Waspada Efek Wajah Cekung akibat Prosedur Pengencangan Kulit Tak Tepat

pengencangan kulit, gelombang ultrasound, Waspada Efek Wajah Cekung akibat Prosedur Pengencangan Kulit Tak Tepat

Pengencangan kulit wajah yang mulai kendur alias facial lifting menjadi salah satu prosedur kecantikan yang banyak diminati untuk menghadirkan kembali tampilan wajah yang lebih segar dan awet muda. 

Metode pengencangan kulit nonbedah seperti HIFU (high intensity focused ultrasound) dan radiofrekuency menjadi pilihan banyak orang karena tidak membutuhkan suntikan atau pisau bedah. Hasilnya pun cepat terlihat.

"HIFU ini menjadi pilihan yang sangat disukai, karena memang tidak ada luka, lalu hasilnya pun bisa terlihat instan, jadi ada rasa puas dan happy," tutur dr.Olivia Aldisa, founder Altruva Aesthetic Clinic Jakarta, dalam acara temu media (17/4/2026).

Ia menambahkan, HIFU merupakan teknologi yang sudah dipakai dalam 20 tahun terakhir. Prosedurnya adalah menembakkan gelombang ultrasound di lapisan kulit tertentu.

"Suhu yang dipakai biasanya 70 derajat celcius dan akan mematikan jaringan yang di lapisan tersebut. Dengan harapan di situ jaringannya mati, lalu menstimulasi yang baru," paparnya.

Jika dilakukan dengan tepat dan presisi, sebenarnya HIFU bisa menjadi pilihan face lifting. Namun, menurut dr.Aldisa banyak orang yang meingingkan hasil instan dan tampak tirus, sehingga energi yang dipakai terlalu tinggi dan terlalu sering.

Dampak dari prosedur yang berlebihan itu adalah hilangnya lemak di lapisan kulit wajah.

"Kalau semua lemaknya habis, mukanya jadi kelihatan cekung, kempot. Terkadang kalau 'nembak' gelombangnya tidak sama antara kanan dan kiri, hasilnya juga enggak simteris," paparnya.

pengencangan kulit, gelombang ultrasound, Waspada Efek Wajah Cekung akibat Prosedur Pengencangan Kulit Tak Tepat

Dokter estetika Olivia Aldisa

Ia mengatakan, energi ultrasound yang tidak tepat sasaran bukan hanya mengencangkan tetapi juga dapat memengaruhi volume wajah. Kondisi ini tentu bertolak belakang dengan tujuan awal melakukan HIFU. 

“Tidak semua treatment lifting diciptakan sama, dan tidak semua wajah membutuhkan pendekatan yang sama,” paparnya.

Pilih perawatan pengencangan kulit yang tepat

Berdasarkan pengalaman klinisnya, dr. Aldisa mengembangkan pendekatan A.R.T Lift by Sofwave™, yaitu strategi penempatan energi yang mempertimbangkan struktur wajah secara menyeluruh.

Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada lifting instan, tetapi juga pada bagaimana kulit beradaptasi dan beregenerasi secara bertahap.

Sofwave™ dirancang untuk menghantarkan energi ultrasound secara presisi pada lapisan dermis tengah, area penting untuk stimulasi kolagen tanpa mengganggu struktur lemak wajah.

"Pendekatan ini membantu menjaga proporsi wajah tetap harmonis sekaligus mendukung efek lifting yang bertahap dan natural," tutur dokter yang ditunjuk sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan National Trainer Sofwave™ di Indonesia ini.

Ia mengatakan, energi dari Softwave ditujukan ke bagian dermis yang ada di kedalaman 1.5 mm. Bagian kulit ini menurutnya adalah tempat yang menjadi "pabrik kolagen". 

"Jadi dia tidak mencederai jaringan lain dan juga karena dermis adalah sel yang sangat aktif, tidak hanya memproduksi kolagen, tapi juga memproduksi elastin yang membuat kulit jadi kenyal. Satu lagi dia akan menghasilkan hyaluronic acid alami yang ada di kulit kita," tuturnya.

Dengan demikian hasilnya kulit terlihat lebih kencang dan natural, tanpa mengorbankan kualitas jangka panjang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang