Masjid UGM Bagi-bagi Ribuan Porsi Sahur dan Buka Puasa Gratis Selama Ramadhan 2026

Masjid Kampus UGM, Masjid UGM Bagi-bagi Ribuan Porsi Sahur dan Buka Puasa Gratis Selama Ramadhan 2026

Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta akan membagi-bagikan ribuan porsi sahur dan berbuka puasa selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah.

Wakil Ketua Takmir Masjid Kampus UGM Agung Bramantya mengatakan, pihaknya menyiapkan 500 porsi untuk sahur dan minimal 1.500 porsi berbuka puasa.

"Untuk berbuka setiap hari, mekanismenya adalah karena perlu selektif, maka kami mengutamakan yang mengikuti kajian menjelang berbuka puasa," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (18/2/2026).

"Jadi, silakan nanti jemaah parkir untuk roda dua di kantong parkir yang di UGM maupun kantong parkir umum yang ada di sebelah timur Masjid Kampus UGM. Untuk roda empat, nanti bisa parkir di kantong parkir barat maupun yang di timur," tambahnya.

Mekanisme Sahur dan Berbuka Puasa Gratis

Agung menjelaskan, Masjid UGM menerapkan mekanisme yang berbeda dalam pembagian sahur dan buka puasa.

Untuk waktu sahur, pihak masjid akan membagikan minimal 500 porsi, namun hal ini tidak dilakukan setiap hari.

Mekanisme pembagian sahur dilakukan secara bergantian atau selang-seling.

"Jadi, kalau tadi malam sudah maka nanti malam itu tidak ada, besok malam baru ada," jelas Agung.

"Jadi selang-seling tanggal 1, tanggal 3, tanggal 5, tanggal 7 Ramadhan," tambahnya.

Agung menambahkan, khusus 10 hari terakhir bulan Ramadhan maka sahur akan diberikan setiap hari.

Proses pembagian sahur diperuntukkan bagi jemaah yang pertama kali datang.

Pihak kampus akan membuka stan registrasi untuk pembagian kupon sahur setiap pukul 02.15 WIB.

"Kemudian nanti sekitar jam 03.00 itu sudah mulai dibagikan menu," jelas Agung.

Sementara itu, pembagian menu berbuka diutamakan untuk jemaah yang mengikuti Kajian Samudera.

Setelah itu, pihak masjid akan membagikan minimal 1.500 kupon kepada jemaah mulai dari shaf depan sampai ke belakang.

Jemaah yang sudah mendapatkan kupon dapat menukarkannya di stan makanan berbuka puasa.

"Kemudian makannya di tempat-tempat yang sudah ditentukan, intinya tidak di masjid utama," imbuh Agung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang