Siput Tanpa Cangkang Ternyata Bisa Membawa Penyakit, Ini Cara Mengusirnya

siput bugil, Siput Tanpa Cangkang Ternyata Bisa Membawa Penyakit, Ini Cara Mengusirnya, 1. Lakukan pencarian siput pada pagi, senja, dan saat hujan, 2. Hilangkan tempat persembunyian, 3. Siram tanaman lebih awal pada siang hari, 4. Tanam tanaman yang tidak disukai siput, 5. Gunakan perangkap kardus, 6. Buat perangkap buatan untuk menenggelamkan siput, 7. Pertimbangkan umpan komersial berbahan besi fosfat

Siput tanpa cangkang atau yang sering disebut siput bugil (slug), sering datang di musim hujan yang basah dan lembap.

Siput ini akan melata di tanah dan pekarangan rumah, dan pelan-pelan bisa masuk ke area hunian.

Banyak orang mengira siput bugil binatang yang aman, tidak membawa risiko apapun. Padahal, siput ini bisa membawa parasit yang berbahaya, yang mengancam kesehatan manusia.

Informasi soal siput bugil ini dibagikan di media sosial Instagram oleh akun Lemon8Indonesia.

"Kalau kamu sering lihat siput bugil di rumah, apalagi saat musim hujan, jangan dianggap sepele ya! Bisa jadi mereka bawa 'penyakit mematikan'. Ada beberapa laporan kematian akibat tertular parasit dari siput, terutama jika siput tersebut terinfeksi dan masuk ke tubuh manusia," tulis narasi dalam unggahan.

Dalam foto yang diunggah juga tertera penjelasan,"Siput bugil bisa menjadi inang dari parasit Angiostrongylus cantonensis (cacing paru-paru tikus), yang jika masuk ke tubuh manusia bisa menyebabkan infeksi otak (meningisit eosinofilik)."

Selain itu disebutkan, lendir siput juga bisa mengandung bakteri dan kotoran yang menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan diare. Sehingga masyarakat diimbau untuk mencuci sayuran hingga bersih, terutama yang dipetik dari kebun, dan hindari menyentuh siput.  

Kekhawatiran soal cacing paru tikus

Dilansir dari Sun Herald, kekhawatiran soal siput bugil memang beralasan.

Selain menjadi hama di kebun, siput bugil ini memang dapat menyebarkan parasit seperti Angiostrongylus cantonensis atau yang dikenal sebagai cacing paru tikus.

Parasit ini dapat menginfeksi mamalia, termasuk anjing, kucing, dan manusia.

“Siput ini memiliki kemampuan menularkan parasit yang tidak kita perlukan di dalam ekosistem kita,” kata Direktur Riset dan Edukasi Texas Invasive Species Institute, Ashley Morgan-Olvera.

Jika seekor siput menelan larva cacing paru tikus, yang umumnya ditemukan dalam kotoran tikus yang terinfeksi, siput tersebut dapat ikut terinfeksi.

Parasit kemudian dapat menular ke mamalia yang memakan siput terinfeksi atau mengonsumsi hasil pertanian yang terkontaminasi lendir siput yang mengandung parasit.

“Kami melakukan studi parasit pada siput hitam ini dan menemukan bahwa siput hitam tersebut membawa parasit Angiostrongylus di Texas,” ujar Morgan-Olvera.

“Data serupa belum tentu tersedia untuk setiap negara bagian di wilayah tenggara Amerika Serikat, sehingga sebaiknya masyarakat berhati-hati terhadap siput ini dan menyingkirkannya dari properti Anda,” sambungnya.

Mamalia yang terinfeksi cacing paru tikus dapat mengalami gejala neurologis seperti sensitif terhadap cahaya, perubahan penglihatan, kelumpuhan, kerusakan saraf, serta komplikasi lainnya.

Meski demikian, tidak semua siput bugil atau siput hitam membawa cacing paru tikus.

“Siput itu sendiri bukanlah parasit, dan jika Anda melihatnya, itu tidak berarti Anda memiliki cacing parasit tersebut,” kata Morgan-Olvera.

“Biasanya seseorang harus mengonsumsinya atau mengalami kontak langsung untuk penularan dapat terjadi,” ujar Direktur Mississippi Entomological Museum, Dr. JoVonn Hill.

Cara menyingkirkan siput bugil dari area rumah

Morgan-Olvera merekomendasikan penggunaan tanah diatom (diatomaceous earth) di kebun, melilitkan kawat tembaga di bagian dasar tanaman utama, memasang perangkap bir atau adonan roti, atau menggunakan umpan siput organik untuk membantu mencegah keberadaan siput invasif tersebut.

Sedangkan, dilansir dari Southern Living, para pakar merekomendasikan langkah berikut ini:

1. Lakukan pencarian siput pada pagi, senja, dan saat hujan

Periksa area tempat mereka bersembunyi, seperti di bawah bangku, tumpukan daun, dedaunan lebat, dan pot tanaman. Gunakan sarung tangan untuk memungutnya, lalu masukkan ke dalam ember berisi air sabun.

2. Hilangkan tempat persembunyian

Gunakan penyangga pot agar planter terangkat sehingga tidak ada ruang bagi siput bersembunyi. Tipiskan mulsa yang terlalu tebal, serta singkirkan kayu lapuk, tumpukan sampah, dan batu.

3. Siram tanaman lebih awal pada siang hari

Hal ini agar tanaman dan tanah sempat mengering dan tidak menjadi tempat berlindung.  Pertimbangkan menggunakan irigasi tetes dibanding penyiraman dari atas.

4. Tanam tanaman yang tidak disukai siput

Tanam tanaman yang tidak mereka sukai, seperti tanaman beraroma kuat rosemary, geranium, sage, dan lavender.

Pada musim gugur, bersihkan vegetasi di area yang bermasalah sepanjang musim tanam, seperti di sekitar hosta atau daylily. Cara ini dapat mengurangi telur yang bertahan hingga musim hujan.

5. Gunakan perangkap kardus

Letakkan potongan kardus atau papan kayu tipis berukuran sekitar 15 x 15 cm di permukaan tanah untuk menarik siput, lalu periksa setiap pagi.

Gunakan sarung tangan untuk mengumpulkannya dan masukkan ke dalam air sabun.

6. Buat perangkap buatan untuk menenggelamkan siput

Kubur wadah bekas yogurt ukuran sekitar satu liter hingga bibirnya sejajar dengan permukaan tanah. Isi dengan air serta sedikit ragi dan gula untuk menarik siput.

Bersihkan dan isi ulang perangkap setiap satu atau dua hari, kata Wilber.

7. Pertimbangkan umpan komersial berbahan besi fosfat

Produk ini mengganggu metabolisme siput, bertahan sekitar dua minggu, dan tidak perlu diaplikasikan ulang setelah hujan.

Umpan yang mengandung metaldehida tidak disarankan karena tidak aman untuk tanaman pangan, harus diaplikasikan ulang setelah hujan, serta beracun bagi hewan peliharaan dan satwa liar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang