Earthshot Prize Pangeran William Dilaporkan, Donatur Dikaitkan dengan Epstein

Pangeran William, Sultan Ahmed bin Sulayem, Jeffrey Epstein
Pangeran William, Sultan Ahmed bin Sulayem, Jeffrey Epstein

 Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran William kini ikut menjadi sorotan terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein. Hal ini bermula dari Pangeran William melalui insiatif lingkungannya, Earthshot Prize yang dilaporkan ke Charity Commission oleh kelompok anti-monarki Republic pada Rabu 11 Februari kemarin.

Meski Pangeran William menjadi wajah utama dari Earthshot Prize, namun program tersebut memiliki sejumlah mitra salah satunya adalah DP Wolrd perusahaan milik Sultan Ahmed bin Sulayem. Sultan Ahmed diketahui tengah disorot lantaran namanya muncul dalam bukti baru yang diungkap oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ) Selasa pekan ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sebuah email tertanggal April 2009 lalu Epstein menanyakan keberadaan seseorang. Saat itu penerima email itu disamarkan. Namun setelah sejumlah anggot kongres AS diizinkan melihat dokumen tanpa sensor pekan ini, anggota DPR AS Thomas Massie mengkonfimrasi bahwa email itu dikirimkan untuk Sulayem.

”Di mana kamu? Kamu baik-baik saja? Saya menyukai video penyiksaan itu,” demikian bunyi email yang dikirim Epstein seperti dikutip dari laman People, Kamis 12 Februari 2026.

Pernyataan Keras Kelompok Anti Monarki Republik Untuk Keluarga Kerajaan

Dalam situs resmi mereka, kelompok anti-monarki Republic mengatakan bahwa DP World merupakan mitra pendiri Earthshot Prize dan telah menyumbang sedikitnya 1,3 juta dolar AS untuk organisasi tersebut. Mereka juga menambahkan bahwa Sulayem dan William pernah terlihat bersama dalam beberapa kesempatan, termasuk saat Sulayem menunjukkan dukungannya secara langsung terhadap badan amal itu.

“Masalah ini cukup serius dan membutuhkan penyelidikan penuh serta menyeluruh,” demikian pernyataan Republic,” demikian keterangan resmi mereka dikutip dari laman People, Kamis 12 Februari 2026.

CEO Republic, Graham Smith, mengatakan William masih harus menjawab banyak pertanyaan terkait apa yang ia ketahui tentang Pangeran Andrew dan Epstein.

“Sekarang ia juga perlu menjelaskan hubungannya dengan Sulayem,” ujarnya.

Menurut Smith, sulit dipercaya jika Kantor Luar Negeri Inggris, badan keamanan, atau penasihat lainnya tidak mengetahui latar belakang Sulayem dan tidak memberikan pertimbangan yang semestinya. Ia juga menyoroti bahwa dokumen-dokumen tersebut sudah lama berada di tangan otoritas AS.

“Earthshot punya kewajiban melakukan uji tuntas terhadap para donatur dan sumber dana. Apakah itu sudah dilakukan? Jika ya, apakah William mengabaikan pertimbangan tersebut? Kami membutuhkan jawaban di tengah meluasnya skandal ini,” tambah Smith.

Juru bicara Charity Commission mengatakan kepada ITV bahwa pihaknya mengetahui adanya kekhawatiran terkait sumber pendanaan Earthshot Prize.

“Kami sedang menilai informasi ini untuk menentukan langkah selanjutnya dan apakah ada peran bagi Komisi,” ujarnya.

Saat dihubungi People, pihak Earthshot Prize belum memberikan komentar. Namun, disebutkan bahwa Earthshot tengah berkomunikasi dengan manajemen DP World terkait persoalan ini.

Sebagai informasi, kaitan terbaru dengan Epstein ini muncul hanya beberapa hari setelah Andrew kembali dikaitkan dengan terpidana pelaku kejahatan seksual tersebut melalui bukti yang baru dirilis, dalam laporan yang juga disampaikan Republic.

Kelompok anti-monarki itu pekan lalu mengajukan pengaduan ke Kepolisian Thames Valley terkait dugaan bahwa Andrew pernah membagikan informasi rahasia kepada Epstein saat menjabat sebagai utusan perdagangan. Menyusul kabar tersebut, Raja Charles akhirnya angkat bicara soal adiknya, yang telah dicabut gelar kerajaannya pada musim gugur lalu.

Dalam pernyataan Istana Buckingham tertanggal 9 Februari disebutkan bahwa Raja telah menyampaikan keprihatinan mendalam atas tuduhan-tuduhan yang terus bermunculan terkait perilaku Andrew. Meski klaim tersebut menjadi tanggung jawab Andrew untuk menjawabnya, istana menyatakan siap mendukung Kepolisian Thames Valley apabila diminta.

Pernyataan itu juga menegaskan bahwa pikiran dan simpati Raja serta Ratu tetap bersama para korban dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, William (44) juga sempat ditanya wartawan mengenai Andrew saat kunjungan kenegaraannya ke Arab Saudi pekan ini. Ia tidak memberikan jawaban saat itu. Namun sebelumnya, pada 8 Februari, William dan istrinya, Kate Middleton, melalui juru bicara menyatakan bahwa mereka sangat prihatin atas berbagai pengungkapan yang terus muncul, dan bahwa perhatian mereka tetap tertuju kepada para korban.