Bareskrim Polri Blokir 231 Ribu Situs Judi Online Selama 2025

Kabareskrim Polri, Komjen Pol Syahardiantono
Kabareskrim Polri, Komjen Pol Syahardiantono

Bareskrim Polri mengungkap update pengungkapan kasus judi online (judol) dalam kurun waktu satu tahun. Terdapat 665 kasus dengan 741 tersangka yang ditangkap terkait kasus judol.

Hal itu diungkap Kabareskrim Polri, Komjen Pol Syahardiantono dalam acara Rilis Akhir Tahun (RAT) Mabes Polri 2025 di Gedung Rupatama, Bareskrim Polri, Selasa, 30 Desember 2025.

"Tindak pidana judi online, selama satu tahun kita bisa mengungkap 665 kasus dengan 741 tersangka," kata Syahar dalam paparannya.

Bareskrim Polri, kata dia, juga turut melakukan penyitaan terhadap aset terkait judi online. Total aset tersebut kata dia senilai Rp1,5 triliun.

"Serta penyitaan uang aset mencapai sekitar Rp1,5 triliun," tutur dia.

Selain itu, Bareskrim Polri juga melakukan pemblokiran terhadap situs konten judi online. Ada 231 ribu lebih konten judi online yang berhasil diblokir.

"Kemudian melakukan pemblokiran terhadap 231.517 situs konten judi online, serta melaksanakan 1.764 kegiatan preemtif dalam mencegah judi online," tandas Syahar.

Sebelumnya diberitakan, Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan ada tiga hal yang diminta ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat awal dirinya memimpin Indonesia pada Oktober 2024 lalu.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara pemusnahan narkoba di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 29 Oktober 2025.

"Waktu itu saya sampaikan kepada Kapolri, Kapolri tugas utama polisi sekarang saya letakkan di pundak anda. Saya sampaikan ke Kapolri, saya minta Kapolri tiga hal," kata Prabowo dalam sambutannya. 

Tiga hal yang dimaksud Prabowo yaitu pemberantasan narkoba, penyelundupan dan judi online (judol). 

Prabowo dalam kesempatan itu pun menegaskan narkoba merusak masa depan bangsa. Maka dari itu, dia bertekad untuk memberantas peredaran narkoba. 

Di samping itu, Prabowo juga menyoroti masalah kebocoran anggaran dan kekayaan negara. Kata dia, apapun cita-cita bangsa mustahil untuk berhasil dicapai jika kekayaan tidak dikuasai dan dikelola dengan baik.

"Kekayaan itu ibarat darah di satu badan, kalau darah kita bocor mengalir sekian cc, yang cc yang di ujungnya badan manusia itu mati," ucapnya.