Ressa Rizky Ngerasa Disalahkan, Pengacara Minta Iis Dahlia-Irfan Hakim Gak Ikut Campur

Iis Dahlia, Ressa Rizky, dan Irfan Hakim
Iis Dahlia, Ressa Rizky, dan Irfan Hakim

 Situasi panas kembali menyelimuti konflik antara Ressa Rizky Rossano dan Denada. Ressa mengaku merasa disudutkan oleh sejumlah rekan artis Denada ketika bertemu dalam sebuah acara.

Ia menyebut, pertemuan tersebut berubah menjadi momen tidak menyenangkan karena dirinya dianggap sebagai pihak yang patut disalahkan atas isu boikot televisi yang tengah menerpa Denada. Scroll lebih lanjut yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam keterangannya, Ressa menirukan ucapan sejumlah pihak yang menekannya dengan alasan hubungan darah. Ia menegaskan bahwa narasi tersebut dilontarkan secara langsung tanpa rekayasa.

"intinya, (mereka bilang) 'bagaimana pun itu kan masih darah daging'. Ini nggak saya tambahi, nggak saya kurangi," kata Ressa Rizky Rossano, mengutip tayangan YouTube, Selasa 3 Februari 2026.

"Terus (mereka bilang) 'kasihan loh itu diboikot dari pihak stasiun TV'. Ya maksudnya Ressa kan, Ressa nggak meminta seperti ini dan bukan Ressa yang minta di-boikot," tambahnya.

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari kuasa hukum Ressa, Ronal Armada. Ia menilai kliennya telah mengalami tekanan psikis secara langsung di lokasi acara.

"Tadi itu Ressa sempat dikerubungi dan diteror secara psikis, seakan-akan dia yang bersalah sehingga Denada itu tidak mendapatkan pekerjaan di stasiun TV karena di-boikot," ungkap Ronal.

"Itu makanya saya geram. Terutama buat Iis Dahlia, saya menyebut nama karena itu yang terjadi. Dia memojokkan Ressa seakan-akan gara-gara dia, temannya itu tidak dapat pekerjaan," tambahnya.

Lebih lanjut, Ronal juga menyampaikan teguran terbuka kepada Irfan Hakim agar tidak terjebak dalam pembelaan sepihak. 

Ia meminta para figur publik tersebut untuk menahan diri jika tidak memahami duduk perkara yang sebenarnya.

"Buat Bang Irfan Hakim dan Iis Dahlia, tolonglah agak sedikit adil jangan ikut campur kalau tidak tahu asbabun nuzul persoalan ini. Ressa ini sudah 24 tahun ditelantarkan, tidak dikasih makan, dibuang, tidak dinafkahi. Itu yang harus kalian lihat," tegas Ronal.

Tak hanya itu, Ronal juga menantang Denada untuk membuka ruang dialog secara langsung dengan Ressa.

"Logika yang paling sederhana itu, kalau you merasa tidak salah, kalau you merasa benar, kenapa sampai sekarang kok masih sembunyi? Ayo kita berbicara muka per muka, kita formulasikan gimana solusinya," tutup Ronal Armada.

Sementara itu, kuasa hukum Ressa lainnya, Andika Meigista, turut menyoroti argumen “darah daging” yang menurutnya tidak sejalan dengan fakta hukum. 

Ia memaparkan adanya dokumen yang menunjukkan bahwa sejak awal, pengakuan terhadap Ressa dinilai tidak konsisten.

"Kalau dia (Denada) masih menganggap anak, kenapa akta kelahiran Ressa ini atas nama Didurosa Noerhansah (kakek), bukan Denada Tambunan sebagai ibunya?" kata Andika.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Andika juga menepis tudingan eksploitasi anak yang sempat diarahkan kepada pihak Ressa. Ia menegaskan bahwa Ressa telah berstatus dewasa, sehingga narasi tersebut dinilai kurang relevan secara hukum. 

Konflik ini pun masih menjadi sorotan publik, sementara masyarakat menantikan klarifikasi langsung dari Denada untuk meredam polemik yang terus bergulir.