Puluhan Ton Bantuan Mulai Diangkut ke Aceh Buat Warga Korban Bencana Lewat Kargo Udara
Distribusi bantuan untuk warga terdampak banjir dan longsor di Aceh terus bergerak. Sebanyak 13,6 ton barang diangkut dari Jakarta menuju Aceh, yang terdiri dari paket sembako, perlengkapan bayi, dan selimut.
BSI Maslahat dan Bank Syariah Indonesia (BSI) langsung mengeksekusi pengiriman logistik ini menggunakan kargo pesawat untuk mengejar kebutuhan darurat di lapangan. Gelombang pertama bantuan itu diterbangkan pada Sabtu, 30 November 2025, pukul 12.00 WIB.
Prioritas utama ditujukan pada kelompok rentan yang paling terdampak. Direktur Eksekutif BSI Maslahat, Sukoriyanto Saputro, menegaskan bahwa bantuan ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan paling mendesak di lokasi bencana.
“Kami berharap bantuan ini dapat segera menjangkau para penyintas dan memenuhi kebutuhan mendesak mereka. BSI Maslahat bersama BSI akan terus mengawal proses distribusi hingga bantuan benar-benar diterima di lapangan,” ujarnya, dikutip Senin, 1 Desember 2025.
Pengiriman berikutnya, kata dia, dijadwalkan pada 1 Desember 2025. Pada tahap ini, 11,2 ton bantuan kembali disiapkan. Selain kebutuhan dasar, ada perlengkapan sekolah dan perangkat Starlink untuk memastikan komunikasi di daerah yang aksesnya terputus bisa kembali berjalan.
Tambahan perlengkapan belajar diberikan karena sejumlah ruang sekolah ikut terendam. Dengan dua kali pengiriman melalui jalur udara, total logistik yang sudah diberangkatkan mencapai puluhan ton.
Seluruh proses difokuskan pada kecepatan dan ketepatan distribusi, mengingat banyak wilayah terdampak yang sulit dijangkau lewat jalur darat. Pihaknya menyatakan, bakal terus memantau situasi dan menyiapkan dukungan tambahan sesuai perkembangan kondisi.
Menurutnya, tantangan distribusi masih besar, namun bantuan udara diharapkan dapat mempercepat pemulihan awal warga yang terdampak banjir dan longsor di Aceh.
Sebelumnya diberitakan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru mengenai total korban meninggal dunia maupun dinyatakan hilang akibat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengatakan korban jiwa di Sumatera Utara tercatat mencapai 217 orang. Sedangkan, 209 orang lainnya dinyatakan hilang.
"Jadi korban jiwa untuk Sumatera Utara 217 jiwa yang meninggal dunia, kemudian 209 yang masih hilang," kata Suharyanto dalam konferensi pers, Minggu, 30 November 2025.