Siapa Sultan Ahmed bin Sulayem, Pengusaha Muslim Berpengaruh yang Disebut di Epstein Files?

Pengusaha Muslim yang Terseret Kasus Epstein
Pengusaha Muslim yang Terseret Kasus Epstein

Kasus yang melibatkan penjahat kejahatan seksual, Jeffrey Epstein kembali menjadi sorotan publik. Hal ini bermula dari pernyataan anggota partai Demokrat Ro Khana terkait dengan adanya enam pria yang ditutupi tanpa penjelasan dalam Epstein File.

Hal ini bermula saat dirinya dan anggota DPR Partai Republik, Thomas Massie diberi akses meninjau berkas Epstein File tanpa sensor di ruang baca aman milik Departemen Kehakiman AS (DOJ).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ada enam pria kaya dan berkuasa yang disembunyikan DOJ tanpa alasan yang jelas. Saat saya dan anggota Kongres Massie menyampaikan hal ini kepada Departemen Kehakiman, mereka mengakui kesalahan tersebut dan kemudian membuka identitas enam pria berpengaruh ini,” ujar Khanna dikutip dari laman New York Times, Kamis 12 Februari 2026.

Namun kurang dari 24 jam, Ro Khanna pada Selasa waktu AS berhasil mengungkap nama enam pria kaya dan berpengaruh yang menurutnya kemungkinan terlibat dalam berkas-berkas kasus Jeffrey Epstein.

Dari keenam nama tersebut salah satu yang menjadi sorotan luas global adalah Sultan Ahmed bin Sulayem. Lantas siapakah dia dan seperti apa keterkaitannya dengan Epstein?

Melansir laman Economic Times, Sultan Ahmed bin Sulayem adalah Group Chairman dan CEO dari DP World yang bergerak di bidang logistic. Dia juga memiliki jabatan sebagai ketua Ports, Custome and Free Zone Corporation dengan operasi yang mencakup lebih dari 80 negara.

Selain itu, Sultan Ahmed bin Sulayem juga memiliki jabatan sebagai Ketua Kamar Dagang Internasional Dubai serta Anggota Eksekutif Dubai, Otoritas Pajak Federal UEA, Dewan Zona Bebas Dubai dan Nakheel PJSC.  

Pengusaha dan Miliarder asal UEA ini diketahui pernah dianugerahi gelar doctor kehormatan dair Middlesex University Dubai pada tahun 2008 dan memiliki gelar sarjana ekonomi dari Temple University, AS.

Kasus Epstein

Sultan Ahmed bin Sulayem diketahui bertukar banyak pesan yang mengganggu dan bermuatan seksual dengan Epstein selama lebih dari satu dekade, bahkan setelah Epstein divonis bersalah pada 2008 atas kasus meminta anak di bawah umur untuk prostitusi, menurut dokumen tersebut.

Dalam sebuah email pada September 2015, eksekutif bisnis berpengaruh asal Dubai itu membanggakan hubungannya dengan seorang pelajar pertukaran asing.

“Dia sempat bertunangan tapi sekarang kembali dengan saya … seks terbaik yang pernah saya alami, tubuhnya luar biasa,” demikian bunyi email tersebut.

Korespondensi tersebut juga memuat rujukan seksual, gambar telanjang, serta kisah vulgar tentang pertemuan-pertemuan lainnya.

Sebagai salah satu tokoh paling berkuasa di Uni Emirat Arab, bin Sulayem juga disebut membantu Epstein memperoleh Little St. James, pulau pribadi Epstein di Karibia yang menurut jaksa federal digunakan untuk praktik perdagangan seks, seperti dilaporkan Bloomberg.

Pengusaha yang berperan besar dalam menjadikan Dubai pusat perdagangan global itu dilaporkan pernah difoto di pulau tersebut, dan email-email menunjukkan ia berulang kali merencanakan kunjungan ke sana.

Bin Sulayem juga membantu Epstein mendapatkan Great St. James, pulau Karibia lain miliknya. Ketika Epstein dilarang membeli pulau itu karena vonis tahun 2008, sebuah perusahaan Kepulauan Virgin yang dimiliki bin Sulayem membeli pulau tersebut pada 2016, berdasarkan dokumen yang diperoleh media tersebut.

Email-email tambahan mengungkap bahwa bin Sulayem pewaris keluarga kuat Emirat yang memiliki hubungan erat dengan para penguasa Dubai mendorong rencana Epstein untuk mengembangkan kedua pulau itu menjadi resor pribadi bagi pelanggan dan teman-temannya.

Sebagai tokoh industri besar, ia memanfaatkan proyek-proyek yang didukung negara untuk membangun kerajaan global di bidang pelabuhan, logistik, properti, hotel, dan investasi.

Kiswah Kabah

Dalam dokumen terbaru yang dirilis DOJ AS, Sultan Ahmed bin Sulayem juga sempat terlihat bersama Epstein na mpak tengah menatap sebuah benda dilantai yang diduga kain penutup Ka’bah, Kiswah.  Dari foto itu, terlihat keduanya berdiri berdampingan di bawah sebuah tangga menatap kain yang diduga kain Kiswah.

Dia juga sempat menjelaskan makna kain tersebut kepada Epstein dalam salah satu emailnya.

“Potongan kain hitam itu disentuh oleh setidaknya 10 juta Muslim dari berbagai mazhab Sunni, Syiah, dan lainnya.  Mereka mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, lalu masing-masing berusaha semaksimal mungkin untuk menyentuhnya, sambil menitipkan doa, harapan, air mata, dan cita-cita mereka pada kain ini, dengan harapan semua doa mereka dikabulkan,” demikian bunyi email itu.

Sempat Cemooh Wanita Bercadar

Dalam email terpisah, Sulayem juga sempat melontarkan lelucon yang menghina jamaah Muslim dengan mengaitkannya dengan terorisme.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Seorang teman saya pergi ke masjid di Saudi. Dengan begitu banyak teroris, jujur saja kamu tidak bisa membedakan apakah orang di sebelahmu hanya sedang menggaruk kemaluannya atau sedang memainkan tombol detonator!!!,” tulisnya.