Bukan Sekadar Bakar Kalori, Ini Alasan Tenis Kini Digandrungi Anak Muda

Ilustrasi tenis
Ilustrasi tenis

Di tengah rutinitas yang padat dan tekanan hidup perkotaan yang semakin tinggi, banyak orang mulai mencari aktivitas yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga membantu menjaga kesehatan mental. Salah satu olahraga yang belakangan makin diminati adalah tenis. 

Tak lagi identik sebagai olahraga kompetitif semata, tenis kini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang dekat dengan wellness, komunitas, hingga ruang sosial baru bagi masyarakat urban. Scroll untuk informasi lebih lengkapnya! 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Popularitas tenis dalam beberapa tahun terakhir juga terlihat dari semakin banyaknya komunitas dan private tennis experience yang bermunculan di Jakarta. Salah satunya terlihat dalam acara Serve & Social yang digelar Metro Tennis Terminal bersama On Indonesia di HQ Padel & Tennis, Pesanggrahan. Acara tersebut dihadiri sejumlah figur publik seperti Dion Wiyoko, Ernanda Putra, Aero Aswar, Aqsa Aswar, hingga Boy Pablo.

Fenomena meningkatnya minat terhadap tenis bukan tanpa alasan. Selain efektif membakar kalori dan melatih daya tahan tubuh, olahraga ini juga dinilai mampu membantu mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin diketahui dapat memicu produksi hormon endorfin yang berkaitan dengan rasa senang dan relaksasi.

Tak hanya itu, tenis juga menjadi olahraga yang memungkinkan seseorang membangun koneksi sosial baru. Interaksi di lapangan, latihan bersama, hingga komunitas yang terbentuk membuat olahraga ini terasa lebih menyenangkan dan tidak monoton.

Menurut Michael Luhukay selaku CMO Metro Tennis Terminal, tenis kini memang sedang memasuki fase baru yang lebih dekat dengan gaya hidup modern. “Tenis sedang masuk ke fase yang sangat menarik. Ini bukan lagi hanya olahraga kompetitif, tetapi juga menjadi bagian dari lifestyle, networking, wellness, dan personal expression," ujarnya, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Minggu, 24 Mei 2026.

"Melalui Serve & Social, kami ingin mempertemukan orang-orang yang sedang membentuk scene tenis Jakarta, dari pemain, kreator, public figures, sampai brand, dalam satu pengalaman yang curated dan meaningful,” sambung Michael.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mengikuti coaching session bersama pelatih profesional dari Aspire Academy yang memiliki pengalaman internasional, termasuk pernah menjadi hitting partner Novak Djokovic dan memiliki rekam jejak sebagai pemain ATP Top 600.

Selain sesi latihan, peserta juga mencoba berbagai perlengkapan tenis dan mengikuti fun games yang dikemas santai. Pendekatan seperti ini dinilai membuat tenis terasa lebih inklusif, terutama bagi pemula yang ingin mulai aktif berolahraga tanpa tekanan kompetisi.

Michael menambahkan, bahwa pengalaman bermain kini menjadi hal yang semakin penting dalam perkembangan olahraga tenis. “Kalau kita bisa membuat orang merasa lebih connected dengan sport, dengan gear, dan dengan komunitasnya, maka brand akan tumbuh dengan cara yang lebih kuat dan organic,” jelas Michael.

Hal serupa juga disampaikan Dhananjay “Jay” Kuckreja, Managing Director Metro Tennis Terminal. Menurutnya, pengalaman bermain yang nyaman dapat membantu lebih banyak orang menikmati olahraga ini dalam jangka panjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kegiatan ini mencerminkan bagaimana kami melihat masa depan retail tenis. Bukan hanya soal menjual produk, tetapi bagaimana pemain bisa mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap, dari demo racket, stringing, konsultasi, sampai memahami gear yang paling cocok dengan gaya bermain mereka,” ujar Jay.

Kini, tenis tidak lagi sekadar olahraga yang identik dengan pertandingan profesional. Bagi banyak orang, tenis mulai menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang membantu menjaga keseimbangan fisik, mental, sekaligus memperluas lingkungan sosial di tengah kehidupan urban yang serba cepat.