan yang bisa disiapkan dengan cepat tanpa harus meninggalkan layar terlalu lama. 

“Karena kalau anak muda lagi ngegame, lalu ada break bentar itu, gak mungkin dia ke dapur dulu, masak dulu. Mau beli makan juga jam 2 pagi, susah gitu,” kata Chaya Wahyuni Kusuma selaku Managing Director EVOS.

Sementara itu, non-gamer umumnya memiliki waktu makan yang lebih teratur dan fleksibel. Mereka dapat memilih menu yang lebih beragam atau memasak dengan durasi lebih panjang karena tidak terikat jadwal permainan atau siaran langsung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan demikian, perbedaan ini bukan semata soal jenis makanan, melainkan soal kebiasaan dan ritme aktivitas. Bagi gamer, makanan praktis seperti mie instan menjadi solusi yang sesuai dengan gaya hidup serba cepat dan dinamis. Sedangkan bagi non-gamer, waktu yang lebih longgar memungkinkan pilihan konsumsi yang lebih variatif.

Sebagai informasi, Keseruan yang telah terjalin antara EVOS dan Pop Mie selama 8 tahun ke belakang telah ditandai dengan diselenggarakannya sejumlah turnamen seperti Pop Mie Campus Gaming Ground mengunjungi beberapa universitas. Pada tahun 2026, Pop Mie Campus Gaming Ground kembali hadir dengan jangkauan yang lebih luas, menyasar mahasiswa dari berbagai universitas di luar Jakarta. Program ini akan berkeliling ke sejumlah kampus terpilih, menghadirkan rangkaian aktivitas interaktif seperti talkshow inspiratif, turnamen esports, meet & greet, serta berbagai pengalaman seru lainnya.