Jadi Target Investasi, Anindya Bakrie Beberkan Daya Tarik RI di Mata Investor
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, membeberkan daya tarik yang dimiliki Indonesia, sehingga mampu mengundang ketertarikan para investor untuk menanamkan modalnya di Tanah Air.
Dia menyebut, beberapa hal yang menarik bagi investor antara lain seperti besarnya pasar domestik di Tanah Air, akses yang luas bagi pasar internasional, hingga aspek ketahanan energi dan pangan.
"Jadi bagi investor, pasar domestik kita itu sangat kuat. Bahkan konsumsi kita itu mencapai 20 persen bagi perekonomian. Belum lagi investasi (mencapai sebesar) 20 persen," kata Anindya di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Januari 2026.
Dengan kondisi tersebut, maka para investor pun menilai bahwa Indonesia adalah negara dengan pasar yang besar sehingga cocok untuk berinvestasi.
Di sisi lain, para investor juga menilai bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat terbuka bagi beragam bentuk kolaborasi internasional. Sehingga, peluang untuk bekerja sama dengan Indonesia tentunya juga sangat terbuka, dengan banyaknya akses ke pasar global.
"Jadi Indonesia itu adalah juaranya untuk berkolaborasi secara internasional. Sejumlah kesepakatan ekonomi dan perdagangan bahkan telah dijalin seperti misalnya dengan Eropa, Kanada, hingga Eurasia," ujar Anindya.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie
Selain itu, lanjut Anindya, Indonesia juga kaya akan beragam jenis komoditas unggulan, yang menjadi buruan bagi para peminatnya di tingkat global. Misalnya seperti produk dan komoditas semacam minyak sawit, elektronik, garmen, hingga produk alas kaki.
"Sehingga produk-produk kita banyak yang sudah menjadi primadona di pasar global," kata Anindya.
Belum lagi dalam hal kekuatan dari sisi energi, yang bisa ikut memenuhi kebutuhan energi di level global. Bahkan dalam hal digitalisasi dan teknologi artificial intellegence alias AI, Indonesia menurutnya juga tidak bisa dipandang sebelah mata bagi dunia.
Kemudian dalam hal ketahanan pangan, Anindya menilai jika Indonesia juga memiliki keunggulan tersendiri dalam hal tersebut.
"Jadi Indonesia ini akan menuju kepada ketahanan energi dan pangan yang kuat. Selain dalam hal digitalisasi tentunya, terutama dalam hal data center. Dimana ketahanan energi kita juga tidak main-main," kata Anindya.
"Lalu yang terakhir, dalam hal swasembada pangan, Indonesia ini resiliensinya juga terbilang kuat dibandingkan dengan negara-negara lain," ujarnya.