Adik Raja Charles Terseret Epstein Files, Polisi Inggris Pertimbangkan Penyelidikan

Raja Charles III tampil di publik usai sejak didiagnosis menderita kanker
Raja Charles III tampil di publik usai sejak didiagnosis menderita kanker

Raja Charles akhirnya angkat bicara setelah nama adiknya, Andrew Mountbatten-Windsor, terseret dalam kasus yang melibatkan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Melalui juru bicara Istana Buckingham, Raja Charles menyatakan siap mendukung sepenuhnya setiap penyelidikan kepolisian terkait Andrew dan dugaan keterkaitannya dengan Epstein.

“Raja telah menyampaikan dengan jelas, baik melalui pernyataan maupun langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, betapa seriusnya keprihatinan beliau terhadap berbagai tuduhan yang terus bermunculan terkait perilaku Tuan Mountbatten-Windsor. Meski tuduhan-tuduhan spesifik tersebut menjadi tanggung jawab Tuan Mountbatten-Windsor untuk menjawabnya, jika Kepolisian Thames Valley menghubungi kami, kami siap memberikan dukungan sebagaimana yang sewajarnya,” kata Juru Bicara Istana Buckingham dikutip dari laman 9news.co.au, Selasa 10 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Raja Charles juga kembali menegaskan, atas nama dirinya dan Ratu Camilla, kepedulian serta empati mereka terhadap para korban kejahatan yang dilakukan Jeffrey Epstein.

“Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, Yang Mulia Raja dan Ratu selalu menaruh simpati dan empati kepada para korban segala bentuk kekerasan dan pelecehan,” demikian pernyataan istana.

Pernyataan Raja Charles ini muncul setelah Prince dan Princess of Wales, William dan Kate  juga menanggapi rilis terbaru dokumen Epstein melalui juru bicara Istana Kensington, saat keduanya tengah melakukan kunjungan ke Arab Saudi.

“Istana dapat memastikan bahwa Pangeran William dan Putri Kate sangat prihatin dengan berbagai pengungkapan yang terus bermunculan.  Perhatian mereka tetap tertuju pada para korban,” kata juru bicara tersebut.

Polisi Inggris Buka Opsi Penyelidikan

Sementara itu berdasarkan laporan BBC.UK, pihak kepolisian tengah menilai kemungkinan membuka penyelidikan terhadap Mountbatten-Windsor atas dugaan penyalahgunaan jabatan publik dan pelanggaran undang-undang rahasia negara.

Kepolisian Thames Valley yang bertugas di wilayah barat London, termasuk Windsor, lokasi kediaman lama Mountbatten-Windsor mulai menelaah kasus ini setelah sejumlah media melaporkan bahwa email-email yang baru terungkap menunjukkan bahwa sang mantan pangeran sempat mengirimkan laporan perjalanannya kepada Epstein. Laporan itu berasal dari tur Asia Tenggara yang ia jalani pada 2010 saat menjabat sebagai utusan Inggris untuk perdagangan internasional.

Sebelumnya, seorang aktivis anti-monarki mengaku telah melaporkan Mountbatten-Windsor atas dugaan penyalahgunaan jabatan publik dan pelanggaran Undang-Undang Rahasia Negara Inggris. Laporan itu didasarkan pada email-email yang termasuk dalam lebih dari 3 juta halaman dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS bulan lalu.

“Kami dapat mengonfirmasi bahwa laporan tersebut telah diterima dan saat ini sedang kami telaah sesuai prosedur yang berlaku,” ujar pihak kepolisian dalam pernyataannya.

Tekanan terhadap keluarga kerajaan terlihat jelas saat Raja Charles mengunjungi Lancashire, Inggris barat laut. Meski sebagian besar warga menyambut dengan tepuk tangan, sorakan, dan kibaran bendera Inggris, terdengar satu orang berteriak, “Sejak kapan Anda tahu soal Andrew?”

Korespondensi yang ditemukan dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa Mountbatten-Windsor diduga meneruskan salinan laporan perjalanan Asia Tenggara tahun 2010 kepada Epstein tak lama setelah kembali ke Inggris.

Sebuah email sebelumnya juga memperlihatkan Andrew membagikan jadwal perjalanan dua pekannya di Asia yang mencakup Hanoi, Saigon, Singapura, Kuala Lumpur, dan Hong Kong kepada Epstein.

Raja Charles Usir Andrew dari Royal Lodge

Pekan lalu, Raja Charles memaksa Mountbatten-Windsor meninggalkan kediamannya yang telah lama ditempati, Royal Lodge, dekat Kastel Windsor. Langkah ini mempercepat rencana kepindahan yang sebenarnya sudah diumumkan sejak Oktober, namun semula diperkirakan baru rampung akhir tahun ini.

Kemarahaan publik terkait tempat tinggal Mountbatten-Windsor terus meningkat, seiring kekhawatiran bahwa ia masih menikmati berbagai keuntungan sebagai anggota kerajaan meski sudah tidak lagi menjalankan tugas resmi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, Mountbatten-Windsor tinggal di kawasan Sandringham Estate milik Raja Charles di Inggris timur. Untuk sementara, ia menempati Wood Farm Cottage sambil menunggu rumah permanennya di area tersebut selesai diperbaiki. Berbeda dengan Royal Lodge yang merupakan milik negara dan dikelola untuk kepentingan publik, Sandringham adalah properti pribadi milik raja.