Anindya Bakrie: ABAC Meeting I 2026 Terjemahkan Realitas Geopolitik & Dinamika Bisnis Terkini

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie

Ketua Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Business Advisory Council (ABAC) Indonesia sekaligus Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie alias Anin mengatakan, perhelatan ABAC Meeting I 2026 merupakan forum strategis yang mempertemukan para pemimpin dunia usaha dari 21 ekonomi anggota APEC, untuk merumuskan rekomendasi kebijakan sektor bisnis yang akan disampaikan kepada para Pemimpin Ekonomi APEC.

Dalam penyelenggaraan ABAC Meeting I 2026 yang mengusung tema “Openness, Connectivity, Synergy", Anin memastikan bahwa Indonesia menginisiasi penguatan fokus konektivitas sebagai agenda strategis utama ABAC 2026, yang sejalan dengan upaya memperkuat integrasi ekonomi kawasan serta memperlancar arus perdagangan dan investasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua ABAC Indonesia sekaligus Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menegaskan k

"Kesiapan Indonesia untuk mendukung agenda kerja ABAC yang berdampak nyata dan berorientasi aksi, sekaligus menegaskan dukungan penuh terhadap APEC dan ABAC di bawah keketuaan China," kata Anin dalam keterangannya, Rabu, 11 Februari 2026.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, ABAC Meeting I-2026

Anin menjelaskan, tema APEC 2026 yaitu membangun komunitas Asia-Pasifik untuk sejahtera bersama, dengan prioritas keterbukaan, inovasi, dan kerja sama.

“Kami berharap melalui APEC ini, kita dapat menerjemahkan realitas geopolitik dan dinamika bisnis saat ini menjadi rekomendasi kebijakan praktis yang nantinya akan kami sampaikan kepada para pemimpin di Shenzhen pada November mendatang," ujarnya.

Anin juga menekankan bahwa pentingnya kawasan Asia-Pasifik sebagai pusat perdagangan dan investasi.

“Saya telah terlibat dalam APEC sejak 2009 dan selalu menikmati setiap kesempatan untuk berinteraksi di kawasan ini, yang kita semua ketahui merupakan kawasan perdagangan, kawasan investasi, serta kawasan yang mendorong kemakmuran, pertumbuhan, perdamaian, dan stabilitas," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan pentingnya APEC bagi perekonomian Indonesia, mengingat sekitar 70 persen ekspor Indonesia ditujukan ke negara-negara anggota APEC.

"Oleh karena itu, Indonesia perlu mendukung agar APEC berjalan dengan baik karena ini merupakan salah satu kawasan ekonomi terbesar. Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang kuat, dan melalui negara-negara APEC ini kita dapat meningkatkan ekspor," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah pertemuan di Jakarta, rangkaian ABAC 2026 akan dilanjutkan dengan ABAC Meeting II di Mexico City, Meksiko (22–25 April 2026), ABAC Meeting III di Pattaya, Tailan (7–10 Juli 2026), dan ABAC Meeting IV di Shenzhen, China (14-16 November 2026).

Acara ABAC Meeting I 2026 ini disponsori oleh Sinarmas, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), HARUM energy, BYD, PT Bank Mandiri (Persero), dan LESSO. Dengan mitra strategis yaitu RGE (Royal Golden Eagle) Group dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek Group), serta didukung oleh Bluebird Group, Alun Alun Indonesia, Sarinah, Mustika Ratu, dan PT. VKTR Teknologi Mobilitas Tbk.