Top 6+ Tips Memilih Tahu Tanpa Pewarna dan Bahan Pengawet, Liat Teksturnya
Tahu sering jadi lauk favorit karena rasanya lezat, bergizi, dan mudah diolah.
Namun, di balik kelezatannya, masih banyak tahu yang beredar dengan tambahan pewarna sintetis atau bahan pengawet berbahaya seperti formalin. Masalah ini bisa mengancam kesehatan jika dikonsumsi terus-menerus.
Agar lebih aman, pembeli perlu tahu cara membedakan tahu segar dan tahu yang mengandung bahan kimia.
Dalam artikel ini, kamu akan menemukan tips memilih tahu tanpa pewarna dan bahan pengawet, lengkap dengan ciri-ciri tahu segar yang layak dikonsumsi.
1. Pilih Tahu yang Warnanya Alami
Warna tahu bisa menjadi petunjuk penting. Tahu putih biasanya dibuat tanpa tambahan bahan pewarna. Namun, ada juga tahu kuning yang diwarnai alami menggunakan kunyit.
Jika warnanya terlalu mencolok atau mengilap, sebaiknya hindari karena bisa jadi mengandung pewarna sintetis yang tidak aman untuk tubuh.
Menurut buku “Membuat Aneka Tahu” (2001) karya Yan Pieter Saragih terbitan Penebar Swadaya, tahu yang diberi pewarna cat atau kain sangat berbahaya karena bahan tersebut bukan untuk konsumsi manusia.
2. Perhatikan Aroma Tahu
Tahu segar biasanya memiliki aroma kedelai yang lembut dan alami. Jika tahu beraroma wangi tajam atau menyengat, besar kemungkinan tahu tersebut mengandung formalin.
Bahan ini digunakan untuk mengawetkan makanan agar lebih tahan lama, tetapi sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat merusak organ dalam tubuh bila dikonsumsi terus-menerus.
Ilustrasi tahu goreng telur.
3. Cek Tekstur dan Permukaannya
Tahu yang masih segar bertekstur padat namun lembut saat ditekan. Permukaannya kering, tidak berlendir, dan tidak mudah hancur.
Bila terasa licin, lembek, atau bahkan tampak berjamur, itu pertanda tahu sudah tidak layak dikonsumsi. Produk seperti ini sebaiknya segera dihindari meskipun aromanya belum berubah.
4. Cermati Kemasan dan Kondisi Air
Jika membeli tahu kemasan di swalayan, selalu perhatikan tanggal kedaluwarsa. Pastikan air rendamannya jernih dan tidak berbusa, karena busa bisa menandakan tahu mulai rusak. Kemasan tahu yang baik harus masih utuh, tidak bocor, dan tidak mengeluarkan bau asam.
ilustrasi tahu.
5. Waspadai Harga yang Terlalu Murah
Harga bisa menjadi indikator kualitas. Tahu yang dijual jauh di bawah harga pasaran patut dicurigai karena bisa saja menggunakan bahan pengawet agar tidak cepat basi.
Lebih baik membeli dari penjual langganan atau pasar yang terpercaya, di mana kualitas dan kebersihan produk lebih terjamin.
6. Pilih Tahu dengan Warna dan Tekstur Alami
Dalam buku “Aneka Masakan Tahu” karya Yuni Pradata (AgroMedia), disebutkan bahwa tahu yang diberi kunyit alami memiliki warna kuning lembut dan mudah pudar bila disimpan terlalu lama.
Ini justru tanda bahwa tahu tersebut aman dikonsumsi, karena tidak mengandung pewarna buatan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.