Gubernur Kaltim Janji Bakal Hati-hati dalam Bertutur Kata: Saya Minta Maaf

Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud

Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud meminta maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya di Kaltim atas perkataannya yang menyakiti hati rakyat.

Hal tersebut diungkapkan Rudy Mas'ud melalui video yang diunggah dalam media sosial instagramnya pada Minggu, 26 April 2026.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rudy mengaku banyak merenungi sikap dan gaya berkomunikasinya yang banjir kritik dari masyarakat. Ia  menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang telah terjadi.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud (kiri)

"Saya banyak merenung saya menyadari ada hal-hal yang perlu saya perbaiki, baik dalam bersikap maupun dalam berkomunikasi. Untuk itu, dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang terjadi," kata Rudy dikutip Senin, 27 April 2026.

Gubernur Kaltim itu menegaskan bahwa pihaknya bakal membuka ruang transparansi luas untuk masyarakat. Dengan tujuan agar setiap setiap kebijakan bisa dipahami dan diawasi bersama.

"Kami juga akan membuka ruang transparansi yang lebih luas agar setiap kebijakan bisa dipahami dan diawasi bersama," ujar Rudy.

Di sisi lain, ia mengaku menerima segala bentuk kritikan dan masukan dari masyarakat. Menurutnya, hal itu sebagai salah satu rasa cinta terhadap Provinsi Kalimantan Timur.

"Masukan dan kritik yang disampaikan masyarakat saya terima sebagai bentuk kepedulian dan cinta terhadap Kalimantan Timur," kata Rudy.

"Saya berkomitmen untuk bekerja lebih teliti lebih peka dan lebih mendahulukan apa yang menjadi prioritas bagi masyarakat Kalimantan Timur. Mohon doa dan dukungan untuk meneruskan program-program kita dan memastikan setiap manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat Kalimantan Timur," imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud, memberikan respons atas aksi demonstrasi ribuan massa di depan Kantor Gubernur di Samarinda yang berakhir Selasa malam, 21 April 2026. 

Dalam pernyataannya, ia tidak menyampaikan permintaan maaf, melainkan mengapresiasi aspirasi publik serta menyinggung soal arah masa depan atau “takdir” Kalimantan Timur.

Rudy menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa, masyarakat, serta aparat keamanan yang dinilai telah menjaga situasi tetap kondusif hingga aksi berakhir. Ia juga menilai masukan dari publik sebagai bagian penting dalam evaluasi kinerja pemerintah daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa, lapisan masyarakat, serta TNI-Polri yang telah menjaga situasi keamanan hingga berakhirnya penyampaian aspirasi,” ujar Rudy di Samarinda, dikutip dari Antara, Sabtu, 25 April 2026.

Demo di Kalimantan Timur (Kaltim) protes kebijakan Gubernur Rudy Masud Selasa, 21 April 2026

Demo di Kalimantan Timur (Kaltim) protes kebijakan Gubernur Rudy Masud Selasa, 21 April 2026

Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi unjuk rasa tersebut diikuti sekitar 4.000 orang yang memadati kawasan Jalan Gajah Mada hingga Teras Samarinda sepanjang hampir satu kilometer. Aparat keamanan mengerahkan lebih dari 1.700 personel gabungan untuk mengawal jalannya demonstrasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pernyataannya, Rudy berharap masyarakat dapat terus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap pemerintah. Ia menilai berbagai kritik dan masukan yang disampaikan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ke depan.

“Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa arah masa depan takdir Provinsi Kalimantan Timur berada di tangan para generasi muda yang peduli,” ungkapnya.