Perbedaan Battery Health dan Cycle Count di iPhone yang Perlu Diketahui
Kondisi baterai iPhone sekarang bisa dipantau dengan lebih cermat lewat sejumlah status atau indikator. Selain status kesehatan baterai atau Battery Health, Apple kini juga menambahkan status Cycle Count atau Jumlah Siklus di iPhone.
Status Cycle Count sebenarnya sudah lebih dulu ada di MacBook. Sementara itu, Apple baru menyematkan status tersebut di iPhone 15 dan yang lebih baru. Di iPhone, status Jumlah Siklus bisa dijumpai di opsi “Kesehatan Baterai” dalam menu pengaturan “Baterai”.
Letak status Cycle Count sama seperti seperti status Battery Health. Jadi, ketika hendak memantau kondisi baterai di iPhone (mulai iPhone 15 dan yang lebih baru), pengguna sekarang bakal disajikan dengan dua status, yaitu Cycle Count dan Battery Health.
Lantas, apa perbedaan Battery Health dan Cycle Count di iPhone? Jika tertarik untuk mengetahui lebih lanjut, silakan simak penjelasan di bawah ini mengenai perbedaan Battery Health dan Cycle Count di iPhone.
Perbedaan Battery Health dan Cycle Count di iPhone
Status Battery Health dan Cycle Count sangat penting untuk melihat kondisi baterai di iPhone, yang dapat menjadi bahan pertimbangan apakah baterai masih normal atau harus segera diganti. Status Battery Health dan Cycle Count di iPhone memiliki perbedaan.
Dikutip dari laman resmi Apple, Battery Health adalah durasi baterai dapat dipakai dalam waktu tertentu atau bisa juga dipahami sebagai kemampuan baterai dalam menyimpan daya sebelum habis dan perlu dicas kembali.
Status battery health iPhone ditandai dengan persentase 0-100 persen. Battery health iPhone yang masih bagus berkisar antara 80-100 persen. Sementara itu, baterai yang tidak optimal ditandai dengan battery health di bawah 80 persen atau berstatus “Service”.
Jika battery health masih bagus maka iPhone dapat dipakai dalam waktu yang optimal. Sebaliknya, jika kesehatan baterainya sudah menurun, iPhone bakal lebih cepat kehabisan daya dari waktu idealnya. Bahkan, iPhone bisa mati secara tiba-tiba.
Sementara itu, Cycle Count iPhone adalah siklus pengisian daya dihitung dari seberapa banyak kapasitas 100 persen baterai yang sudah digunakan. Siklus tersebut tidak selalu dihitung dari satu kali pengisian daya.
Dikutip dari laman resmi Apple, misalnya, dari 100 persen kapasitas baterai, pengguna dalam satu waktu hanya menggunakan daya 75 persen (tersisa 25 persen).
Kemudian, pengguna mengisi daya dari yang tersisa 25 persen itu hingga penuh menjadi 100 persen. Setelah dicas penuh, di waktu berikutnya, pengguna hanya menggunakan daya 25 persen (sisa 75 persen).
Dari penggunaan daya sebesar 75 persen dan 25 persen di waktu yang berbeda itu, baterai iPhone akan terhitung menyelesaikan satu siklus penuh dan menambah jumlah Cycle Count.
Dari penjelasan di atas, status Battery Health dan Cycle Count punya fungsi yang berbeda. Status Battery Health menampilkan kondisi kemampuan baterai menyimpan daya, sedangkan Cycle Count menampilkan siklus pengisian daya.
Meski berbeda, kedua status tersebut sejatinya berkaitan dalam menentukan kondisi baterai iPhone. Untuk diketahui, semakin sering baterai iPhone menyelesaikan siklus pengisian daya atau semakin tinggi jumlah Cycle Count maka kesehatan baterai akan menurun.
Sebagai informasi, baterai seri iPhone 15 dan yang lebih baru dirancang untuk mempertahankan 80 persen dari kapasitas aslinya pada 1.000 siklus pengisian penuh atau Cycle Count dalam kondisi ideal.
Dengan kata lain, jika jumlah Cycle Count untuk seri iPhone tersebut sudah lebih dari 1.000 maka kesehatan baterainya bakal bisa menurun menjadi di bawah 80 persen. Jumlah Cycle Count memengaruhi Battery Health iPhone.
Akan tetapi, penurunan Battery Health iPhone tidak hanya bergantung dengan jumlah Cycle Count. Battery Health iPhone bisa cepat turun drastis karena beberapa hal, terutama terpapar suhu panas berlebih.