Sebelum Pesawat Jatuh, Capt Andy Dahananto Janji ke Keluarga untuk Pulang Kulineran di Awal Februari

Langit di atas Kabupaten Pangkep dan Maros, Sulawesi Selatan, sedang diselimuti kabut tebal ketika kabar duka itu sampai ke telinga keluarga Capt Andy Dahananto.
Pada Sabtu (17/1/2026) pukul 13.30 Wita, pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) yang dipilotinya dilaporkan hilang kontak.
Pesawat dengan nomor lambung PK-THT tersebut tengah menempuh rute dari Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta, menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, sebelum akhirnya hilang dari radar di wilayah Leang-Leang, Kabupaten Maros.
Firasat dan Janji Terakhir Sang Pilot
Bagi keluarga, Andy Dahananto bukan sekadar pilot senior, melainkan sosok ayah yang penuh perhatian.
Zalsabilla Zahra Nadya Maharani, anak tiri Andy, menceritakan bahwa ibunya menerima kabar tersebut saat sedang bekerja di Sorowako, Luwu Timur.
"Teman papa di Bandara Hasanuddin menelepon ke mama, memberi kabar kalau pesawat papa hilang dari radar. Mama langsung klarifikasi ke atasan papa, dan jawabannya memang benar," ujar Zalsabilla kepada media, Minggu (18/1/2026) malam.
Zalsabilla mengenang pertemuan terakhirnya dengan sang ayah pada pekan lalu. Andy sempat berjanji akan pulang ke rumah pada 4 Februari mendatang untuk melakukan tradisi keluarga: berburu kuliner.
"Papa suka sekali kulineran. Kalau pulang pasti mengajak makan di luar. Makanan favorit papa itu sop buntut," kenang Zalsabilla.
Ia juga menambahkan betapa perhatiannya Andy yang tetap menyempatkan video call saat Zalsabilla melahirkan, meski sang ayah tengah bertugas.
Sosok Berpengalaman dan Kepercayaan Menteri
Helikopter jenis Caracal milik TNI AU melakukan pencarian pesawat ATR 42-500 pada hari kedua di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Minggu (18/1/2026). Tim SAR gabungan dengan dibantu helikopter TNI AU berhasil menemukan serpihan pesawat berupa bagian kecil jendela, ekor pesawat serta satu serpihan besar yang diduga bagian dari pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak pada Sabtu (17/1). ANTARA FOTO/Arnas Padda/nym.
Capt Andy Dahananto (52) bukanlah nama baru di industri penerbangan Indonesia.Pria asal Surabaya lulusan Juanda Flying School tahun 1987 ini menjabat sebagai Direktur Operasi Indonesia Air Transport sejak Juni 2019.
Kariernya yang cemerlang membuatnya dipercaya memegang tanggung jawab besar, termasuk menerbangkan tokoh penting.
"Papa jarang pulang karena harus standby di Bandara Halim. Karena kalau Menteri Kelautan (Sakti Wahyu Trenggono) yang mau terbang, harus papa yang nyetir," ungkap Zalsabilla.
Andy tercatat telah menerbangkan pesawat ATR 42-500 PK-THT sejak tahun 2016.
Sebulan sebelum kejadian, tepatnya 17 Desember 2025, ia sempat mengunggah foto mengenakan seragam Patroli Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan di dalam kabin pesawat tersebut.
Update Pencarian: Serpihan di Gunung Bulusaraung
Hingga saat ini, Tim SAR gabungan yang melibatkan sekitar 400 personel terus melakukan penyisiran.
Fokus pencarian diperluas ke arah Gunung Bulusaraung, perbatasan Pangkep-Maros, setelah ada laporan warga mengenai penemuan serpihan dan suara dengungan mesin.
"Kami sudah melakukan pencarian menggunakan drone. Namun, kendala cuaca berupa kabut tebal dan hujan menghalangi jarak pandang," kata Andi Sultan, salah satu personel di lapangan. Medan pegunungan dengan jarak 16 kilometer dari posko menjadi tantangan utama tim evakuasi.
Pesawat ATR 42-500 tersebut mengangkut total 10 orang, terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang. Berikut adalah identitas mereka:
- Kru: Capt Andy Dahananto (Pilot), Farhan Gunawan (Co-Pilot), Hariadi (FOO), Restu Adi P (EOB), Dwi Murdiono (EOB), Florencia Lolita (FA), dan Esther Aprilita S (FA).
- Penumpang: Deden, Ferry, dan Yoga.
Menanggapi insiden ini, Biddokkes Polda Sulsel telah menyiagakan Pos Ante Mortem di Jalan Kumala, Makassar.
Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Pol dr Muhammad Haris, menyatakan bahwa 12 personel Tim DVI disiagakan untuk pengumpulan data diri korban sebagai langkah antisipasi.
"Semoga seluruh kru dan penumpang masih selamat. Namun, jika terjadi hal yang tidak diinginkan, kami telah menyiapkan posko dan empat unit ambulans," tegas dr. Muhammad Haris.
Keluarga dan masyarakat kini hanya bisa berharap dan berdoa agar mukjizat terjadi di lereng
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Capt Andy Dahananto Dikenal Perhatian, Punya Janji Pulang ke Rumah Demi Kulineran Bareng Keluarga
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang