Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Jateng Diprediksi Dua Kali, 17,7 Juta Pemudik Bersiap Masuk

Jawa Tengah, puncak arus mudik, Polda Jawa Tengah, Gubernur Jawa Tengah, Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Jateng Diprediksi Dua Kali, 17,7 Juta Pemudik Bersiap Masuk

Polda Jawa Tengah memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 menuju provinsi tersebut akan terjadi dalam dua gelombang.

Pemerintah daerah dan kepolisian pun menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk mempercepat perbaikan infrastruktur jalan.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto mengatakan pergerakan pemudik yang masuk ke wilayah tersebut diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Diprediksi puncak arus mudik tahun ini terjadi dua kali, yakni pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026," kata Artanto di Semarang, dikutip dari Antara, Kamis (5/3/2026).

Artanto menjelaskan, pola dua gelombang mudik itu berkaitan dengan kebijakan pemerintah terkait waktu kerja yang lebih fleksibel.

Kebijakan tersebut membuat masyarakat tidak pulang kampung pada waktu yang sama.

Jumlah pemudik diperkirakan meningkat

Polda Jawa Tengah memperkirakan jumlah pemudik yang masuk ke provinsi tersebut meningkat sekitar 1,4 hingga 2,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebutkan sekitar 17,7 juta pemudik diprediksi akan memasuki wilayah Jawa Tengah pada arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.

"Tahun ini yang masuk ke Jateng sekitar 17,7 juta orang. Tahun lalu sekitar 15 juta orang sehingga ada kenaikan cukup signifikan," ujar Luthfi di Semarang, dikutip dari Antara, Kamis.

Dengan jumlah tersebut, Jawa Tengah kembali menjadi salah satu simpul utama pergerakan mudik nasional.

Pemprov kebut perbaikan jalan dan siapkan posko

Menghadapi lonjakan pemudik, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengebut perbaikan sejumlah ruas jalan provinsi.

Pemprov menargetkan perbaikan tersebut rampung sebelum H-7 Lebaran agar jalur mudik lebih siap digunakan masyarakat.

Pemprov Jateng juga akan membuka posko terpadu pada H-8 hingga H+7 Lebaran.

Posko ini melibatkan organisasi perangkat daerah, kepolisian, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memberikan pelayanan kepada pemudik.

Polisi antisipasi macet dan potensi bencana

Polda Jawa Tengah juga menyiapkan sejumlah langkah pengamanan di jalur mudik.

Polisi akan menempatkan personel di jalan tol, jalur arteri, serta sejumlah titik yang rawan kepadatan dan kecelakaan.

Selain itu, polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way) dan jalur lawan arah (contraflow).

Petugas akan menerapkan rekayasa tersebut secara situasional sesuai kondisi lalu lintas di lapangan.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi karena curah hujan diperkirakan masih tinggi.

Berdasarkan pemetaan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DI Yogyakarta, terdapat 46 titik rawan kemacetan dan 23 titik rawan bencana di jalur nasional Jawa Tengah menjelang arus mudik Lebaran 2026.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang