Anindya Bakrie Ungkap Strategi Kadin hingga Peluang RI Gaet Investasi dan Perdagangan di WEF 2026

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie.

 Kamar Dagang dan Industri Indonesia memastikan dukungan penuh terhadap agenda pemerintah dalam World Economic Forum (WEF) Davos 2026. Sebab, merupakan momentum strategis untuk mempromosikan investasi dan perdagangan Indonesia di panggung dunia.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, mengatakan persiapan Davos tengah dilakukan bersama Kementerian Investasi serta CEO Danantara, Rosan Roeslani, sebagai pihak yang memegang penugasan teknis. Forum ekonomi global itu yang mempertemukan lebih dari 3.000 pemimpin bisnis, pejabat pemerintahan, aktivis, akademisi hingga lembaga internasional.

“Memang yang di depan mata itu pertama adalah World Economic Forum Davos. Nah ini semua di bawah kepemimpinan Kementerian Investasi dan juga CEO Danantara,” ujar Anindya usai Rapat Pengurus Harian di Menara Kadin, Jakarta, dikutip Sabtu, 10 Januari 2026.

Menurut Anindya, Davos merupakan ajang diplomasi ekonomi yang efektif dalam mempromosikan investasi Indonesia. “Karena memang Davos itu ajang yang sangat baik untuk mempromosikan investasi dan juga sedikit banyak perdagangan. Nah Kadin ini tentu sangat semangat untuk mendukung Kementerian Investasi dan tentunya pemerintah dalam rangka ini,” kata Anindya.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato pada plenary forum tersebut. Hal ini menurutnya juga menjadi momentum penting bagi promosi investasi dan perdagangan RI.

“Nah yang kami tahu tentunya masih liquid ya bahwa tanggal 22 (Januari) Pak Presiden itu akan menyampaikan di plenary, di plenum. Jadi mirip kayak waktu United Nations untuk diplomat, nah ini untuk pengusaha-pengusaha,” tuturnya.

Sehari sebelumnya, Indonesia akan menggelar Indonesian Night yang dirancang menjadi ajang promosi yang ditujukan langsung kepada pembuat kebijakan bisnis global.

“Nah 21-nya, malam sebelumnya itu ada Indonesian Night yang akan dibikin sangat meriah dan yang datang itu adalah pembuat keputusan untuk tadi investasi dan perdagangan. Nah Kadin ini sebagai co-host bersama dengan Danantara di bawah kepemimpinan tadi Kementerian Investasi,” jelas dia.

Selain memastikan promosi, Kadin juga mendorong delegasi Indonesia agar terlibat aktif di berbagai sesi kongres WEF. “Nah terus ya kami juga di Kadin memastikan bahwa yang hadir itu bisa bicara di acara-acara di dalam kongres. Supaya kami bisa menyampaikan pemikiran-pemikiran. Seperti juga pemerintah menyampaikan pemikiran-pemikirannya di dalam Davos itu,” ungkapnya.

Anindya menilai WEF memiliki pengaruh strategis terhadap arah diplomasi ekonomi global, terlebih akan dihadiri oleh 3.000 orang dari berbagai latar belakang.“Nah ini merupakan sesuatu yang sangat baik untuk kita bisa mempromosikan Indonesia, menyampaikan apa yang telah dihasilkan selama ini dan apa yang diharapkan ke depan,” tandas dia.

Forum Ekonomi Dunia merupakan organisasi non-profit berbasis di Jenewa yang terkenal melalui pertemuan tahunannya di Davos, Swiss. Pertemuan tersebut mempertemukan elite bisnis dan politik dunia untuk mendiskusikan isu strategis global mulai dari ekonomi, kesehatan, lingkungan hingga geopolitik.

Menurut Anindya, daftar peserta WEF Davos tahun ini menjanjikan potensi diplomasi ekonomi besar. Kehadiran puluhan kepala negara disebut menjadi katalis penting bagi kampanye promosi Indonesia di sektor bisnis dan investasi.

“Dan di situ saya dengar ada sekitar 70 pemimpin negara yang hadir. Salah satunya Presiden Trump, jadi saya rasa sangat bagus sekali,” ucapnya.

Ia juga mengaitkan rangkaian agenda luar negeri pemerintah Indonesia pada awal 2026 sebagai bagian dari strategi terintegrasi untuk memperluas relasi ekonomi dengan Barat. “Dan saya rasa ini akan pas benar karena dengar-dengar sebelumnya mungkin ada kunjungan ke Inggris oleh pemerintah atau Presiden. Dan sehabis itu mungkin ada kunjungan ke Amerika dalam waktu dekat,” imbuhnya.

Bagi Kadin, WEF Davos tidak lagi sekadar forum diskusi isu global, tetapi telah berkembang menjadi ruang kompetisi promosi ekonomi antarnegara. “Jadi ini kelihatannya dalam rangka inilah mencoba untuk melakukan kampanye, promosi, bisnis, investasi, perdagangan ke dunia barat,” kata Anindya.

Ia menegaskan orientasi utama Indonesia di WEF 2026 adalah memperkuat arus investasi masuk dan memperlebar pasar ekspor. “Saya rasa itulah hal yang sangat dipikirkan dalam Davos nanti ialah bagaimana memang mempromosikan investasi dan perdagangan,” tutupnya.

Laporan Abdul Gani Siregar