Anindya Bakrie Bakal Manfaatkan ABAC demi Pacu Investasi dan Integrasi Regional

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie memastikan, pihaknya bakal memanfaatkan momentum pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) dan Dewan Penasihat Bisnis APEC (ABAC), guna mendorong sejumlah agenda.

Antara lain seperti sistem keuangan inklusif, integrasi infrastruktur regional, serta promosi investasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Salah satu fokusnya ialah regional integration. Integrasi secara infrastruktur, baik keras maupun lunak. Dan di sini penting sekali karena kita ujungnya ingin mencari investasi dan perdagangan," kata Anindya di Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie

Dia menambahkan, selain fokus membahas korporasi besar, Kadin juga akan memberi perhatian serius kepada pelaku UMKM. Agenda ABAC yang digelar di Jakarta pada 7-9 Februari 2026 ini, diakui Anindya sebagai rapat pertama yang dilakukan untuk mengarahkan working group negara anggota mencari fokus pembahasan isu.

Dari hasil working group yang diselenggarakan, Anindya mengatakan bahwa hasilnya akan dijadikan masukan yang bisa dipelajari oleh negara anggota APEC.

Senada, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang BUMN, Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, dalam jalur pembahasan sektor keuangan (finance track), terdapat empat fokus utama yang menjadi perhatian.

Pertama, integrasi sistem pembayaran regional yang menilai Indonesia memiliki keunggulan karena telah mengembangkan sistem kode QR yang bisa dipakai di berbagai negara.

Kedua, pergerakan modal swasta (private capital movement), khususnya dalam pembiayaan infrastruktur melalui skema public private partnership dengan dukungan pembiayaan lintas negara (cross-border financing).

Ketiga, pengembangan digital currency yang dibahas sebagai instrumen potensial untuk mendukung kelancaran arus perdagangan (trade flows) antarnegara, sehingga transaksi perdagangan menjadi lebih efisien.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keempat, penguatan sustainable finance dan financial inclusion yang menilai Indonesia cukup maju dalam aspek ini, terutama melalui program-program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Mekaar

"Indonesia saya rasa untuk sustainable finance khususnya financial inclusion sangat maju," ujarnya.