Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan Bihun, Kwetiau, dan Sohun

Bihun, Kwetiau, Sohun, Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan Bihun, Kwetiau, dan Sohun

Mi merupakan salah satu jenis karbohidrat yang sangat akrab di lidah masyarakat Indonesia. Dari sekian banyak varian, tiga jenis yang paling populer adalah bihun, kwetiau, dan sohun.

Meski ketiganya berasal dari Negeri Tirai Bambu, Cina, makanan ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner Nusantara, mulai dari sajian gerobak pinggir jalan hingga hidangan pesta mewah. Namun, tahukah Anda apa perbedaan mendasar dari ketiganya?

Dikutip dari buku "Membuat Bihun, Kwetiau, dan Sohun Sehat" karya Suyanti, berikut adalah ulasan mendalam mengenai perbedaan bahan baku, sejarah, hingga filosofi di balik ketiga bahan pangan tersebut.

1. Bihun: Si "Tepung Beras" dari Cina Selatan

Bihun atau mihun secara harfiah berasal dari bahasa Tionghoa, yaitu bie (beras) dan hun (tepung). Sesuai namanya, bahan baku utama bihun adalah tepung beras.

Bihun berkembang di Cina bagian selatan yang merupakan daerah penghasil beras, berbeda dengan Cina utara yang lebih banyak memproduksi gandum untuk mi biasa. Di pasar internasional, bihun dikenal dengan nama rice vermicelli, rice noodles, atau rice sticks.

"Bihun dibuat dari beras melalui proses ekstrusi sehingga diperoleh bentuk seperti benang," tulis Suyanti dalam bukunya.

Ada dua jenis bihun yang ada di pasaran yakni:

  • Bihun Kering: Berbentuk benang, dibuat dari tepung beras tanpa atau dengan bahan tambahan.
  • Bihun Instan: Sudah melalui proses pematangan sehingga cukup diseduh air mendidih selama 3 menit.

Di Indonesia, bihun sering ditemukan dalam bakso, ketoprak, hingga isian lumpia. Menariknya, dalam tradisi Cina, bihun adalah simbol doa agar memiliki umur yang panjang.

2. Kwetiau: Mi Lebar yang Elastis

Bihun, Kwetiau, Sohun, Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan Bihun, Kwetiau, dan Sohun

Ilustrasi kwetiau basah.

Jika bihun tipis seperti benang, kwetiau memiliki bentuk lebar, berwarna putih, dan bertekstur sedikit licin serta elastis. Sama seperti bihun, kwetiau juga terbuat dari beras.

Penyebaran kwetiau di Indonesia sangat dipengaruhi oleh dua etnis besar:

  • Etnis Hokkian (Sumatra): Terkenal dengan Kwetiau Medan yang menggunakan bakso ikan, lapchiong (sosis babi), dan telur bebek.
  • Etnis Tio Ciu (Kalimantan): Terkenal dengan Kwetiau Sapi yang menggunakan daging serta jeroan sapi seperti babat.

Di mancanegara, kwetiau memiliki banyak nama, mulai dari sen yai di Thailand hingga rice fettuccine di negara-negara Barat. Untuk meningkatkan gizi, kwetiau masa kini sering dimodifikasi dengan campuran sayuran seperti wortel dan bit yang juga berfungsi sebagai pewarna alami.

3. Sohun: "Mi Musim Dingin" dari Pati

Bihun, Kwetiau, Sohun, Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan Bihun, Kwetiau, dan Sohun

Ilustrasi mi sohun

Berbeda dengan bihun dan kwetiau yang berbahan dasar beras, sohun atau soun dibuat dari pati (starch).

Berdasarkan negara, berikut bahan baku dari pembuatan sohun.

  • Cina: Menggunakan pati kacang hijau (disebut fěn sī).
  • Korea: Menggunakan pati ubi jalar (disebut dangmyeon).
  • Jepang: Menggunakan pati kentang (disebut harusame).
  • Indonesia: Umumnya menggunakan pati tapioka (singkong) atau pati sagu aren.

Sohun memiliki karakter yang unik. Setelah direndam, warnanya berubah bening (transparan), teksturnya sangat kenyal, dan permukaannya licin. Meski hampir tidak memiliki rasa, sohun punya kemampuan luar biasa dalam menyerap kaldu.

"Sohun menyerap kaldu dan rasa bahan-bahan lain yang dimasak bersamanya," jelas Suyanti.

Di Indonesia, sohun adalah primadona dalam sajian soto, tekwan, pempek model, hingga kimlo.

Tips Pengolahan Sehat

Untuk meningkatkan nilai gizi pada ketiga jenis mi ini, produsen maupun industri rumah tangga kini mulai menambahkan bahan penunjang seperti bayam, kedelai, jagung, hingga ikan.

Penambahan sayuran tidak hanya menambah nutrisi tetapi juga mempercantik tampilan warna mi tanpa perlu pewarna sintetik.

Bagi Anda yang ingin membuka usaha, investasi untuk pengolahan bihun dan sohun di tingkat industri kecil tergolong tidak terlalu besar dan relatif mudah dilakukan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang