Warga Mengira Pesawat Jatuh, Ini 7 Fakta Mencekam Ledakan Pipa Gas PT TGI di Indragiri Hilir
- 1. Kronologi Ledakan: Dentuman Dikira Pesawat Jatuh
- 2. Semburan Api Setinggi 15 Meter Selama 14 Jam
- 3. Korban Luka dan Dampak Kerusakan Material
- 4. Jalan Lintas Timur Sumatera Riau-Jambi Lumpuh
- 5. Analisis Pakar: Diduga Akibat Korosi Pipa
- 6. Langkah Penanganan PT TGI dan Komitmen Ganti Rugi
- 7. Penyelidikan Tim Labfor Polda Riau

Insiden mengerikan melanda Dusun Nibul, Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) meledak dan memicu kebakaran hebat yang berlangsung selama belasan jam sejak Jumat (2/1/2026) sore hingga Sabtu (3/1/2026) pagi.
Peristiwa ini mengakibatkan kepanikan luar biasa bagi warga, merusak sejumlah rumah, hingga memutus arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur Sumatera.
Berikut adalah 7 fakta ledakan pipa gas PT TGI di Inhil Riau yang dirangkum oleh redaksi Kompas.com:
1. Kronologi Ledakan: Dentuman Dikira Pesawat Jatuh
Ledakan terjadi pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 16.35 WIB. Warga Dusun Nibul sempat mendengar suara dentuman yang sangat keras hingga radius 1 kilometer sebelum api membubung tinggi.
"Warga sempat mengira suara dentuman tersebut berasal dari pesawat yang jatuh. Saat itu, masyarakat belum mengetahui sumber ledakan berasal dari pipa gas tanam," ujar Kepala Pelaksana BPBD Inhil, R Arliansyah.
2. Semburan Api Setinggi 15 Meter Selama 14 Jam
Kebocoran pada pipa jalur Grissik–Duri (GD) KP222 ini memicu semburan api setinggi 15 meter ke udara. Kobaran api yang sangat besar membuat tim pemadam kebakaran tidak bisa memadamkan api secara manual.
Api baru dinyatakan padam total pada Sabtu (3/1/2026) pukul 05.35 WIB setelah gas yang tersisa di dalam pipa habis pasca-penutupan saluran utama.
3. Korban Luka dan Dampak Kerusakan Material
Berdasarkan data terbaru dari Polda Riau dan BPBD, terdapat 10 orang warga terluka. Rinciannya, 6 orang mengalami luka bakar serius dan 4 orang luka ringan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Selain korban luka, kerusakan material meliputi:
- 3 unit rumah semi permanen hangus terbakar.
- 5 unit truk (termasuk angkutan batu bara) dan 5 sepeda motor hangus.
- Kebun sawit warga di sekitar lokasi ikut terpanggang api.
4. Jalan Lintas Timur Sumatera Riau-Jambi Lumpuh
Pihak kepolisian saat melakukan olah TKP di lokasi ledakan dan kebakaran pipa gas di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Sabtu (3/1/2026).
Besarnya kobaran api memaksa pihak kepolisian menutup total arus lalu lintas yang menghubungkan Provinsi Riau dan Jambi."Anggota kepolisian yang berada di lokasi mengimbau pengendara untuk sementara menghentikan aktivitas melintas, baik dari arah Jambi menuju Riau maupun sebaliknya," kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Anom Karibianto.
5. Analisis Pakar: Diduga Akibat Korosi Pipa
Pakar Migas Riau, Eng Ir Muslim, menganalisis bahwa kegagalan pipa gas umumnya disebabkan oleh korosi pada sistem perpipaan yang tertanam di tanah.
"Korosi merupakan penyebab paling dominan. Faktor pemicunya antara lain penuaan pipa, kegagalan inspeksi, lingkungan tanah agresif, atau kerusakan pelapis pipa," jelas Muslim. Ia juga menyoroti pentingnya jarak aman (zona penyangga) antara pemukiman dan jalur pipa migas.
6. Langkah Penanganan PT TGI dan Komitmen Ganti Rugi
Corporate Secretary PT TGI, Emil Ismail, menyatakan perusahaan langsung melakukan manajemen krisis dengan menutup katup terdekat (section valve) dan mematikan kompresor. TGI secara resmi meminta maaf dan menyatakan komitmen penuh untuk bertanggung jawab.
"Beberapa aset milik warga sekitar yang terdampak, TGI berkomitmen untuk bertanggung jawab penuh atas semua dampak yang ditimbulkan," tegas Emil dalam keterangan tertulisnya.
7. Penyelidikan Tim Labfor Polda Riau
Hingga saat ini, penyebab pasti kebocoran masih diselidiki. Polda Riau telah menurunkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) ke lokasi kejadian untuk melakukan analisis ilmiah.
"Tim Labfor Polda Riau sudah tiba di lokasi untuk mengumpulkan dan memeriksa bukti fisik," ungkap Kombes Anom Karibianto. Pihak kepolisian juga mendirikan posko terpadu untuk bantuan medis dan logistik bagi warga terdampak.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang