Mantan Pekerja Love Scamming di Sleman Buka Suara, Gaji Bisa Sampai Rp 10 Juta Tapi Sadar Ada Keanehan

Mantan Pekerja Love Scamming di Sleman Buka Suara, Gaji Bisa Sampai Rp 10 Juta Tapi Sadar Ada Keanehan, Eks Karyawan Ungkap Skema Kerja Terstruktur dan Manipulatif, Pembagian Divisi dalam Skema Kerja Love Scamming, Gaji Menggiurkan, Namun Bertahan Sebulan, Polisi Benarkan Rekrutmen Berkedok Customer Service, Enam Tersangka Diamankan

Praktik penipuan asmara internasional atau love scamming yang beroperasi di Jalan Gito Gati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, terungkap dari kesaksian mantan pekerja.

Seorang eks karyawan membeberkan pola kerja terstruktur yang menargetkan korban luar negeri.

Aktivitas itu dijalankan melalui pembagian divisi dengan tugas berjenjang untuk memanipulasi psikologis korban.

iming penghasilan tinggi ditawarkan, mantan pekerja mengaku akhirnya menyadari adanya kejanggalan dalam operasional tersebut dan memilih untuk keluar.

Eks Karyawan Ungkap Skema Kerja Terstruktur dan Manipulatif

Dilansir dari Tribun Jogja, Sumanto (bukan nama sebenarnya), mantan pekerja di perusahaan tersebut, mengatakan seluruh karyawan ditempatkan dalam divisi-divisi khusus dengan tugas yang telah diatur secara rinci.

Setiap divisi memiliki peran berbeda untuk menggiring korban agar terus mengeluarkan uang melalui aplikasi kencan daring.

Para pekerja dibekali telepon seluler serta akses ke banyak akun perempuan dengan stok foto yang telah disediakan perusahaan.

Foto-foto tersebut bervariasi, mulai dari gambar kasual hingga konten vulgar, yang digunakan untuk menarik perhatian korban pria dari negara-negara berbahasa Inggris seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.

Pembagian Divisi dalam Skema Kerja Love Scamming

Sumanto menjelaskan terdapat empat divisi utama ditambah satu divisi tambahan.

Divisi pertama bertugas menyasar pengguna baru aplikasi kencan dan mendorong mereka menjadi anggota premium.

"Divisinya ada empat di sana, ditambah satu divisi tambahan. Pertama divisi user baru, tugasnya chattingan sama user dating apps baru, dichat gimana caranya agar dia premium. Soalnya kalau tidak premium itu chat-nya terbatas, jadi gimana caranya jadi cewek yang atraktif biar dia pengen lanjut chat," ujar Sumanto.

Setelah korban menjadi pengguna premium, proses berlanjut ke divisi berikutnya yang berfokus pada transaksi digital.

Target utama perusahaan adalah mendorong korban melakukan top up koin untuk membeli hadiah digital.

"Kedua divisi gift, gimana caranya orang habis premium itu mengirimkan gift. Duitnya di situ, jadi mancing chat biar bisa nge-gift, ngirimi pap tapi di-lock fotonya. Harus gift baru kebuka fotonya. Nah kalau nge-gift itu harus top-up koin, setelah tercapai orangnya nge-gift, tugas selesai,” jelasnya.

“Ketiga memancing biar konsisten nge-gift, di divisi ini gimana caranya mancing orang yang sudah adiktif chattingan itu nge-gift terus," lanjutnya.

Tahap paling krusial berada pada divisi keempat yang bertugas menguras koin korban secara maksimal.

Pada fase ini, konten yang dikirim menjadi semakin vulgar untuk mendorong pengeluaran lebih besar.

"Keempat ini gold digger-nya, ketika user sudah spent koin banyak, dipegang divisi ini jadi tukang nguras koinnya dari gift. Terus ada satu lagi, ini divisi untuk orang yang sudah kekuras, dia tugasnya cuma casual chat biar para lelaki tidak curiga bahwa dia di-scam,” jelasnya.

“Kita itu disediakan HP, disediakan akun-akun cewek banyak, dengan stok foto dari cewek-cewek itu, mulai dari foto kasual sampai ke foto seksi. Semakin tinggi divisi, foto yang dipegang makin vulgar. Kayak chat sex begitu isinya, terus ngirimi foto video yang kancingan harus dibuka dengan gift," papar Sumanto.

Gaji Menggiurkan, Namun Bertahan Sebulan

Walau mengaku bisa mendapat gaji jauh di atas standar upah di Jogja, Sumanto mengaku hanya bekerja selama satu bulan.

Ia menyadari bahwa pekerjaan yang ditawarkan sebagai customer service aplikasi kencan ternyata merupakan praktik penipuan murni.

"Lowongan pekerjaannya memang untuk jadi CS dating apps. Saya sebulan saja bekerja di sana karena menyadari bahwa ini scamming. Gaji sempat terima pokoknya Rp 3 juta, terus bonus harian bisa Rp 100.000. Income ada yang bisa sampai Rp 10 juta," pungkasnya.

Polisi Benarkan Rekrutmen Berkedok Customer Service

Kepolisian menyebut para tersangka merekrut karyawan dengan modus sebagai customer service. Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, mengatakan syarat perekrutan tergolong sederhana.

“Termasuk simpel, hanya bisa berbahasa Inggris saja, syaratnya. Kalau setahu mereka (karyawan) itu hanya sebagai customer service,” kata Riski Adrian, Rabu (7/1/2026).

Enam Tersangka Diamankan

Polisi telah menahan enam tersangka dengan peran berbeda dalam struktur organisasi, mulai dari CEO, HRD, project manager, hingga team leader. Para tersangka tersebut berinisial R, H, P, V, G, dan M.

“Kalau dari CEO sendiri, mereka keterangannya kenapa memilih akhirnya love scam dibanding jenis scam yang lain karena menurut yang bersangkutan, itu yang ditawarkan sama pelaku dari China,” jelas Adrian.

Penggerebekan di ruko Jalan Gito-Gati pada Senin (5/1/2026) mengamankan 64 orang.

Polisi menyebut total karyawan jaringan tersebut mencapai 160 hingga 200 orang, dengan markas lain yang beroperasi di Lampung dan dikelola oleh struktur yang sama. Proses pendalaman masih terus dilakukan untuk mengungkap keterlibatan pihak lain.

Atas perbuatannya keenam tersangka disangkakan dengan pasal Pasal 407 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Jo Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 Ayat (1) Jo Pasal 45 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik, Pasal 4 jo pasal 29 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi.

Ancaman hukuman minimal 6 bulan maksimal 10 tahun penjara.

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul "Kesaksian Mantan Pekerja Love Scamming di Sleman, dari Rayuan hingga Kuras Koin Lewat Konten Vulgar" dan "Modus Rekrutmen Karyawan Operator Love Scaming di Sleman Sebagai Customer Service".

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang