Detik-detik Mencekam Ledakan Petasan Ponorogo, Korban: Saya Terpelanting Pas Taruh Kunci Motor

Insiden maut ledakan petasan mengguncang Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Minggu (1/3/2026) petang.
Peristiwa yang terjadi menjelang waktu magrib di rumah milik warga bernama Minten ini merenggut satu nyawa dan menyebabkan dua orang lainnya luka-luka.
Hingga Senin (2/3/2026), dua korban luka masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr Harjono Ponorogo.
Salah satu korban selamat, Hindar Agusta, membagikan kesaksian mencekam detik-detik saat bahan peledak tersebut menghancurkan rumah yang diduga menjadi markas perakitan mercon tersebut.
Detik-detik Ledakan, Hindar: Saya Sempat Terpelanting
Hindar menceritakan bahwa saat kejadian, dirinya berniat mengembalikan kunci sepeda motor ke rumah Minten. Di sana, ia melihat korban meninggal dunia, Rifai Kurnia Putra, sedang merakit petasan bersama rekannya, Ahmad Fato’ani.
"Terus kan saya baru datang mau mengembalikan motor, ya itu ngerakit di depan pintu. Saya di depan, di halaman. Mau mengembalikan kuncinya. Pas kuncinya saya taruh, langsung meledak," ujar Hindar dengan suara pelan saat ditemui di ruang rawat inap Flamboyan, Senin (2/3/2026).
Dahsyatnya ledakan membuat tubuh Hindar terlempar ke area jalan. Ia mengaku merasakan panas yang luar biasa di bagian leher ke atas serta tangan.
"Enggak lihat saya soal merokok. Soalnya saya kasih kunci, saya dingkluk (menunduk) gitu, terus meledak. Terus saya sempat mencelat (terlempar). Yang sadar kan cuma saya, yang satu sudah meletik jauh, yang satunya meninggal di tempat," urainya.
Kondisi Korban: Satu Pasien Kritis di ICU
Hindar Agusta, warga Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, salah satu korban dalam ledakan petasan di Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Minggu (1/3/2026) sore. Ia mengalami luka bakar 16 persen.
Pihak RSUD dr Harjono Ponorogo mengonfirmasi tengah merawat dua korban berinisial A (Ahmad Fato’ani) dan H (Hindar Agusta). Humas RSUD dr Harjono, Sugiyanto, menjelaskan bahwa kondisi Ahmad cukup kritis sehingga harus ditempatkan di Intensive Care Unit (ICU)."Pasien A mengalami luka bakar 36 persen di area wajah, leher, tangan, dan kaki. Kami lakukan operasi pembersihan luka pada Minggu malam pukul 21.00 WIB. Saat ini masih di ICU dengan bantuan alat pernapasan," jelas Sugiyanto.
Sementara itu, Hindar mengalami luka bakar sekitar 16 persen dan dalam kondisi sadar sepenuhnya. Luka-lukanya terkonsentrasi di area wajah, tangan kanan, dan dada.
Rumah Minten Diduga Jadi "Markas" Petasan
Warga sekitar mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa kediaman Minten sering dijadikan tempat merakit petasan dan balon udara tanpa awak menjelang Lebaran. Salah seorang warga, Bonari, menyebut lokasi tersebut sebagai "markas".
"Kami menyebutnya markas. Bukan sekali dua kali, sudah sering merakit petasan. Warga dan pemuda sudah menegur berkali-kali, tapi tidak digubris oleh pemilik rumah," ungkap Bonari.
Ia menambahkan bahwa ledakan tersebut sangat dahsyat hingga merusak konstruksi rumah secara total. Rangka atap, genting, hingga kusen pintu hancur berantakan.
Investigasi Tim Gegana Brimob Polda Jatim
Menindaklanjuti skala ledakan yang besar, Tim Gegana Satbrimob Polda Jatim diturunkan ke lokasi pada Senin pagi untuk melakukan investigasi dan penyisiran.
"Iya, kami melakukan investigasi dari Tim Gegana Brimob Polda Jatim," kata Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satbrimob Polda Jatim, Kompol Dyan Vicky Sandi.
Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, menyatakan bahwa pihaknya masih mengidentifikasi barang bukti di lokasi kejadian bersama tim Labfor Polda Jatim.
Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, menegaskan bahwa kepolisian terus mengimbau warga untuk menghentikan tradisi pembuatan petasan yang membahayakan nyawa.
"Tradisi Ponorogo saat puasa buat petasan dan balon udara. Kita imbau untuk menghindari itu. Terbukti dengan kejadian ini, ada korban meninggal dunia," pungkas Imam
Sebagian Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Kesaksian Korban Ledakan Petasan di Ponorogo, Mengaku Sempat Terpelanting
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang