Mengapa Hujan Kerap Turun di Pagi Hari? Ini Penjelasan Ilmiahnya

hujan pagi, penyebab hujan, Mengapa Hujan Kerap Turun di Pagi Hari? Ini Penjelasan Ilmiahnya, 1. Pendinginan udara dan titik embun, 2. Konvergensi angin darat (land breeze), 3. Siklus konveksi tertunda, 4. Aktivitas low-level jet di malam hari, 5. Siklus harian atmosfer (diurnal cycle) menentukan waktu hujan

Di musim hujan seperti sekarang ini, hujan akan turun kapan saja, bahkan bisa sepanjang hari.

Salah satu yang sering terjadi adalah, hujan turun di awal hari dan membuat banyak orang malas beranjak dari tempat tidur.

Fenomena hujan pagi sering kali menjadi tanda tanya bagi banyak orang, apakah hujan adalah kiriman dari laut?

Berikut adalah penjelasan ilmiah dari beberapa pakar dan berbagai otoritas cuaca dunia.

Penyebab hujan turun di pagi hari

Menurut beberapa otoritas cuaca internasional, ada beberapa penyebab hujan turun di pagi hari selepas semalaman penuh wilayah yang terdampak tak terkena sinar matahari.

1. Pendinginan udara dan titik embun

Menurut Met Office, Lembaga Meteorologi Inggris, suhu udara mencapai titik terendahnya tepat sebelum matahari terbit.

Udara yang dingin memiliki kapasitas yang jauh lebih kecil untuk menahan uap air dibandingkan udara hangat.

Ketika suhu turun di malam hari, udara menjadi jenuh dan mencapai "titik embun" atau dew point.

Proses ini menyebabkan uap air mengembun menjadi awan rendah atau kabut, yang dalam kondisi tertentu dapat berkembang menjadi hujan ringan.

2. Konvergensi angin darat (land breeze)

Berdasarkan data dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), hujan pagi di wilayah pesisir sering disebabkan oleh angin darat.

Pada malam hari, daratan mendingin lebih cepat daripada laut.

Udara dingin dari darat bergerak menuju laut yang lebih hangat, memaksa udara lembap di atas laut naik ke atmosfer.

Proses pengangkatan ini sering kali memicu terbentuknya awan hujan di sepanjang garis pantai yang puncaknya terjadi saat fajar.

3. Siklus konveksi tertunda

National Weather Service (NWS) dari Amerika Serikat menjelaskan bahwa panas matahari yang diserap bumi pada siang hari memicu arus konveksi (udara hangat naik).

Namun, uap air yang naik ini sering kali memerlukan waktu beberapa jam untuk mendingin dan berkondensasi di lapisan atmosfer yang lebih tinggi.

Hasilnya, hujan yang "dimasak" oleh panas siang hari kemarin baru jatuh sebagai hujan pada dini hari hingga pagi hari berikutnya.

4. Aktivitas low-level jet di malam hari

Sebuah studi yang diterbitkan oleh Scientific American menyebutkan adanya fenomena low-level jet (arus angin kencang di ketinggian rendah) yang menguat pada malam hari.

Angin ini bertindak seperti "ban berjalan" yang mengangkut kelembapan dalam jumlah besar dari lautan ke daratan, dalam kondisi atmosfer tertentu.

Karena pergerakannya mencapai intensitas maksimal saat malam, hujan lebat atau badai petir sering kali baru terbentuk dan pecah tepat saat pagi hari dimulai.

5. Siklus harian atmosfer (diurnal cycle) menentukan waktu hujan

Meteorologi modern menjelaskan bahwa hujan merupakan bagian dari siklus harian atmosfer (diurnal cycle), yaitu ritme alami pembentukan dan pelepasan curah hujan yang terjadi dalam 24 jam.

Dilansir dari laman NASA, siklus ini dipengaruhi oleh pemanasan matahari, transfer energi, dan dinamika awan di atmosfer.

Curah hujan memiliki pola waktu puncak tertentu yang berbeda-beda di berbagai wilayah dunia. 

Studi klimatologi menunjukkan bahwa pada banyak wilayah tropis dan pesisir, curah hujan bisa mencapai puncaknya di dini hari hingga pagi, sementara di daratan puncaknya sering terjadi di sore hingga malam.

Ini merupakan bagian dari ritme siklus harian yang kompleks di atmosfer global. 

Dengan demikian, hujan di pagi hari merupakan hasil kombinasi pendinginan udara, dinamika angin, serta siklus harian atmosfer yang berbeda di tiap wilayah.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang