Kondisi Emil Audero Usai Kena Lemparan Flare Suporter Inter Milan
Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, angkat bicara usai menjadi korban insiden pelemparan flare dalam laga Cremonese vs Inter Milan di Stadion Giovanni Zini, Senin 2 Februari 2026 dini hari WIB. Audero mengaku bersyukur karena terhindar dari cedera serius dalam kejadian yang sempat membuat publik sepak bola Italia terkejut.
Insiden terjadi pada awal babak kedua. Sebuah flare tiba-tiba mengarah ke posisi Audero dan meledak di dekatnya. Kiper berusia 28 tahun itu langsung terjatuh sambil memegangi telinga. Tim medis sempat memberikan perawatan sebelum Audero dinyatakan mampu melanjutkan pertandingan hingga peluit akhir.
Melalui video yang diunggah akun resmi klub, Audero menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang memberikan dukungan dan doa setelah insiden tersebut.
Meski hanya mengalami cedera ringan, Audero mengakui dampak ledakan flare itu cukup mengkhawatirkan. “Kondisi saya baik-baik saja, meskipun saya merasakan sakit yang hebat di telinga dan sensasi terbakar di lutut,” ujar Audero, dikutip dari Football Italia.
Audero menegaskan situasi bisa berujung jauh lebih fatal jika flare tersebut jatuh di posisi yang lebih berbahaya. “Saya masih bisa berlatih hari ini dan merasa lega. Setelah melihat rekamannya, saya sadar bahwa situasinya bisa benar-benar lebih buruk. Untungnya semuanya berjalan lancar,” tambahnya.
Insiden ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Manajemen Cremonese menyampaikan keprihatinan mendalam dan menyerukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku pelemparan flare. Sementara itu, Inter Milan melalui akun resmi X turut menyampaikan permintaan maaf atas ulah oknum suporter yang mengganggu jalannya pertandingan.
Kejadian tersebut kembali membuka diskusi soal keamanan stadion di kompetisi elite Eropa, yang belakangan kerap tercoreng oleh aksi tak bertanggung jawab suporter. Audero pun berharap kejadian serupa tidak lagi terulang di masa mendatang.
“Sayangnya, hal seperti ini masih terjadi. Saya berharap ke depan bisa dihentikan. Terima kasih kepada semua yang telah mengirim pesan dan dukungan kepada saya,” tutup Audero.