Awalnya Jualan Permen di Dapur, Keluarga Ini Kini Berharta Ribuan Triliun Rupiah! 

Mars Family, salah satu keluarga terkaya di dunia
Mars Family, salah satu keluarga terkaya di dunia

 Nama Mars identik dengan cokelat dan permen yang dikonsumsi jutaan orang di seluruh dunia. Sebab, di balik merek-merek populer seperti Snickers, M&M’s, Twix, dan Milky Way, berdiri sebuah keluarga superkaya yang selama puluhan tahun justru menghindari sorotan publik. 

Keluarga Mars dikenal sebagai salah satu dinasti bisnis paling tertutup di Amerika Serikat, meski menguasai kerajaan makanan raksasa bernama Mars Inc.

Terbaru, kekayaan keluarga Mars  mencapai US$143,4 miliar atau setara Rp2.381 triliun. Tahun ini, Mars juga mengakuisisi Kellanova, perusahaan di balik Cheez-Its dan Pringles.

Sebelumnya, menurut Forbes, kekayaan keluarga ini mencapai US$117 miliar atau setara Rp1.942 triliun di 2024. Angka tersebut menjadikan mereka keluarga terkaya kedua di Amerika Serikat. 

Meski demikian, gaya hidup para pewarisnya jauh dari kesan glamor khas miliarder, setidaknya selama beberapa dekade terakhir. Ya, seperti disebutkan tadi, keluarga ini 'dikenal sangat tertutup' dan perusahaan mereka disebut 'sangat privat'. 

Bahkan, kantor pusat Mars Inc. pernah digambarkan sebagai “anonim” oleh mantan reporter Guardian, Andrew Clark. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, keluarga Mars perlahan mulai tampil ke ruang publik.

Sejarah Kekayaan Keluarga

Melansir dari Business Insider, akar kekayaan keluarga Mars bermula dari dapur sederhana di Tacoma, Washington. Pendiri Mars Inc., Frank Mars, menderita polio saat kecil sehingga tidak bisa berjalan ke sekolah. 

Selama di rumah, ia belajar mencelupkan cokelat secara manual dari ibunya, Elva. Pada 1911, Frank mulai menjual permen buatannya langsung dari dapur rumah.

Frank menikah dengan seorang guru sekolah, Ethel G. Kissack, pada 1902. Di masa itu, pasangan ini justru dikenal sebagai “tokoh sosialita” dengan mobil mewah Duesenberg senilai US$20.000 atau setara Rp332 juta saat itu, serta dua rumah liburan di Wisconsin dan Tennessee. 

Salah satu rumah liburan mereka, Milky Way Farms Racing Stables, bahkan dibuka untuk acara penggalangan dana dan kegiatan publik. Pada 1940, kuda milik Ethel memenangkan Kentucky Derby, sehingga mengukuhkan posisinya dalam “orang kelas atas.”

Putra Frank, Forrest Mars Sr., bergabung ke bisnis keluarga pada 1929. Bersama ayahnya, ia mengembangkan cokelat nougat yang menjadi dasar produk legendaris seperti Milky Way dan Snickers. Namun hubungan ayah-anak itu memburuk. Pada 1932, Forrest Sr. diberikan resep Milky Way untuk memulai bisnis sendiri dan pindah ke Inggris.

Dari sinilah Mars berkembang menjadi raksasa global. Perusahaan dikenal lewat Mars Bar di Inggris serta merek lain seperti 3 Musketeers, Twix, dan M&M’s. Saat ini, lebih dari 400 juta butir M&M’s diproduksi setiap hari di Amerika Serikat.

Pada 2008, Mars Inc. melakukan ekspansi besar dengan mengakuisisi Wrigley Jr. Company senilai US$23 miliar atau setara Rp381,8 triliun, memperluas bisnisnya dari cokelat ke permen karet. Perusahaan juga memiliki merek makanan seperti Ben’s Original dan Seeds of Change.

Selain permen, bisnis pakan hewan menjadi pilar penting. Sejak akuisisi perusahaan makanan anjing Inggris pada 1935, Mars kini menguasai merek Pedigree, Whiskas, Royal Canin, serta jaringan rumah sakit hewan Banfield dan VCA. Pada 2014, Mars membeli Iams dan merek lain dari Procter & Gamble senilai hampir US$2,9 miliar atau setara Rp48,1 triliun. 

Meski bisnisnya masif, Forrest Mars Sr. dikenal hidup relatif hemat. Anak-anaknya tetap mengerjakan pekerjaan rumah untuk mendapatkan uang saku, meski bersekolah di sekolah asrama elite. Saat ia meninggal pada 1999, kepemilikan perusahaan diwariskan kepada tiga anaknya: Jacqueline, John, dan Forrest Mars Jr.

Kini, Jacqueline dan John Mars menjadi pemilik terbesar, masing-masing dengan kekayaan sekitar US$46,5 miliar atau setara Rp771,9 triliun. Jacqueline dikenal sebagai satu-satunya saudara yang gaya hidupnya mencerminkan status miliarder, meski tetap menjaga privasi. Ia memiliki beberapa properti dan peternakan kuda di Virginia.

Forrest Mars Jr. wafat pada 2016, dan kekayaannya dibagi kepada empat putrinya, masing-masing dengan estimasi kekayaan US$11,6 miliar atau setara Rp192,6 triliun.

Meski sempat mendapat sorotan negatif terkait isu penggunaan tenaga kerja anak dalam rantai pasok kakao, perusahaan menegaskan bahwa mereka “mengutuk penggunaan pekerja anak dan menanggapi serius setiap klaim pelanggaran.” Di sisi lain, Mars juga aktif dalam filantropi, termasuk donasi US$5 juta atau setara Rp83 miliar ke Smithsonian pada 2012.

Hingga kini, Mars Inc. tetap menjadi perusahaan privat, status yang secara tegas ingin dipertahankan keluarga. Dari dapur sederhana hingga kerajaan senilai lebih dariRp2.000 triliun, kisah keluarga Mars menunjukkan bagaimana bisnis keluarga bisa tumbuh lintas generasi.