Temui Purbaya, Anindya Bakrie Bahas Deregulasi dan Insentif bagi Sektor Furnitur-Elektronik

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, mengadukan soal kendala hambatan bisnis di industri furnitur dan elektronik, saat menyambangi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat.

Anindya menjelaskan, dengan maraknya impor furnitur yang masuk ke pasar domestik, hal itu telah menyebabkan surplus perdagangan furnitur Indonesia semakin mengecil.

Dengan kondisi tersebut, Anindya mengatakan bahwa kedatangan rombongan Kadin menghadap Purbaya hari ini, adalah guna membahas soal deregulasi atau insentif yang sekiranya bisa diberikan bagi sektor-sektor tersebut.

"Meskipun pertumbuhan industrinya (furnitur) cukup sehat, tapi surplus perdagangannya mengecil karena ada impor yang masuk ke dalam (pasar) domestik," kata Anindya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat, 19 Desember 2025.

[Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, usai meresmikan Kantor Pusat Konsultasi dan Pendampingan Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Gotong Royong Kadin, di Gedung Tempo Scan Tower kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 13 Mei 2025]

"Jadi kita tadi di sini mendiskusikan, kira-kira deregulasi atau insentif apa yang bisa dilakukan," ujarnya.

Tantangan lainnya yakni berasal dari pemberlakuan tarif impor mencapai 32 persen oleh Amerika Serikat (AS), meskipun pasar AS sendiri menyerap hingga 54 persen dari total ekspor mebel dan kerajinan Indonesia.

Karenanya, Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur, yang turut hadir bersama rombongan Kadin berharap, pemerintah bisa memberikan insentif seperti misalnya melalui bunga pinjaman dan pendanaan yang lebih murah.

"Kami di industri mebel dan kerajinan mengharapkan dukungan pemerintah, salah satunya melalui penurunan bunga atau fasilitas khusus supaya modal murahnya bisa diakses," kata Sobur.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan dan Pembangunan Berkelanjutan, Shinta Kamdani menambahkan, dalam upaya menghindari dampak tarif impor AS, saat ini para pengusaha furnitur juga aktif melakukan diversifikasi pasar ke Uni Eropa dan Kanada.

"Terutama dengan adanya perjanjian-perjanjian dagang yang kini benar-benar bisa diutilisasi," kata Shinta.

Sementara untuk sektor industri elektronik, lanjut Shinta, dengan keterbatasan pasar ekspor maka para pelaku usahanya pun sudah mulai masuk ke sektor semikonduktor, meskipun masih terkendala masalah sumber daya manusia (SDM).

"Itu tadi juga dibicarakan mengenai insentif-insentif yang bisa diberikan, pengembangan teknologi, kemungkinan kerja sama, lalu bagaimana pelatihannya kalau investasinya mau masuk, itu yang kita mau kembangkan. Karena kita perlu tenaga kerjanya," ujarnya.