Emil Audero Berbagi Kredit dengan Elkan Baggott di Momen Penalti Oman
Kiper timnas Indonesia, Emil Audero, menyinggung kolaborasi lini belakang dan peran Elkan Baggott saat ia menepis penalti penyerang Oman, Hatem Sultan Alrushadi.
Hasil laga FIFA Matchday Timnas Indonesia vs Oman berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).
Timnas Indonesia sukses mengalahkan Oman dengan skor 3-0 berkat gol-gol Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen.
Emil Audero punya peran penting di bawah mistar gawang dengan menggagalkan penalti lawan saat skor penting 2-0 dan beberapa kesempatan emas lawan.
Emil pun dinobatkan sebagai pemain terbaik pada pertandingan tersebut.
Bagi kiper Cremonese tersebut, ini adalah penyelamatan penalti ketiganya musim ini setelah ia juga menahan tendangan 12 pas Scott McTominay saat menghadapi Napoli dan Kenan Yildiz saat bersua Juventus.
Namun, ini adalah penyelamatan penalti pertama baginya musim ini yang membawa timnya menang mengingat timnya kalah 0-4 lawan Napoli dan 0-5 lawan Juventus pada kedua momen penyelamatan penalti tadi.
Emil Berbagi Pujian
Meski menjadi sosok kunci pada momen krusial, Emil memilih untuk tidak menyandang seluruh pujian sendiri.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi kuat dari lini belakang yang tampil sangat solid sepanjang pertandingan walau tanpa sosok Jay Idzes sang kapten yang cedera.
Menurut Emil, konsentrasi selama 90 menit adalah tantangan terbesar bagi seorang penjaga gawang, terutama saat tim menguasai bola.
"Menjaga fokus adalah hal tersulit bagi seorang penjaga gawang," ujar Emil kepada awak media di sesi konferensi pers.
Penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero Mulyadi (tengah) menghadang tendangan penalti pesepak bola Timnas Oman Hatem Sultan Alrushadi (kanan) dalam laga FIFA Match Day di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (5/6/2026). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/bar
Dia menjelaskan bahwa keberhasilan menggagalkan penalti bukan hanya karena dirinya, melainkan juga peran para pemain bertahan yang sigap menghadapi bola pantul setelah penyelamatan.
Pujian Khusus bagi Baggott
Elkan Baggott mendapat pujian khusus dari Emil karena langsung membuang bola jauh setelah penalti tersebut.
"Kalau melihat situasinya, setelah penalti itu Elkan langsung datang dan membuang bola," ucap Emil.
"Itu menunjukkan dia tetap fokus. Kami melakukan pekerjaan sangat baik sebagai sebuah tim," tambahnya.
Emil menegaskan bahwa hubungan antara kiper dan bek sangat penting untuk membangun pertahanan yang kokoh.
Menurutnya, selain membantu lini belakang, kiper juga sering dibantu oleh para bek dalam menghadapi situasi berbahaya.
"Itulah pentingnya memiliki rekan satu tim yang hebat di sekitar Anda," kata Emil.
"Saya bisa membantu mereka, tetapi mereka juga sering membantu saya. Itu sangat penting dalam sepak bola," jelasnya.
Tantangan Cuaca di Jakarta
Selain membahas penalti, Emil juga mengakui tantangan kondisi cuaca di Jakarta yang membuat seluruh pemain kelelahan.
Meski sebagai kiper yang tidak banyak bergerak, ia merasakan kelelahan luar biasa setelah laga.
"Saya berusaha menjaga fokus sepanjang pertandingan," ujar Emil.
"Tapi dengan cuaca seperti ini, sungguh sulit. Bahkan saya yang seorang kiper pun merasa sangat lelah di akhir pertandingan," tuturnya sambil tersenyum.
Bagi Emil, kemenangan 3-0 atas Oman adalah hasil kerja keras seluruh tim, mulai dari pencetak gol hingga pemain bertahan.
Selanjutnya, Timnas Indonesia akan menghadapi Mozambik di SUGBK pada Selasa (9/6/2026).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang