Kasus DBD di Pesawaran Lampung Meningkat, Ini Gejala Dini Demam Berdarah yang Perlu Diketahui

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, mencatat adanya peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga November 2025 dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Pesawaran, Chris Manurung mengatakan, sepanjang Januari hingga November 2025 tercatat 533 kasus DBD dengan empat kematian.
Pada periode yang sama tahun sebelumnya, hanya tercatat 461 kasus dengan dua kematian.
“Terjadi peningkatan sedikit dibandingkan tahun lalu,” ujar Chris, dilansir dari TribunLampung, Sabtu (28/12/2025).
Berdasarkan data Dinkes, wilayah dengan kasus DBD tertinggi berada di Kecamatan Negeri Katon dengan 115 kasus dan satu kematian, disusul Kecamatan Gedong Tataan dengan 109 kasus.
Kasus kematian akibat DBD tercatat di empat kecamatan, yakni Tegineneng, Marga Punduh, Negeri Katon, dan Gedong Tataan.
Dinkes menyebut, kelompok usia paling rentan adalah 15–44 tahun.
Dalam upaya pencegahan dan pengendalian, Dinkes Pesawaran terus melakukan penyuluhan tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui puskesmas, PSN mingguan di masyarakat, serta Penyelidikan Epidemiologi (PE) setiap ada laporan kasus.
Selain itu, pemberian abate dan pengasapan (fogging) dilakukan pada kasus tertentu.
Apa saja gejala dini DBD yang sering terlewatkan?
Dilansir dari laman WHO, DBD adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes yang sering terjadi di wilayah tropis dan subtropis.
Meski cukup dikenal, gejala demam berdarah kadang terlewat atau disalahartikan sebagai penyakit biasa, terutama pada fase awal infeksi.
Hal ini dapat membuat penanganan tertunda dan meningkatkan risiko berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Menurut WHO, banyak orang yang terinfeksi virus dengue tidak menunjukkan gejala atau hanya gejala ringan yang menyerupai flu, sehingga sering tidak menyadarinya.
Gejala umum adalah seperti:
- Demam tinggi
- Sakit kepala
- Nyeri di belakang mata
- Nyeri otot dan sendi
- Mual
- Ruam kulit bisa muncul 4–10 hari setelah gigitan nyamuk, lalu berlangsung 2–7 hari.
Karena mirip penyakit umum lain, gejala ini sering kali tidak dikenali sebagai dengue.
Cente for Disease Control and Prevention (CDC) juga mencatat bahwa gejala ringan demam berdarah bisa berupa nyeri ringan, mual, dan ruam, serta sering salah dikira flu atau infeksi biasa.
Bahkan banyak penderita yang tidak merasa sangat sakit sehingga tidak memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Para ahli kesehatan menekankan pentingnya kewaspadaan karena demam berdarah bisa berkembang menjadi severe dengue yang mengancam nyawa.
Setelah fase demam awal, beberapa pasien bisa mengalami tanda peringatan serius, seperti nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan dari gusi atau hidung, darah dalam muntah atau tinja, serta kelelahan ekstrem atau gelisah.
Fase ini biasanya muncul saat demam mulai turun, yang sering disalahartikan orang sebagai pertanda membaik.
Karena itu, pengenalan gejala dini sangat penting agar penderita segera mendapatkan perawatan medis sebelum komplikasi berat terjadi.
Pemeriksaan darah untuk memastikan infeksi dengue disarankan jika seseorang tinggal atau baru saja bepergian ke daerah di mana dengue umum terjadi.
Kapan harus ke rumah sakit?
Seseorang yang mengalami demam tinggi mendadak, terutama tinggal di wilayah rawan DBD, perlu segera ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan bila muncul tanda-tanda berikut:
1. Demam tinggi tidak turun
Demam ≥ 38,5°C selama lebih dari dua hari, meski sudah minum obat penurun panas, sangat perlu diwaspadai. Pada DBD, demam bisa tinggi dan mendadak.
2. Nyeri perut hebat dan terus-menerus
Sakit perut yang semakin kuat, terutama di ulu hati atau perut kanan, merupakan tanda peringatan DBD berat dan tidak boleh diabaikan.
3. Muntah berulang
Jika muntah terjadi terus-menerus atau lebih dari tiga kali dalam 24 jam, segera cari pertolongan medis.
4. Tanda perdarahan
Segera ke rumah sakit bila muncul:
- Mimisan atau gusi berdarah
- Muntah darah
- BAB hitam atau berdarah
- Bintik merah disertai perdarahan
5. Lemas berat atau gelisah
Kondisi sangat lemas, mengantuk berlebihan, gelisah, atau sulit bangun bisa menandakan gangguan sirkulasi darah.
6. Demam turun tapi kondisi memburuk
Pada DBD, fase berbahaya justru sering muncul saat demam mulai turun. Jika demam mereda tetapi muncul nyeri perut, muntah, atau perdarahan, segera ke RS.
Kelompok anak, lansia, dan ibu hamil lebih berisiko mengalami komplikasi, sehingga dianjurkan lebih cepat memeriksakan diri meski gejalanya tampak ringan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang