Apakah Awal Ramadhan 2026 Pemerintah dan Muhammadiyah Akan Sama? Ini Penjelasan BRIN dan Kemenag
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu (18/2/2026).
PP Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang sudah menjadi pedoman Majelis Tarjih dan Tajdid.
“Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang dirilis di Yogyakarta pada 22 September 2025, diputuskan bahwa 1 Ramadan 1447 H akan jatuh pada hari Rabu Legi, 18 Februari 2026 M," kata PP Muhammadiyah dikutip dari laman resminya, Sabtu (18/10/2025).
Lalu, apakah awal Ramadhan 2026 PP Muhammadiyah dan pemerintah akan sama?
Apakah Awal Ramadhan 2026 Pemerintah dan Muhammadiyah Sama?
Peneliti utama Pusat Riset Antariksa Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Prof Thomas Djamaluddin mengatakan, fakta astronomi menunjukkan bahwa posisi hilal (Bulan sabit muda) belum memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) pada Selasa (17/2/2026) di wilayah Asia Tenggara.
“Kriteria yang digunakan oleh pemerintah dan sebagian besar ormas Islam, yaitu kurva kuning, ini tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat geosentrik,” ujar Thomas kepada Kompas.com, Sabtu (10/1/2026).
“Ini di wilayah Amerika, sehingga di wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia belum memenuhi kriteria,” tambahnya.
Atas dasar itulah, Thomas memperkirakan bahwa awal Ramadhan tahun ini akan jatuh pada Kamis (19/2/2026).
Namun, ada juga organisasi masyarakat (ormas) Islam yang memedomani kriteria Turkiye.
Posisi hilal di wilayah Amerika sudah terpenuhi dengan tinggi minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat.
Di wilayah Alaska juga sudah memenuhi sehingga menurut kriteria Turkiye 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh tanggal Rabu (18/2/2026).
“Jadi, ada potensi perbedaan awal Ramadan, ada yang 19 Februari dan ada yang 18 Februari,” jelas Thomas.
Kemenag juga Prediksi Awal Ramadhan Berbeda
Terpisah, Kementerian Agama (Kemenag) memprediksi awal Ramadhan 2026 antara pemerintah dan Muhammadiyah tidaklah sama.
Menurut Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar, awal Ramadhan diperkirakan jatuh pada Kamis (19/2/2026) berdasarkan kalender Hijriah.
Untuk menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh tanggal berapa, pemerintah melalui Kemenag akan menggelar Sidang Isbat.
“Dalam kalender Hijriah pemerintah dan beberapa ormas Islam tertera awal Ramadhan jatuh pada tanggal 19 Februari 2026. Namun untuk pemerintah tetap menunggu pelaksanaan Isbat awal Ramadhan 1447 yang insyaallah akan dilaksanakan pada 17 Februari 2026,” kata Thobib dikutip dari , Minggu (11/2/2026).
Kemenag Minta Perbedaan Awal Ramadhan Tidak Dipermasalahkan
Thobib menyampaikan bahwa perbedaan awal Ramadhan sudah biasa terjadi di Indonesia sehingga tidak perlu dipersoalkan.
Ia juga mengajak masyarakat supaya tetap mengikuti keputusan pemerintah terkait penetapan awal Ramadhan 2026.
“Jika memang hal itu (perbedaan) tidak bisa dihindarkan, pemerintah berharap agar masyarakat tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Wathaniyah (kebangsaan),” pungkasnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang