Keajaiban di Tengah Tragedi, Haikal Bertahan Hidup 3 Hari karena Ditopang Jenazah Temannya

sidoarjo, Al Khoziny, al khoziny buduran sidoarjo, Ponpes Al Khoziny, ponpes al khoziny ambruk, pondok al khoziny sidoarjo, santri al khoziny, al khoziny ambruk, Ponpes Al Khoziny berusia 125 tahun, Keajaiban di Tengah Tragedi, Haikal Bertahan Hidup 3 Hari karena Ditopang Jenazah Temannya, Risiko Beton Geser, Detik-detik Menegangkan Saat Evakuasi, Haikal Bertahan Hidup Selama 3 Hari di Reruntuhan, Amalan dan Keajaiban Haikal, Komunikasi antara Tim SAR dan Korban

Suasana haru dan tegang mewarnai proses evakuasi seorang korban bernama Haikal, santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, yang terjebak di bawah reruntuhan beton pasca ambruknya bangunan musala pada Senin (29/9/2025).

Dalam sebuah video amatir yang beredar luas di media sosial, terdengar jelas teriakan, doa, dan tangis warga serta tim penyelamat yang berjuang mengevakuasi Haikal dalam keadaan hidup.

“Tolong, Pak. Tolong, kita nangis. Ingat bagaimana kalau di posisi itu adalah saudara kita,” ujar Aziz, seorang relawan asal Surabaya, sambil terus menenangkan korban dan warga di lokasi kejadian.

Risiko Beton Geser

Aziz menceritakan, proses penyelamatan Haikal berlangsung sangat sulit. Ia bersama tim berulang kali mencoba masuk ke lokasi korban, namun terhalang oleh beton dan plat bondek yang terus bergeser, membuat situasi di dalam reruntuhan sangat berisiko.

“Saya tiga kali masuk ke tempat Haikal, tapi mohon maaf saya tidak bisa menjangkau karena pergeseran beton ini terus-terusan, Pak, gretek-gretek begitu,” kata Aziz.

Menurutnya, kondisi di lapangan benar-benar berbahaya karena struktur bangunan yang sudah tidak stabil. Ia bahkan menyebut Haikal bisa selamat karena posisinya ditopang oleh jenazah di sebelahnya.

“Untungnya Haikal dibantu oleh jenazah di sampingnya. Kalau tidak ada jenazah itu, mungkin ceritanya sudah berbeda,” ucap Aziz dengan suara bergetar.

Detik-detik Menegangkan Saat Evakuasi

sidoarjo, Al Khoziny, al khoziny buduran sidoarjo, Ponpes Al Khoziny, ponpes al khoziny ambruk, pondok al khoziny sidoarjo, santri al khoziny, al khoziny ambruk, Ponpes Al Khoziny berusia 125 tahun, Keajaiban di Tengah Tragedi, Haikal Bertahan Hidup 3 Hari karena Ditopang Jenazah Temannya, Risiko Beton Geser, Detik-detik Menegangkan Saat Evakuasi, Haikal Bertahan Hidup Selama 3 Hari di Reruntuhan, Amalan dan Keajaiban Haikal, Komunikasi antara Tim SAR dan Korban

Kondisi bangunan mushala Al Khoziny Sidoarjo yang berubah tanah, Selasa (6/10/2025). Evakuasi Ponpes Al Khoziny ambruk rampung, 67 korban tewas. Pemerintah mulai evaluasi besar-besaran untuk mencegah kejadian serupa.

Dalam rekaman video yang viral, terdengar pula koordinasi intens antarpetugas di lapangan. Mereka saling memberi arahan agar proses evakuasi berjalan aman tanpa menambah korban.

Tarik terus… aman, aman… awas kepala,” terdengar suara salah satu anggota tim penyelamat memberi instruksi.

Setelah perjuangan panjang yang menegangkan, Haikal akhirnya berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup. Ia langsung dibawa ke tempat aman untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.

Begitu Haikal berhasil keluar dari reruntuhan, suasana di lokasi seketika pecah dalam tangis haru dan lantunan selawat.

“Ayo berselawat, ayo kita berdoa. Jangan lupa sama Allah,” seru Aziz sambil mengingatkan warga untuk bersyukur atas keselamatan korban.

Aziz menambahkan, perjuangan para relawan di lapangan bukan hanya soal tenaga, tapi juga empati dan doa.

“Ingat, kalau yang tertimpa itu saudara kita sendiri, tentu kita akan berjuang seperti ini juga,” katanya.

Haikal Bertahan Hidup Selama 3 Hari di Reruntuhan

Haikal diketahui berhasil bertahan hidup selama tiga hari di celah sempit reruntuhan bangunan musala Ponpes Al Khoziny.

Ia ditemukan bersama temannya, Yusuf, yang juga berhasil diselamatkan oleh tim SAR pada Rabu (1/10/2025) siang.

Menurut laporan tim SAR, Haikal sempat mengeluh seluruh tubuhnya terasa sakit, namun tetap sadar saat berkomunikasi dengan petugas sehari sebelumnya.

Tim SAR yang masuk melalui ruang sempit berhasil menjangkau Yusuf lebih dahulu. Ia masih mengenakan sarung dan menggenggam kopiahnya saat keluar dari reruntuhan dalam kondisi tegar.

Tak jauh dari posisi Yusuf, Haikal ditemukan dalam keadaan lemas, namun masih hidup.

Berdasarkan hasil CT Scan dan rontgen, Haikal dinyatakan tidak mengalami luka serius. Ia hanya menderita beberapa memar di kaki dan wajah akibat tertimpa puing beton.

Amalan dan Keajaiban Haikal

Keajaiban selamatnya Haikal menimbulkan rasa penasaran banyak pihak. Ibunda Haikal, Dwi Ajeng Tyasusanti, mengungkapkan bahwa putranya sejak kecil dikenal rajin berpuasa.

“Puasanya full. Kalau Ramadan tuh puasanya penuh. Kadang puasa Senin, Kamis juga, tapi enggak tiap hari. Pokoknya seminggu sekali pasti puasa,” kata Dwi, Jumat (3/10/2025).

Ia juga menceritakan pengalaman spiritual yang disampaikan Haikal setelah berhasil diselamatkan. Saat terjebak di bawah reruntuhan, Haikal merasa sangat haus.

"Katanya waktu itu kakak haus sekali. Terus ada anak kecil ngasih minum. Setelah minum itu, dia langsung tidur dan baru bangun setelah dengar petugas manggil namanya,” ujar Dwi.

Komunikasi antara Tim SAR dan Korban

Dalam video evakuasi yang viral, terlihat anggota Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Aziz, berkomunikasi langsung dengan kedua korban.

“Yusuf, umurmu berapa?” tanya Aziz.

“16 tahun,” jawab Yusuf.

“Apa yang luka?” tanya lagi Aziz.

“Tidak ada, cuma perut kejepit,” jawab Yusuf.

Kemudian Aziz menanyakan kondisi Haikal.

“Haikal, kamu yang sakit apa, Nak?”

“Semuanya sakit,” jawab Haikal lirih.

“Oke, semangat ya, sabar ya Nak. Aku Aziz dari Rescue Surabaya. Sabar ya, ini usaha,” kata Aziz menenangkan.

Aziz kemudian memberi laporan melalui handy talkie kepada rekan-rekannya mengenai posisi kedua korban.

“Untuk Haikal di arah jam 1, kurang lebih dua meter dari saya. Yusuf di arah jam 12, jaraknya sekitar empat meter,” ujarnya.

Sebagian Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Ada Jenazah Sujud Lindungi Haikal dari Reruntuhan Ponpes Al Khoziny, Tim Ungkap Momen Menegangkan

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.