Deretan Fakta Menarik Tentang Fenomena Meteor Jatuh di Cirebon yang Viral, Ada Suara Dentuman Keras!

Bola api menyerupai meteor di langit Cirebon, 1. Cahaya Terlihat dari Cirebon hingga Sekitarnya, 2. Waktu Kejadian: Sekitar Pukul 18.35 WIB, 3. Pendengaran Dentuman Kuat & Getaran, 4. Terekam oleh Seismograf, 5. Analisis BRIN: Meteor Memasuki Atmosfer, 6. Diduga Jatuh di Laut Jawa, 7. Tidak Berbahaya, Tapi Termasuk Fenomena Langka
Bola api menyerupai meteor di langit Cirebon

 Warga Cirebon dan sekitarnya dikejutkan oleh penampakan bola api terang di langit malam, disertai suara dentuman keras yang menggema ke berbagai wilayah. Fenomena langit ini viral dan memicu beragam spekulasi.

Berdasarkan data dan penjelasan, berikut VIVA rangkum Rabu , 8 Oktober 2025, ada tujuh fakta menarik terkait fenomena Meteor jatuh di Cirebon yang viral di media sosial.

Sebuah Meteor Terjatuh di Melbourne

1. Cahaya Terlihat dari Cirebon hingga Sekitarnya

Peristiwa ini tidak hanya terjadi di Cirebon saja. Warga di wilayah Majalengka, Kuningan, bahkan daerah lebih jauh melaporkan melihat kilatan cahaya yang melintas di langit

2. Waktu Kejadian: Sekitar Pukul 18.35 WIB

Menurut laporan rekaman CCTV dan kesaksian warga, kilatan cahaya muncul sekitar pukul 18.35 WIBpada Minggu malam (5 Oktober 2025). Beberapa menit kemudian terdengar dentuman keras yang mengguncang rumah-rumah warga.

“Ketika memasuki atmosfer yang lebih rendah, (maka) menimbulkan gelombang kejut berupa suara dentuman dan terdeteksi oleh BMKG Cirebon pukul 18.39.12 WIB,” kata Profesor astronomi BRIN, Thomas Djamaluddin.

3. Pendengaran Dentuman Kuat & Getaran

Dentuman yang terdengar bukan suara biasa. Beberapa warga mengaku pintu dan kaca rumah bergetar, sehingga awalnya mereka menduga ada ledakan ban kendaraan besar atau gempa.

“Jadi, meteor masuk dari selatan Jawa, melintas Tasikmalaya tanpa dentuman. Ketika di wilayah Kuningan, Kabupaten Cirebon, meteor mengalami gelombang kejut akibat atmosfer yang lebih padat, lalu melintas sampai Laut Jawa,” ucap Thomas.

4. Terekam oleh Seismograf

Bola api menyerupai meteor di langit Cirebon, 1. Cahaya Terlihat dari Cirebon hingga Sekitarnya, 2. Waktu Kejadian: Sekitar Pukul 18.35 WIB, 3. Pendengaran Dentuman Kuat & Getaran, 4. Terekam oleh Seismograf, 5. Analisis BRIN: Meteor Memasuki Atmosfer, 6. Diduga Jatuh di Laut Jawa, 7. Tidak Berbahaya, Tapi Termasuk Fenomena Langka

Bola api menyerupai meteor di langit Cirebon

BMKG melaporkan bahwa pada waktu yang hampir bersamaan, alat seismograf mencatat getaran. Meski demikian, getaran tersebut tidak bersifat seperti gempa tektonik, melainkan sinyal lemah yang belum bisa dipastikan asalnya.

5. Analisis BRIN: Meteor Memasuki Atmosfer

Para peneliti dari BRIN menilai bahwa objek penyebab fenomena itu adalah meteor besar yang masuk ke atmosfer bumi dari arah barat daya. Gesekan udara menghasilkan cahaya terang (fireball) dan memicu gelombang kejut yang terdengar sebagai dentuman.

6. Diduga Jatuh di Laut Jawa

Berdasarkan perhitungan lintasan dan pengamatan, meteor diperkirakan tidak jatuh ke daratan, melainkan ke area perairan di Laut Jawa. Hingga kini, belum ditemukan fragmen atau material meteorit di permukaan bumi wilayah Cirebon. 

7. Tidak Berbahaya, Tapi Termasuk Fenomena Langka

Fenomena seperti ini disebut jarang terjadi di wilayah Indonesia, namun bukan hal yang mustahil. Biasanya, meteor berukuran kecil terbakar habis di atmosfer dan tidak menimbulkan efek suara. Namun kali ini, ukurannya cukup besar hingga menghasilkan efek bola api (fireball) dan gelombang kejut yang terdengar di permukaan bumi.

pengingat bahwa bumi senantiasa berinteraksi dengan benda-benda langit di luar angkasa. Cahaya terang, suara dentuman, dan getaran kecil yang sempat membuat warga kaget ternyata memiliki penjelasan ilmiah yang rasional.

Ilustrasi hujan meteor., 1. Cahaya Terlihat dari Cirebon hingga Sekitarnya, 2. Waktu Kejadian: Sekitar Pukul 18.35 WIB, 3. Pendengaran Dentuman Kuat & Getaran, 4. Terekam oleh Seismograf, 5. Analisis BRIN: Meteor Memasuki Atmosfer, 6. Diduga Jatuh di Laut Jawa, 7. Tidak Berbahaya, Tapi Termasuk Fenomena Langka

Ilustrasi hujan meteor.

Meski sempat menghebohkan, peristiwa ini juga memberi kesempatan bagi para peneliti untuk mengkaji lebih dalam dinamika atmosfer dan efek meteor besar di wilayah Indonesia.