Perempuan Ini Ngaku Anxiety Kambuh saat Dengar Lagu Artis yang Pernah Melecehkannya, Siapa?
Media sosial dihebohkan oleh pengakuan seorang perempuan yang menyita perhatian warganet. Melalui TikTok, ia membagikan pengalaman pahit terkait trauma masa lalu yang kembali muncul hanya karena mendengar lagu dari seorang artis yang disebut pernah melecehkannya diputar di tempat umum. Unggahannya tersebut pun langsung viral dan membuat publik penasaran dengan sosok artis tersebut.
Dalam unggahan awalnya, pemilik akun menggambarkan perasaan terisolasi ketika anxiety yang ia alami tiba-tiba kambuh. Ia menuliskan kalimat yang mencerminkan kebingungan dan rasa sendirian saat harus menghadapi serangan kecemasan tanpa tahu harus bercerita kepada siapa. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
“Gapapa bgt sendirian. But, talk to who? Kalo Anxiety lo kambuh gara-gara lagu si artis yang dulu ngelecehin lo diputer santai di tempat umum,” tulis keterangan video di akun TikTok @wendaddw yang dikutip pada Senin, 5 Januari 2025.
Namun, perempuan ini menegaskan bahwa traumanya tidak hanya bersumber dari satu kejadian, melainkan dari rangkaian peristiwa setelahnya yang justru memperparah luka batin.
Dalam klarifikasi lanjutan, ia menjelaskan konteks trauma yang dialaminya. Ia menekankan bahwa dirinya tidak menyebut identitas siapa pun dan tidak berniat membuka spekulasi mengenai pelaku.
“Aku ingin meluruskan satu hal. Trauma yang aku alami tidak bertahan karena satu kejadian saia tapi karena kurangnya perlindungan dan trigger berulang dari orang terdekat setelahnya. Aku tidak menyebut siapa pun, dan tidak berniat membuka spekulasi identitas pelaku,” tulisnya.
“Penyembuhan traumaku terhambat bukan semata oleh pelaku, melainkan oleh pengabaian dan pembelaan terhadap pelaku oleh keluarga sendiri, yang justru memicu ulang lukanya. Ini bukan tuduhan tapi realitas dampak yang aku rasakan. So please Jangan anggap sepele jika hal ini terjadi kepada orang di sekitar kamu,” tambahnya.
Lebih jauh, ia menyoroti peran orang-orang terdekat yang justru dianggap memperparah luka batin korban. Menurutnya, pengabaian dan pembelaan terhadap pelaku atas dasar beban sosial menjadi bentuk kekerasan emosional lanjutan.
“Mau tau siapa yang lebih jahat dari pada orang yang sudah melecehkanmu? ORANG TERDEKAT yang membiarkan kamu berlarut dengan luka batinmu, membela pelaku tersebut hanya karena beban sosialnya tinggi dan kamu BUKAN SIAPA SIAPA,” terangnya.
Dalam pernyataan lainnya, ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak menuntut apa pun dari pelaku dan menyerahkan sepenuhnya pada Tuhan. Namun, luka batin itu terus terbuka kembali akibat trigger yang berulang, terutama ketika nama pelaku disebut-sebut oleh orang terdekat.
“Wallahi saya tidak menuntut apapun kepada pelaku, biar menjadi urusan dia dg dg penciptanya. Tapi, setelah kejadian itu, luka tersebut sering kali terbuka kembali karena dipicu berulang kali melalui kata-kata, melalui penyebutan nama yang seharusnya tidak lagi aku dengar, apalagi dari orang terdekat. Bukankah keluarga seharusnya menjadi tempat paling aman bagi seseorang yang sedang berusaha pulih?” tandasnya.
Menutup rangkaian unggahannya, perempuan tersebut menyadari bahwa kisah ini kini menjadi konsumsi publik. Ia menyatakan siap bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan dan menerima segala risikonya, termasuk dampak hukum yang kini menimpa anggota keluarganya.
“Aku akan bertanggung jawab dengan apa yang sudah aku lakukan, dan menerima semua resikonya. karena ini masalah internal keluarganya sudah kemana mana, intinya kakaku yg membelaku malah kena somasi. Pasti sebentar lagi semuanya akan terungkap,” tutupnya.
Hingga kini, masih belum diketahui siapa artis atau penyanyi yang disebut telah melecehkan salah seorang pengguna TikTok tersebut.