Percepat Aksesi OECD, Anindya Bakrie Dorong Integrasi Pertumbuhan Hijau ke Ekonomi RI
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia harus mampu mengintegrasikan kesejahteraan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, serta kepentingan sosial secara berimbang.
Hak itu disampaikannya saat memberikan keynote remarks pada acara Kadin Indonesia x Growth Gateway Roundtable: Delivering Growth as Part of Indonesia’s OECD Accession Powered by Indonesia Incorporated, yang digelar di Boston Consulting Group (BCG) London Office, Inggris.
Karenanya, Anindya pun menegaskan pentingnya pertumbuhan hijau atau yang berorientasi lingkungan, sebagai elemen krusial dalam agenda pembangunan ekonomi.
Hal itu seiring upaya Indonesia, dalam upaya mempercepat aksesi ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Pasalnya, Anindya menilai bahwa Indonesia telah memasuki fase baru dalam proses aksesi OECD, dari sekadar niat menuju implementasi nyata.
"Aksesi OECD kini merupakan program implementatif, dan dunia usaha tidak bisa hanya menjadi penonton. Proses ini akan sangat relevan bagi komunitas bisnis Indonesia," kata Anindya dalam keterangannya, Rabu, 21 Januari 2026.
Dia berpendapat, aksesi OECD menjadi jalur praktis untuk memperkuat kredibilitas kebijakan nasional, meningkatkan daya saing, serta memastikan pertumbuhan jangka panjang yang inklusif melalui penyelarasan dengan standar internasional.
Dalam konteks tersebut, Anindya menjelaskan peran strategis Kadin tidak hanya sebagai wadah advokasi dunia usaha, tetapi juga sebagai mitra aktif pemerintah dalam implementasi kebijakan.
Dia menegaskan, Kadin dapat berfungsi sebagai penghubung terorganisasi antara kementerian dan pelaku industri, untuk menghimpun masukan sektoral secara terpadu, serta mencegah fragmentasi pesan.
Selain itu, lanjut Anindya, Kadin juga mendorong keterlibatan sektor swasta melalui pembentukan private sector OECD accession working group lintas sektor, dengan fokus pada klaster yang selaras dengan domain OECD, seperti investasi, persaingan usaha, tata kelola perusahaan, praktik bisnis bertanggung jawab, dan lingkungan.
"Kadin mendukung tahap akhir implementasi reformasi melalui sosialisasi dan penguatan kapasitas perusahaan, termasuk rantai pasok dan UMKM, guna mengidentifikasi dampak yang tidak diinginkan sejak dini, serta mendorong adopsi sukarela praktik tata kelola dan bisnis yang bertanggung jawab guna membangun kepercayaan pasar," ujarnya.