Emil Audero Buka Suara usai Insiden Lemparan Flare: Itu Bisa Jauh Lebih Buruk

Emil Audero terkena lemparan flare dari fans Inter Milan
Emil Audero terkena lemparan flare dari fans Inter Milan

Aksi tidak sportif mewarnai pertandingan tandang Inter Milan saat menghadapi Cremonese pada pekan ke-23 Liga Italia 2025-2026. 

Dalam laga yang digelar di Stadion Giovanni Zini, Cremona, Senin 2 Februari 2026 dini hari WIB, kiper Cremonese, Emil Audero menjadi sasaran lemparan flare dari arah tribun pendukung Inter.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peristiwa tersebut terjadi pada awal babak kedua, tepatnya menit ke-48, ketika Inter Milan sedang melancarkan serangan. Sebuah flare tiba-tiba meluncur dari tribun utara yang ditempati suporter tim tamu dan meledak di dekat posisi Audero. Insiden ini mencoreng kemenangan Inter Milan atas Cremonese dengan skor 2-0.

Sehari setelah kejadian, Audero menyampaikan kondisi terkininya melalui pesan video yang diunggah di kanal media sosial resmi Cremonese. Dalam pernyataannya, kiper Timnas Indonesia mengaku beruntung karena situasi tersebut tidak berujung cedera serius.

“Halo semuanya, ini hanya pesan untuk mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang menulis kepada saya untuk menanyakan kabar saya. Saya baik-baik saja, meskipun saya merasakan sakit yang hebat di telinga dan sensasi terbakar di lutut saya,” ujar Audero.

Ia menjelaskan bahwa dirinya tetap bisa menjalani sesi latihan keesokan harinya. Setelah meninjau ulang rekaman kejadian, Audero menyadari bahwa dampak insiden tersebut berpotensi jauh lebih berbahaya.

“Saya berhasil berlatih hari ini dan merasa lega, karena setelah melihat rekamannya, situasinya bisa jauh lebih buruk. Saya senang semuanya berjalan lancar, terlepas dari semua itu,” lanjutnya.

Audero juga menyinggung fakta bahwa insiden serupa masih kerap terjadi di stadion sepak bola. Ia berharap kejadian tersebut bisa menjadi yang terakhir, seraya menyampaikan apresiasi atas dukungan yang ia terima dari berbagai pihak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sayangnya, hal-hal ini masih terjadi, tetapi saya berharap hal ini akan berhenti di masa mendatang. Saya berterima kasih kepada semua yang telah menulis surat kepada saya dan mengirimkan pelukan,” ucapnya.

Sementara itu, laporan menyebutkan bahwa suporter Inter yang melempar kembang api telah berhasil diidentifikasi. Pelaku bahkan dilaporkan mencoba melempar kembang api lain beberapa menit setelah insiden pertama. Namun, upaya tersebut justru berbalik mencederai dirinya sendiri. Tiga jari pelaku pelemparan dilaporkan mengalami luka parah akibat ledakan di tangan.