Ngerasa Ditelantarin Denada, Begini Cara Ressa Rizky Bertahan Hidup

Denada dan Ressa Rizky
Denada dan Ressa Rizky

 Nama Ressa Rizky Rosano kembali menjadi perhatian publik seiring bergulirnya gugatan perdata yang ia ajukan terhadap penyanyi Denada. Pria asal Banyuwangi, Jawa Timur itu mulai membuka kisah hidupnya ke hadapan media, termasuk perjalanan bertahan hidup yang ia jalani sejak remaja hingga dewasa tanpa dukungan finansial dari pihak yang disebut-sebut sebagai ibu kandungnya.

Di tengah proses hukum yang masih berlangsung, Ressa mengungkap bahwa ia pernah bekerja untuk keluarga Denada jauh sebelum polemik status anak kandung mencuat. Scroll lebih lanjut yuk!

Salah satu pekerjaan yang ia jalani adalah menjadi sopir pribadi mendiang Emilia Contessa, ibunda Denada, saat almarhumah aktif dalam kegiatan kampanye politik.

"Saat kampanye dulu, saya pernah jadi sopir Bunda Emilia. Saya sering disuruh-suruh juga bersama Mama demi bisa dapat upah," ungkap Ressa dalam konferensi pers via Zoom, baru-baru ini.

Ressa menegaskan bahwa pekerjaannya dilakukan secara profesional dengan sistem pembayaran rutin. Ia menerima gaji bulanan sebesar Rp2,5 juta. 

Pengakuan tersebut disampaikan untuk merespons tudingan sebagian warganet yang menilai dirinya hanya ingin mencari sensasi dengan mengaitkan nama besar Denada.

Lebih lanjut, Ressa menjelaskan bahwa sejak lulus SMA ia sudah terbiasa hidup mandiri. Ia mengaku pernah menjalani berbagai pekerjaan serabutan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Selama lebih dari dua dekade hidupnya, Ressa menegaskan tidak pernah menerima bantuan finansial dari Denada.

"Setahu saya, yang saya rasakan, saya tidak pernah menerima apapun dari Mbak Denada. Semua biaya hidup saya dari Papa dan Mama (orang tua asuh) yang mengurus saya sejak kecil," kata dia.

Ia juga menepis anggapan mencari popularitas.

"Saya tidak perlu itu (pansos). Saya bukan cari panggung, tapi ini kenyataan hidup yang memang harus saya lewati," tegasnya.

Di sisi lain, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, mengungkap bahwa kliennya baru benar-benar berani menelusuri asal-usul dirinya setelah Emilia Contessa meninggal dunia.

Ronald menambahkan bahwa selama Emilia masih hidup, Ressa memilih untuk diam dan tidak memperdalam isu tersebut. Setelah wafatnya sang nenek, barulah upaya pencarian fakta dilakukan.

"Ressa ini lahir di Jakarta, tapi kemudian dibawa ke Banyuwangi untuk dirawat oleh bibinya. Sebelum itu, sempat ditawarkan ke orang lain juga untuk mengasuh anak ini," jelasnya.

Saat ini, Ressa menyatakan siap menjalani tes DNA untuk membuktikan klaimnya. Namun, pihak kuasa hukum menegaskan bahwa fokus utama perkara masih pada hubungan hukum dengan ibu biologis.

Sebagai informasi, Ressa telah mengajukan gugatan perdata terhadap Denada ke Pengadilan Negeri Banyuwangi dengan nilai tuntutan mencapai Rp7 miliar atas dugaan perbuatan melawan hukum berupa penelantaran anak.