Sering Heran Badan Sakit Sehari Setelah Olahraga? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Banyak orang pernah merasakan badan sakit setelah olahraga, terutama ketika baru memulai rutinitas latihan atau meningkatkan intensitasnya. Rasa sakit ini biasanya muncul tidak langsung, melainkan beberapa jam setelah sesi olahraga selesai.
Kondisi tersebut sering membuat sebagian orang khawatir dan bertanya-tanya apakah ada yang salah dengan cara berolahraga yang dilakukan.
Padahal, rasa nyeri tersebut umumnya merupakan bagian dari proses adaptasi tubuh. Dalam dunia kebugaran, kondisi ini dikenal dengan istilah DOMS atau Delayed Onset Muscle Soreness. Rasa nyeri yang muncul biasanya berlangsung antara 24 sampai 72 jam setelah latihan.
Meski terasa tidak nyaman, DOMS sebenarnya merupakan respons normal tubuh terhadap aktivitas fisik, terutama ketika otot bekerja lebih keras dari biasanya. Untuk memahami hal ini, penting bagi Anda mengetahui apa saja penyebab badan sakit setelah olahraga dan bagaimana proses biologis di baliknya.
Berikut penjelasan lengkapnya, sebagaimana dirangkum pada Selasa, 25 November 2025.
1. Terjadi Mikro Kerusakan pada Serabut Otot
Salah satu penyebab utama badan sakit setelah olahraga adalah terjadinya mikro kerusakan pada serabut otot. Saat Anda melakukan latihan intens, terutama gerakan yang melibatkan kontraksi eksentrik seperti menurunkan beban, otot mengalami stres mekanis yang lebih besar.
Stres ini menyebabkan serabut otot mengalami robekan kecil. Tubuh kemudian merespons dengan memperbaiki area tersebut, dan proses perbaikan inilah yang menimbulkan rasa sakit. Meski terdengar mengkhawatirkan, mikro kerusakan ini justru menjadi proses yang membuat otot berkembang lebih kuat.
2. Adanya Peradangan pada Jaringan Otot
Setelah mikro-tear terjadi, tubuh memulai proses peradangan. Peradangan ini merupakan respon alami ketika tubuh merasa ada jaringan yang perlu diperbaiki. Sel darah putih akan bergerak ke area yang mengalami kerusakan dan memulai proses pemulihan.
Aktivitas inilah yang dapat menyebabkan rasa nyeri, ketegangan, serta pembengkakan ringan pada otot. Ketika peradangan mereda, Anda akan merasakan tubuh kembali nyaman.
3. Perubahan pada Cairan dan Tekanan di Dalam Otot
Badan sakit setelah olahraga juga dapat disebabkan oleh perubahan tekanan di dalam otot. Ketika tubuh memulai proses pemulihan, cairan akan bergerak masuk ke area yang mengalami kerusakan.
Penumpukan cairan tersebut dapat menekan saraf di sekitar otot sehingga memicu rasa tidak nyaman. Perubahan cairan inilah yang sering membuat otot terasa kaku dan sulit digerakkan terutama di pagi hari setelah latihan berat.
4. Jaringan Ikat dan Fascia Ikut Mengalami Stres
Tidak hanya serabut otot yang terpengaruh saat Anda berolahraga. Jaringan ikat atau fascia yang membungkus otot juga dapat mengalami stres atau peregangan berlebih.
Ketika fascia menegang atau mengalami mikro-lesi, rasa nyeri dapat muncul lebih kuat. Inilah yang sering membuat Anda merasakan rasa sakit bukan hanya pada otot, tetapi juga pada area sekitarnya.
5. Faktor Neurologis yang Memicu Sensasi Nyeri
Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa nyeri setelah olahraga tidak hanya dipengaruhi kerusakan otot, tetapi juga oleh faktor neurologis. Ketika tubuh mengalami stres fisik, ada peningkatan aktivitas pada reseptor nyeri.
Selain itu, beberapa mediator kimia dalam tubuh ikut memengaruhi sensitivitas saraf, sehingga membuat rasa nyeri semakin terasa. Dengan kata lain, tubuh sedang memberi sinyal bahwa otot membutuhkan waktu untuk pulih.
6. Intensitas Latihan yang Terlalu Berat atau Tidak Sesuai Level
Jika Anda baru memulai olahraga atau mencoba jenis latihan baru, rasa sakit kemungkinan muncul karena tubuh belum terbiasa dengan beban tersebut. Bahkan atlet profesional pun dapat mengalami DOMS ketika mencoba pola latihan baru atau meningkatkan intensitas secara drastis.
Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan beban latihan dengan kemampuan tubuh agar proses adaptasi berjalan optimal dan tidak menimbulkan nyeri berlebihan.
7. Kurang Pemanasan dan Pendinginan
Pemanasan dan pendinginan memiliki peran penting dalam mempersiapkan otot sebelum latihan dan membantu relaksasi setelahnya. Ketika Anda melewatkan dua tahap ini, otot bekerja dalam kondisi tegang sehingga risiko nyeri meningkat. Otot yang siap bekerja cenderung lebih fleksibel dan mampu menahan beban latihan dengan lebih baik.
Badan sakit setelah olahraga merupakan respons alami tubuh dalam beradaptasi terhadap aktivitas fisik, terutama ketika intensitasnya meningkat atau ketika Anda mencoba jenis latihan baru. Rasa nyeri tersebut biasanya bukan tanda berbahaya, melainkan bagian dari proses pemulihan dan penguatan otot.
Dengan melakukan latihan secara bertahap, menjaga hidrasi, serta melakukan pemanasan dan pendinginan yang tepat, Anda dapat meminimalkan rasa sakit sekaligus membantu tubuh pulih lebih cepat. Jika nyeri tidak kunjung membaik atau disertai pembengkakan hebat, baru disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli kesehatan.