Mengapa Lampu Rem Merah dan Lampu Sein Kuning? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Lampu rem pada kendaraan berwarna merah, sedangkan lampu sein untuk memberi tanda akan membelok biasanya berwarna kuning.
Banyak orang tak mempermasalahkan hal ini, karena sudah menjadi ketentuan umum hampir di semua negara.
Namun, pernahkah Anda mempertanyakan, mengapa lampu rem harus berwarna merah dan lampu sein berwarna kuning?
Mengapa tidak menggunakan warna lain seperti biru atau ungu?
Alasan lampu rem harus merah
Dilansir dari laman National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) Amerika Serikat (AS), standar pencahayaan kendaraan mengatur bahwa lampu rem harus berwarna merah karena warna merah memiliki “kode universal” sebagai tanda berhenti atau tanda bahaya.
Selain itu, warna merah mudah dilihat oleh mata manusia di berbagai kondisi cahaya termasuk malam hari.
Warna merah memiliki panjang gelombang yang secara visual cepat dikenali dan tidak mudah disalahartikan sebagai isyarat lain.
Diketahui, warna merah memiliki panjang gelombang tertinggi, mencapai 620-750 nm, yang akan lebih sedikit menyebarkan warnanya.
Hal ini penting dan sangat berguna untuk memastikan sinyal bahaya tetap terlihat meski jarak pandangnya rendah karena adanya faktor-faktor yang memengaruhi visibilitas seperti kabut, hujan, dan asap.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Human Neuroscience menghubungkan warna merah yang menarik perhatian manusia secara emosional.
Dalam laporan itu disebutkan, bahwa saat manusia melihat warna merah, maka akan timbul respons motorik yang membuat adanya peningkatan emosi pada diri manusia.
Warna merah kerap diasosiasikan dengan emosi negatif atau tanda bahaya karena identik dengan amarah, darah, dan api.
Inilah yang menyebabkan pikiran manusia menjadi otomatis aktif dan waspada ketika melihat simbol peringatan berwarna merah.
Nah, berdasarkan berbagai penelitian itulah, merah akhirnya diambil sebagai peringatan bahaya karena warna ini meningkatkan kewaspadaan manusia.
Mengapa lampu sein berwarna kuning?
Lampu sein mobil berwarna kuning.
Lampu sein sebenarnya bukan berwarna kuning, melainkan amber. Yaitu kuning-jingga keemasan yang hangat dan cerah, seperti warna resin pohon yang membatu atau warna madu.Warna amber berada di antara kuning dan oranye pada roda warna.
NHTSA atau badan keselamatan jalan raya AS mengatakan, dari hasil analisis data kecelakaan menunjukkan, bahwa kendaraan dengan lampu sein amber lebih kecil kemungkinan tertabrak dari belakang saat bermanuver (misalnya belok atau pindah jalur) dibanding kendaraan dengan lampu sein merah.
Warna amber dianggap lebih mudah dibedakan dari lampu rem merah dan lampu belakang lainnya, sehingga memudahkan pengemudi merespons secara tepat.
Sementara dilansir dari (21/5/2022), Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, warna kuning sudah menjadi sinyal internasional lampu peringatan atau warning sign.
“Pertama, sinar warna kuning ini sudah menjadi bahasa internasional untuk warning sign. Kedua, warna amber dalam jarak dekat bisa menembus segala kondisi termasuk kabut dan hujan, sehingga masih bisa dilihat oleh orang lain (dalam kondisi jauh),” ucapnya.
Jusri juga mengatakan, pilihan lampu kuning untuk sein karena di kondisi dekat orang mudah tersadar adanya peringatan saat melihat lampu berkedip.
“Lampu-lampu pada sepeda motor itu adalah indikator, kalau misalkan sein jadi putih orang tidak lihat, jika terhalang kabut bisa ditabrak. Amber adalah warna yang bisa menembus segala kondisi,” katanya.
Penggunaan lampu sein berwarna kuning dikuatkan pemerintah melalui PP 55 Tahun 2012 yang mengacu pada Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 48 ayat 3 tentang sistem lampu dan alat pemantul cahaya.
Dalam peraturan itu disebutkan mengenai beberapa warna lampu yang diperbolehkan dalam suatu kendaraan, termasuk di antaranya bahwa lampu sein harus berwarna kuning dan berkedip.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang