Mengapa Lemak Perut Sulit Hilang? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Perut buncit sering kali menjadi bagian tubuh yang paling sulit dihilangkan, bahkan ketika berat badan secara keseluruhan sudah menurun.
Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Science mengungkap, bahwa ada faktor biologis yang membuat lemak perut menjadi lebih sulit dihilangkan dibandingkan bagian tubuh lain.
Disadur dari Best Life, Selasa (10/3/2026), faktor tersebut berkaitan dengan proses penuaan, produksi sel lemak baru, hingga perubahan sistem imun tubuh.
Para peneliti menemukan, bahwa tubuh manusia memiliki mekanisme alami yang mendorong penumpukan lemak di area perut, terutama seiring bertambahnya usia.
Mengapa lemak di perut susah dihilangkan?
Proses penuaan memicu penumpukan lemak perut
Salah satu faktor utama yang membuat lemak perut sulit dihilangkan adalah proses penuaan. Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami perubahan metabolisme yang memengaruhi distribusi lemak.
Penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa cenderung mengalami peningkatan lemak visceral mulai dari usia paruh baya hingga masa lanjut usia.
Lemak visceral adalah jenis lemak yang berada di dalam rongga perut dan mengelilingi organ penting seperti hati dan usus.
Berbeda dengan lemak subkutan yang berada tepat di bawah kulit, lemak visceral lebih aktif secara metabolik dan lebih sulit dibakar.
Penulis penelitian menjelaskan bahwa peningkatan lemak visceral sering terjadi pada usia pertengahan hingga lanjut usia dan menjadi salah satu faktor risiko berbagai gangguan metabolisme.
Ahli endokrinologi dari Arthur Riggs Diabetes and Metabolism Research Institute, Qiong Wang mengatakan, perubahan komposisi tubuh juga berperan dalam kondisi ini.
“Orang sering kehilangan massa otot dan justru menambah lemak tubuh seiring bertambahnya usia, bahkan ketika berat badan mereka tetap sama,” kata Wang.
Produksi sel lemak baru semakin meningkat
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa tubuh menghasilkan lebih banyak sel lemak baru seiring proses penuaan.
Hal ini terjadi karena meningkatnya jumlah adipose progenitor cells (APC), yaitu sel yang bertanggung jawab membentuk jaringan lemak baru.
Ketika jumlah sel ini meningkat, tubuh menjadi lebih mudah menyimpan lemak, terutama di area perut. Proses ini membuat lemak perut lebih sulit dihilangkan hanya dengan diet atau olahraga biasa.
Wang menilai, penuaan memicu munculnya jenis sel punca baru yang mempercepat produksi sel lemak dalam tubuh.
“Penuaan memicu munculnya jenis baru sel punca dewasa dan meningkatkan produksi sel lemak baru dalam jumlah besar, terutama di sekitar perut,” jelas Wang.
Temuan ini menunjukkan bahwa faktor biologis dapat membuat lemak perut tetap bertahan meski seseorang menjalani gaya hidup sehat.
Perubahan sistem imun turut berperan
Selain penuaan dan produksi sel lemak baru, perubahan pada sistem imun juga diduga memengaruhi penumpukan lemak di perut.
Para peneliti menemukan bahwa tubuh secara alami mengumpulkan lebih banyak sel imun di jaringan lemak putih seiring bertambahnya usia.
Kondisi ini dapat memicu perubahan pada reseptor tertentu yang berperan dalam proses pembentukan sel lemak.
Perubahan tersebut terjadi pada leukemia inhibitory factor receptor, yaitu reseptor yang berperan dalam berbagai proses biologis seperti respons peradangan, pembaruan sel punca, hingga perkembangan penyakit.
Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas reseptor ini berkaitan erat dengan pembentukan sel lemak baru dan ekspansi lemak visceral di area perut.
Dengan kata lain, perubahan sistem imun dapat memperkuat proses penumpukan lemak perut sehingga membuatnya lebih sulit dikurangi.
Temuan ini bisa membuka cara baru mengatasi lemak perut
Meski temuan tersebut memberikan penjelasan ilmiah mengenai penyebab lemak perut yang membandel, para peneliti menekankan bahwa studi lanjutan masih diperlukan.
Penelitian pada manusia dalam studi ini masih terbatas jumlah pesertanya, sehingga diperlukan data yang lebih luas untuk memastikan hasil tersebut.
Namun demikian, penemuan mengenai mekanisme sel yang memicu penumpukan lemak perut dinilai dapat membuka peluang pengembangan metode medis baru untuk mengatasinya.
Wang mengatakan, pemahaman lebih dalam tentang proses biologis tersebut dapat membantu para ilmuwan menemukan cara yang lebih efektif untuk mengurangi lemak perut sekaligus meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
“Memahami peran sel ini dalam gangguan metabolisme dan bagaimana sel tersebut muncul saat penuaan dapat membuka solusi medis baru untuk mengurangi lemak perut serta meningkatkan kesehatan dan umur panjang,” ujar Wang.
Temuan ini sekaligus menunjukkan bahwa lemak perut tidak selalu hanya disebabkan oleh pola makan atau kurang olahraga, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor biologis yang kompleks dalam tubuh manusia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang